Pakoba, Obat Alternatif Diabetes dan Kanker

👤Tuti 🕔 07:49 am, 16. February 2017

BP2LHK MANADO (Manado, 14/02/2017)_Syzygium luzonense (Merr.) Merr atau masyarakat lokal Sulawesi Utara lebih mengenal dengan sebutan pakoba. Tanaman ini merupakan jenis endemik dari Sulawesi Utara. Bagian daun dan kulit kayu pakoba dipercaya masyarakat sekitar dapat mengobati diabetes dan kanker.

Hal ini diungkapkan oleh Hanif Nurul Hidayah, S.Hut, peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado yang juga merupakan ketua tim kegiatan penelitian Teknik Budidaya Tanaman Hutan Berpotensi Obat.

“Dari hasil analisis diketahui bahwa pada daun, buah, dan kulit kayu pakoba banyak mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Senyawa flavonoid dapat menurunkan kadar gula darah dan merupakan senyawa metabolit sekunder tumbuhan yang memiliki aktifitas sebagai antioksidan yang berkaitan dengan aktivitas anti diabetes dan anti kanker,” jelas Hidayah.

Sedangkan berdasarkan analisis GCMS (analisis untuk mengetahui struktur kimia dari bahan / senyawa aktif yang terkandung), buah pakoba juga mengandung asam palmitat, asam oleat dan asam lenoleat yang sangat berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

“Di alam, terdapat 4 jenis antioksidan yaitu vitamin C, flavonoid, polifenol dan vitamin E. Buah pakoba memiliki 2 dari 4 jenis antioksidan alami tersebut yaitu vitamin C dan flavonoid,”kata Hidayah.

 “Hal ini merupakan indikator awal bahwa pakoba sangat potensial dimanfaatkan sebagai penangkal radikal bebas alami,” tambahnya.

Hidayah menambahkan bahwa pakoba ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan. Kandungan vitamin C yang tinggi menyebabkan buah ini sangat disukai oleh masyarakat Sulawesi Utara. Selain itu, rasanya yang asam sehinffa buah ini bisa menjadi bahan utama untuk diolah menjadi rujak, manisan, selai, dodol, ataupun sirup.

Selain itu, tanaman ini juga dikenal sebagai salah satu jenis kayu pertukangan yang cukup keras dan kuat di kalangan masyarakat Minahasa. Umumnya dimanfaatkan untuk pembuatan kusen, balok, tiang, dan bahan dasar pembuatan perahu.

“Banyaknya pemanfaatan kayu pakoba dengan mengambil langsung dari alam mengakibatkan perlahan pakoba mulai berkurang dan sangat sulit dijumpai,”kata Hidayah.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap jenis ini, Pemerintah Kota Tomohon telah menetapkan Pakoba sebagai pohon unggulan Kota Tomohon melalui Surat Keputusan Walikota Tomohon No. 152/2007 tanggal 11 Mei 2007.

“Dengan adanya SK Walikota diharapkan pakoba dapat terjaga kelestariannya dan masyarakat dapat memanfaatkan pakoba secara optimal sebagai bahan pangan, obat tradisional, maupun bahan kayu pertukangan tanpa harus merusak keberadaannya di alam,” tutup Hidayah.***(NS)

 

Dokumentasi: Hanif Nurul Hidayah, S.Hut dan Lis Nurrani, S.Hut

 

Sumber Artikel:

Teknologi Budidaya Pakoba Sebagai Tanaman Hutan Berpotensi Obat (Hanif Nurul Hidayah, 2016)

 

Artikel terkait :

Pakoba, Tanaman Multi Manfaat Dari Sulawesi Utara

Budidaya Pakoba sebagai Tanaman Hutan Berpotensi Obat

Dialog Tanaman Obat Kabadan Litbang, Kepala BPK Manado dengan TVRI Sulawesi Utara

 

------------------------------------------------------------------------------------

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 Email :

publikasi.bpkmdo@yahoo.com

bpk_mdo@yahoo.com

bpk_mdo@forda-mof.org

Website :

http://manado.litbang.menlhk.go.id

http://balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS