Kolaborasi dengan Dishut Riau, BP2TSTH Tularkan Hasil Iptek Gaharu ke Masyarakat

👤Tuti 🕔 04:10 am, 15. August 2016

BP2TSTH (Kasang, 15/08/2016)_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) kembali berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Riau melaksanakan bimbingan teknis budi daya pohon penghasil gaharu kepada kelompok tani di Desa Kasang, Kec. Kuantan Mudik, Kab. Kuantan Singingi selama 3 (tiga) hari, Selasa-Kamis (9-11/08). Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Desa Sikebau Jaya, Kab. Rokan Hulu.

“Pohon gaharu sedang trend dan mempunyai peluang pasar yang cukup baik saat ini. Sehingga bisa menjadi alternatif pendapatan disaat kondisi ekonomi yang sulit saat ini. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memiliki perhatian lebih terhadap komoditi pohon penghasil gaharu sudah cukup serius sejak tahun 2007 yang ditandai dengan Program pembagian bibit gaharu melalui dishut,”kata Singingi Abriman, S.Hut., Sekretaris Dishut saat membuka acara.

Pemilihan lokasi juga dilakukan selektif oleh Dishut Riau dan BP2TSTH. Kriteria utamanya adalah masyarakat yang langsung berbatasan dengan kawasan hutan. Tujuannya adalah memberdayakan masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dengan mempertahankan kesejahteraannya dengan produk gaharu.

Disadari bahwa gaharu merupakan tanaman yang mempunyai habitat alami di kawasan hutan. Umumnya gaharu ini mempunyai nilai jual yang tinggi. Tetapi di alam, populasinya semakin menurun dan hampir punah. Untuk itu, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) telah menemukan Iptek untuk budidayakan gaharu atau gaharu budidaya.

“Lokasi Desa Kasang dipilih karena posisinya yang berbatasan langsung dengan hutan lindung bukit batabuh yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi,”kata Nanie Yuliana, salah seorang panitia dari UPT Pelatihan Dishut Riau.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan menjadi langkah persuasif ke masyarakat untuk turut serta menjaga keberadaan dan fungsi hutan,”tambahnya.

Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh sekitar atau kurang lebih 27 orang yang merupakan petani sekaligus pencari gaharu alam di hutan alam. Sedangkan BP2TSTH menugaskan Agus Wahyudi, S.Hut., M.Si., dan Eko Sutrisno, SP, M.Si sebagai pengajar serta Andi Mandala Putra sebagai instruktur.

Adapun materi disampaikan secara teori dan praktikum, meliputi kebijakan pemerintah terhadap komoditi hasil hutan bukan kayu, pengenalan jenis-jenis pohon penghasil gaharu, domestifikasi pohon penghasil gaharu, teknik perbanyakan massal pohon penghasil gaharu, penanaman dan pemeliharaan pohon penghasil gaharu d lapangan serta pengantar inokulasi pohon penghasil gaharu.

Kegiatan teori dilaksanakan di Kantor Desa Kepala Kasang, sedangkan kegiatan praktikum dilakukan di lokasi air terjun guruh gemurai.

“Salah satu tupoksi Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman hutan adalah memberikan pelayanan publik, baik terhadap instansi pemerintah daerah maupun masyarakat yang membutuhkan informasi. SDM peneliti yang kami miliki mempunyai kompetensi yang memadai untuk memberikan pelatihan maupun transfer teknologi kepada user,”kata Ir. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si., Kepala BP2TSTH saat menutup acara.

Lebih lanjut, Gunawan menyatakan bahwa BP2TSTH telah  membuka kesempatan kerjasama yang seluas-luasnya dengan instansi pemerintah daerah, LSM, ataupun kelompok petanin hutan untuk melaksanakan kegiatan alih teknologi sejenis yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Semoga langkah kolaboratif ini semakin menginspirasi jajaran pemerintah untuk membuat program berbasis masyarakat dengan tetap memasukkan unsur peduli lingkungan,”tegasnya. ***(ES/DR).

 

Informasi Lebih Lanjut:

BALAI LITBANG TEKNOLOGI SERAT TANAMAN HUTAN

url : http://bptsth-kuok.litbang.dephut.go.id  atau  http://www.balithut-kuok.org

 Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294, Telp. 0762 - 7000121, Fax.  0762 - 7000122