Sekbadan BLI: Teknisi Harus Aktif Terlibat Ciptakan Inovasi

👤priyo 🕔 12:00 am, 20. May 2016

Litbangtek HHBK  (Mataram,18/05/2016)_Dengan adanya perubahan nomenklatur Litbang (Penelitian dan Pengembangan) yang sebelumnya berada di level pusat (nasional) dan sekarang  di setiap Unit Pelaksana Teknis di daerah ditambah dengan kata “pengambangan”, hal itu bukan sekedar nama, namun merupakan sebuah tantangan besar, dengan kata “pengembangan” teknisi litkayasa dituntut untuk dapat mendorong terjadinya atau terciptanya iovasi-inovasi baru. Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Tri Joko Mulyono, MM, Sekbadan BLI, padas “Lokakarya Nasional Teknisi Litkayasa” yang bertema “Menuju Karya Nyata Teknisi Litkayasa Dalam Inovasi Teknologi” di Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (18/05).

“Area ini merupakan tempat bermainnya rekan-rekan Teknisi Litkayasa dilapangan, bagaimana mampu  menerapkan dan memanfaatkan paket iptek yang sudah dihasilkan dari proses penelitian itu dikembangkan dan diimplementasikan dilapangan, disanalah inovasi-inovasi itu perlu terus dikembangkan oleh Teknisi Litkayasa,”jelas Sekbadan

Sekbadan berpendapat bahwa inovasi itu sederhananya yaitu sesuatu yang berbeda dari yang sebelumnya.  Mengutip dari seorang kandidat Doktor yang menganalogikan  Inovasi seperti ”sudah ditemukan penyedap rasa kaldu ayam, ini dapat diimplementasikan pada berbagai macam makanan. Ketika dicampur pada mie instan menjadi mie instan rasa ayam (ternyata itu inovasi).

“Jadi teknologinya adalah teknologi kaldu rasa ayam implementasinya ketika diaplikasikan pada mie menjadi mie instan rasa ayam”. Jadi kalau dianalogikan seperti ini mestinya Teknisi Litkayasa mempunyaai area bermain yang lebih luas, tidak perlu memanfaatkan teknologi lain-lain yang rumit, manfaatkan saja teknologi yang ada dan telah dikuasai,”kata Sekbadan

Sekbadan berharap bagaimana dapat mengoptimalkan dan mempertanggungjawabkan perubahan nomenklatur dan tupoksi  yang semula diberi tanggungjawab penelitian sekarang ditambah dengan pengembangan.

Untuk mendukung itu semua Sekbadan juga mendorong Teknisi Litkayasa untuk meningkatkan ilmu pengetahuan baik formal maupun informal, dengan membuka seluas luasnya peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lokakarya ini dihadiri kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari Teknisi Litkayasa dan undangan lainnya dari seluruh Indonesia yang berasal dari berbagai stakeholder antara lain Litbang BLI Pusat dan Daerah, BPTP Pertanian, Para Pejabat PEH (Pengendali Ekosistem HUtan), penyuluh dan unsur perguruan tinggi, dan pemerintah daerah NTB.***WD