Dientry oleh priyo - 17 May, 2015 - 5057 klik
Perekat Lignin : Hemat dan Ramah Lingkungan

FORDA (Bogor,18/05/2015)_Perekat merupakan salah satu bahan utama dalam industri pengolahan kayu yang menyerap 20–60% biaya. Sampai saat ini, sebagian besar perekat yang diproduksi di Indonesia adalah perekat sintetis yang terdiri dari Urea formaldehida (80%), Fenol formaldehida (10%) dan Melamin formaldehida (10%). Hal tersebut disampaikan oleh Prof.Riset.Drs. Adi Santosa, M.Si, peneliti Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

“Untuk produksi kayu pertukangan (wood working) untuk keperluan struktural atau bangunan dan perkapalan masih menggunakan perekat impor dari Belgia dan Jepang, yaitu perekat dingin tipe WBP dari jenis fenol resorsinol formaldehida (Formaldehyde, PRF) dan resorsinol formaldehida (RF),”kata Adi

Adi mengatakan bahwa perekat lignin ini dihasilkan dari limbah pembuatan pulp, lebih hemat di banding perekat sintetis/impor, rendah emisi formaldehid, ramah lingkungan dan memiliki daya rekat yang memenuhi syarat.

Lebih lanjut Adi mengatakan bahwa komposisi perekat terdiri atas lignin isolat cair lindi hitam (black liquor) yang berasal dari limbah pulp, larutan NaOH 50% yang dibubuhkan pada lignin isolat cair lindi hitam, dan kristal resorsinol teknis.

“Penambahan formalin dengan konsentrasi 30 sampai 40% sebanyak 0,5 sampai 1.0 mol dilakukan pada saat penggunaan perekat. Perekat lignin berbentuk cair, berwarna coklat gelap, dengan kekentalan 0,8 poise, 27 C, 1,16 kg/m , Kadar padatan 48,95%, 3 jam pada 135 C dan pH 10,8,”tegasnya

Menurut Adi, komposisi perekat dari invensi ini yang telah disatukan dengan formalin memenuhi sifat perekatan yang dipersyaratkan dalam Standar Inggris (BS 1204) WBP, ASTMD-905-49 (Uji geser tarik), DIN68141 dan EN301.

“Komposisi perekat tanpa dicampur dengan formalin dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, misalnya 1 sampai 5 tahun. Lebih disukai, penyimpanan komposisi perekat dari invensi ini pada suhu yang berkisar dari20 Csampai 35 C. Lebih baik, suhu tersebut berkisar 27 C dalam tempat tertutup,”kata Adi.

Perekat lignin dapat digunakan untuk pembuatan kayu lapis, dan kayu lamina pada berbagai jenis kayu a.l : tusam (Pinus mecusii), kempas (koompassia malacecensis), keruing (Dryobalanop spp.) dan meranti ( Shorea spp.), manii (Maesopsis eminii), tempeas (eyman-niodendron sympliciodes ), waru (Hibiscus tiliaceus), dan bunyo (Trioma malaccensis), jati (Tectona grandis ), jabon(Anthocephalus chinensis),  sengon (Mollucana falcataria), pasang (Quercus sp) atau Lithocarpuis sp), mangium (Acacia mangium), gmelina (Gmelina arborea), dan kelapa (Cocos nufoicera), sengon buto (Enterolobium cylocarpum) dan suren (Toona sureni).

“Kualitas rekat kayu lapis yang menggunakan perekat lignin dari invensi ini memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kualitas eksterior. Perekat ini dapat digunakan untuk pemakaian pada lantai parquet, galar balok dan konstruksi bagian dalam dinding kapal. Selain kualitas rekat yang tinggi, perekat lignin juga tahan terhadap serangan rayap kayu kering, sehingga dapat digunakan sebagai pelapis kayu,”tegas Adi

Selain itu Adi mengatakan bahwa untuk daya rekat optimum, produk perekatan sebaiknya dikempa dingin 3-8 jam untuk jenis kayu lunak (soft wood ), dan 10 - 24 jam untuk kayu keras (hard wood), dengan bobot labur sebanyak 150 – 200 g/m permukaan (soft wood) dan sekitar 75-100g/m permukaan (hard wood).

Menurut Adi, tantangan dalam mengembangkan perekat lignin yaitu mendorong industri untuk memanfaatkan limbah industri pulp menjadi perekat lignin dan mendorong produksi yang cukup untuk beralihnya sebagian industri kayu menggunakan perekat lignin.

 

Materi terkait;

Video Perekat Tanin

 

Inovator

Prof. Riset.Drs. Adi Santosa, M.Si

Pusat Litbang Keteknikan dan Pengolhan Hasil Hutan (Pustekolah)

Email : asanto10@yahoo.com

 

Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

URL : http://pustekolah.litbang.dephut.go.id atau atau http://www.pustekolah.org

Jl. Gunung Batu No. 5, Po. Box. 182, Bogor 16610, Telp. 0251 - 8633378 Fax.0251 - 8633413

 

http://www.forda-mof.org/ atau http://litbang.dephut.go.id/

#BadanPenelitiandanPengembanganKehutanan

#ForestryResearchandDevelopmentAgency

#FORDA

Penulis : Priyo Kusumedi