Dientry oleh Rizda - 08 June, 2016 - 5692 klik
Laban, Jenis Potensial untuk Reklamasi Areal Tambang Batubara

Balitek KSDA (Samboja, 08/06/2016)_Tanaman laban (Vitex pinnata L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan potensial untuk mereklamasi lahan bekas tambang batubara. Hal ini diungkapkan Burhanuddin Adman, S.Hut., M.Si, peneliti Balitek KSDA pada sidang komisi Seminar Nasional Energi 2016 di Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (02/06).

Dalam makalahnya berjudul “Pertumbuhan laban (Vitex pinnata L.) pada lahan pasca tambang batubara” yang ditulis bersama Dr. Ishak Yassir, peneliti lainnya ini, Burhanuddin menjelaskan, pada dasarnya lahan-lahan bekas kegiatan tambang batubara agak sulit untuk ditamani kembali karena tanah sudah tidak banyak mengandung unsur hara. Namun penelitiaannya menemukan beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di lahan bekas tambang batubara, salah satunya adalah Laban.

“Hasil penelitian menunjukkan persen hidup tanaman sebesar 100% hingga umur tiga tahun. Rata-rata pertumbuhan tinggi sebesar 131,27 cm per tahun dan rata-rata pertumbuhan diameter batang 2,18 cm per tahun,” kata Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, perlakukan dengan pemberian pupuk NPK dapat meningkatkan pertumbuhan diameter laban dengan dosis terbaik 300 gram per tanaman. Sedangkan perlakuan menggunakan mulsa yang paling baik adalah menggunakan serasah hutan sekunder karena dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman.

Lebih lanjut dijelaskan, dari 120 tanaman yang sudah berumur tiga tahun, 25% diantaranya sudah berbunga dan berbuah. Kondisi tersebut tentunya sangat menguntungkan karena selain dengan penanaman, keberadaan jenis laban di areal tambang batubara juga dapat disebarkan satwa liar, seperti burung, kelelawar dan hewan lainnya.

Laban merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Dalam prinsip pembangunan berkelanjutan, jenis tanaman ini memenuhi kriteria 3P (profit, people, planet) karena selain digunakan sebagai kayu pertukangan dan bahan baku obat tradisional, juga sering digunakan sebagai sumber bioenergi (kayu bakar).

“Penanaman laban adalah untuk mereklamasi areal bekas tambang batubara, oleh karena itu pemanfaatan kayu laban sebagai bioenergi dilakukan dengan memangkas cabang atau rantingnya saja, sehingga keberadaan pohonnya tetap terjaga,” jelas Burhanuddin menanggapi pertanyaan salah satu audiens.***triad

 

Penulis : Tri Atmoko