Dientry oleh Rizda - 12 November, 2012 - 2937 klik
Pentingnya Sosialisasi IPTEK Hasil Penelitian Kehutanan

BPKMs (Makassar, 7/11/2012)_Kondisi geografis Kabupaten Gowa menjadikan daerah ini memiliki curah hujan yang tinggi terutama pada daerah dataran tinggi sehingga rawan terhadap banjir dan tanah longsor. Hal ini mengingatkan kita pada longsor dan runtuhnya dinding kaldera Gunung Bawakaraeng beberapa waktu lalu yang hingga saat ini masih menyisakan material longsoran.

Berkaitan dengan itu, sosialisasi IPTEK hasil penelitian kehutanan, seperti alat sensor peringatan tanah longsor (Landslide Warning Sensor) dan peringatan banjir dengan sms sangat penting. Sosialisasi tersebut merupakan upaya awal dalam rangka peringatan dini terjadinya banjir dan tanah longsor untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Untuk itulah, sosialisasi IPTEK hasil penelitian kehutanan kembali digelar Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Makassar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa dalam bentuk gelar teknologi pada Rabu, 7/11 lalu. Kali ini, Hasnawir, S.Hut, MSc, Ph,D. memperagakan Alat Sensor Peringatan Tanah Longsor dan Alat Peringatan Banjir Dengan Sistem SMS.

Selain Mitigasi Bencana Sedimen, materi tentang Pembuatan Biopot Sebagai Media Semai oleh Ir. Hermin Tikupadang, M.P juga ditampilkan di Ruangan Baruga Karaeng Pattingaloang Pemerintah Kab. Gowa.

Kepala BPK Makassar, Ir. Muhammad Abidin dalam paparannya Sekilas BPK Makassar menjelaskan bahwa masih akan dilakukan penyempurnaan terhadap teknologi hasil penelitian kehutanan yang disosialisasikan tersebut. “Segala rekayasa teknologi senantiasa diuji secara terus menerus agar manfaat dan efektifitasnya bisa tercapai”, jelas Abidin di depan Para Camat dan peserta lain dari instansi terkait.

Kegiatan ini diawali dengan penyerahan buku IPTEK kepada Pemda Kab. Gowa melalui Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), seperti Buku Kumpulan Karya Ilmiah BPK Makassar. Selain itu, Buku Mitigasi Bencana dan Sedimen: Teori dan Aplikasi, Sekilas Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) BPK Makassar; Booklet Mikrohidro: Lestri Hutanku Terang Desaku; dan Buku Profil BPK Makassar turut diserahkan.

Bupati Gowa dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Ir. Djamaluddin Maknum, MP menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Kehutanan, khususnya BPK Makassar atas dipilihnya Kabupaten Gowa sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan gelar teknologi tahun 2012.

Kabupaten Gowa memiliki wilayah seluas 1.883,33 km2 atau 3,01 % luas total provinsi Sulawesi Selatan.  Wilayah kabupaten Gowa sebagian besar (80,17 %) berupa dataran tinggi dan pegunungan dan hanya sekitar 19,83 % yang merupakan daerah dataran rendah. Kondisi dan posisi geografis inilah yang menjadikan Kabupaten Gowa sebagai hulu sungai-sungai bagi beberapa daerah sekitarnya dan rawan longsor dan banjir.

Di sesi diskusi, peserta mengharapkan acara yang singkat ini ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan dengan setting waktu yang lebih dan terjun langsung ke lapangan.  Memasang alat pada daerah pegunungan tinggi, keamanan dan keakurasian alat merupakan beberapa hal yang menarik didiskusikan.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 80 orang yang terdiri dari Camat, Kepala Desa/Lurah, LSM, Tokoh Masyarakat, penyuluh, Bapeda, Kantor Ketahanan Pangan, Dishutbun Kabupaten Gowa dan Pemda Kabupaten Gowa. Media massa TVRI juga hadir meliput acara tersebut.