KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Posted by zhiemy 11:00 pm, 26. November 2015
Seminar Internasional BBPBPTH: Tantangan Pengembangan Hutan Tanaman Lestari

FORDA (Yogyakarta, 26/11/2015)_Tantangan untuk mengembangkan hutan tanaman lestari sangat komplek. Aspek teknis, sosial-ekonomi dan aspek kebijakan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengembangan hutan tanaman lestari. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Dr. Henri Bastaman, M.ES pada saat memberikan sambutan seminar internasional Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), dengan tema “Challenges of Sustainable Forest Plantation Development,” di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta pada hari Kamis (25/10).

“Di Indonesia misalnya peran masyarakat pedesaan dalam pembangunan hutan dianggap signifikan, karena produksi kayu dari hutan rakyat telah diakui dan mencapai sekitar 60% dari total produksi di Pulau Jawa, dan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah disebutkan target pembangunan hutan rakyat seluas 12,7 hektar yang memperhitungkan untuk mempertahankan keuntungan ekonomi dan keberlanjutan hutan untuk masyarakat pedesaan, “kata Henri

Henri mengatakan bahwa di antara negara-negara di dunia juga telah membuat target tersebut dalam pengembangan sektor kehutanan. Kesuksesan mencapai target akan sangat tergantung pada kontribusi antara pemangku kepentingan yaitu pemerintah, sektor swasta, masyarakat dan ilmuwan. Para pemangku kepentingan harus bekerja sinergi dan harmoni dalam rangka mewujudkan target tersebut.

Lebih lanjut Henri mengatakan bahwa hutan memiliki peran strategis ganda dalam pembangunan bangsa. Yang pertama adalah peran hutan sebagai kekuatan ekonomi dan sosial, di mana hutan dapat berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan ekonomis dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan peran kedua adalah bahwa hutan sebagai kekuatan ekologi yang mampu mempertahankan kondisi lingkungan di suatu daerah.

“Oleh karena itu, tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana untuk menjaga kedua peran tersebut dapat dilakukan oleh hutan secara optimal,”tegas Henri

Henri berharap para ahli dan partisipan seminar dapat membuat rekomendasi spesifik untuk hutan tanaman yang lebih baik dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang merupakan salah satu stakeholder menunggu rekomendasi tersebut.

Sementara itu, Kepala BBPBPTH Yogyakarta, Dr. Ir.Mahfud, MP mengatakan bahwa seminar ini fokus diskusi pada integrasi pengelolaan hutan tanaman lestari, isu-isu lingkungan, regulasi, sosial ekonomi, kecenderungan politik pasar, serta potensi desa dalam mendorong percepatan pembangunan hutan.

Selaras dengan hal tersebut, sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian, Dr. Didik Purwadi berharap melalui forum ini akan terjalin jejaring yang kuat antar peserta dari negera-negara seluruh dunia, khususnya dalam hal pengelolaan dan pendayagunaan fungsi hutan, serta dalam rangka meningkatkan hasil-hasil ekonomu dan daya dukung lingkungan dalam koridor lanskap kehutanan. Selain itu, diharapakan juga mampu memberikan masukan bagi perumusan kebijakan sektor kehutanan pada level-level berikutnya yang lebih tinggi.

Setelah sesi sambutan dan pembukaan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi, dilaksanakan launching buku hasil litbang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan dan penyerahan benih unggul kepada para pengguna dan dinas terkait. Selain launching produk iptek, seminar ini juga dimeriahkan dengan pameran hasil litbang dari berbagai instansi pemerintah yaitu dari Badan Litbang dan Inovasi, perusahaan-perusahaan terkait, pesantren dll.

Sebagai pembicara utama dalam seminar ini adalah Dr. Ir. H.M Nurdin (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi ) mewakili Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ir. Wiratno, M.Sc dari Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Prof. Andrew Lowe dari Adelaide University, Australia, dan Dr. Himlal Baral dari Center for International Forestry Research (CIFOR). Selanjutnya presentasi mengenai pengalaman implementasi berkaitan dengan pembangunan hutan tanaman yang lestari disampaikan oleh para pakar dari universitas, perusahaan swasta, lembaga internasional dan BBPBPTH yaitu : Dr. Sasaki Shinya, Dr. Widodo Hadisaputro, Dr. Liliana Baskorowati, Mr.Tjoa Tju San (Hasan), Dr. Sri Rahayu, Dr. J. Fernandez, Dr. ILG. Nurtjahjaningsih, Dr. Shinichi Sukeno, Dr. Martina Langi, dan disempurnakan dengan presentasi komisi yang terdiri dari dua (2) komisi yang menampilkan 20 pemakalah.

Peserta seminar mencakup para ahli dan pembuat kebijakan dari beberapa negara, organisasi internasional dan lembaga penelitia, peneliti, akademisi, LSM, industri dan lain-lain. Jumlah peserta seminar yang hadir lebih dari 350 orang.***PKM

Materi terkait;

  1. Overview of Forest Genetics Fundamental in Forest Plantation Development by Andrew Lowe, Centre for Conservation Science and Technology
  2. Managing planted forests for multiple ecosystem services - lessons form Asia and the Pacific by Himlal Baral CIFOR
  3. Penguatan Desa untuk Pembangunan Hutan
  4. International & National Trends related to Countries Forest Policy & Current Issues on Forest Plantation for Community