Dientry oleh Tuti - 06 April, 2016 - 1856 klik
Diversifikasi Buah Tengkawang Dukung Konservasi dan Kesejahteraan Masyarakat

B2P2EHD (Samarinda, 07/04/2016)_Buah tengkawang yang kurang dilirik oleh masyarakat ternyata dapat diolah menjadi lemak tengkawang, yang bermanfaat sebagai bio-vetsin atau penyedap makanan pada nasi goreng maupun makanan lainnya. Tentunya dengan diversifikasi (penganekaragaman) olahan buah tengkawang ini berpotensi untuk meningkatkan nilai jual buah tengkawang sehingga masyarakat akan berminat untuk membudidiayakan tengkawang.

Disadari bahwa tengkawang merupakan tanaman endemik di Kalimantan dan Sumatera. Berdasarkan Redlist IUCN, tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang terancam punah. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluatkan Peraturan yng melarang jenis tanaman ini untuk ditebang dan dilindung (PP No. 7/1999 dan Kemenhut No. 692/Kpts-II/1998).

Langkanya tanaman ini disebabkan karena tingginya deforestasi dan juga minimnya masyarakat untuk membudidayakan karena nilai jualnya rendah. Buah Tengkawang hanya dihargai sekitar sekitar Rp. 1.400,- - Rp. 3.000,- perkilogram. Untuk menaikkan harga jual buah tengkawang, umumnya masyarakat lokal menjualnya dalam bentuk buah asap seharga Rp. 4.000 – 8.500,-/kg. 

Hal ini telah mengusik hati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) untuk melakukan riset dan inovasi baru dalam diversifikasi (penganekaragaman) olahan buah tengkawang.

Bersama dengan “Warung Nasi Goreng Wong Songo”, B2P2EHD mencoba untuk mengolah lemak buah tengkawang menjadi bio-vetsin untuk nasi atau mie goreng. Hasilnya kedua olahan tersebut lebih enak dan bebas kolesterol karena tidak menggunakan minyak.

Keberhasilan olahan produk ini telah dilaunching pada International Youth Expo pada tanggal 7-9 Maret 2014 di Yogyakarta yang dihadiri oleh Menkominfo, Ir. H. Tiffatul Sembiring. Selain itu, juga dipamerkan pada acara Expo TTG Nasional pada bulan Juni 2014 serta pameran lainnya baik lokal maupun nasional. Dan ternyata minat masyarakat akan produk olahan ini sangat tinggi.

Selain diolah sebagai produk pangan, lemak buah tengkawang juga dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik. Hal ini telah dilakukan oleh produsen lemak tengkawang di Kapuas hulu yang telah memanfaatkan shorea stenoptera dengan titik leleh 500C.

Dengan adanya diversifikasi olahan buah tengkawang ini, dapat meningkatkan harga buah dan biji tengkawang yang berpengaruh secara langsung pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, diharapkan minat masyarakat untuk budidaya tengkawang juga meningkat sehingga dapat mendukung program konservasi tengkawang. ***RZM, ADF, MSC

 

Informasi Lebih Lanjut

BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EKOSISTEM HUTAN DIPTEROKARPA

url : http://b2pd.litbang.dephut.go.id  atau  http://www.diptero.or.id

Jl. A. Wahid Syahrani No. 68, Sempaja, Po. Box. 1206, Samarinda, Kalimantan Timur, Telp. 0541 - 206364, Fax. 0541 - 742298

Penulis : Tim web B2P2EHD