SEMUA BERITA

Workshop Sistem MRV Perhitungan Karbon untuk REDD+ di Sumbar

30-09-2012 | 669 Klik

Puspijak (Bogor, 27/09/12)_Workshop Sistem MRV Perhitungan Karbon untuk REDD+ di Sumatera Barat diselenggarakan atas kerjasama Program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF)-Puspijak dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, pada 13-14 September 2012 di Hotel Inna Muara, Padang.

Baca Selanjutnya »

Peneliti dan Penyuluh Kehutanan Bersinergi dalam Gelar Teknologi 2012

29-09-2012 | 670 Klik

geltek2012

FORDA (Bogor, 28/09/12)_Pengelolaan hutan berkelanjutan dengan keseimbangan dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan yang melekat di dalamnya, akan bisa diwujudkan secara nyata apabila didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Hal ini berimplikasi terhadap arah pembangunan kehutanan, dari pembangunan berbasis sumberdaya alam menjadi pembangunan berbasis masyarakat berpengetahuan. Karenanya penguasaan dan pemanfaatan iptek kehutanan yang didukung kemampuan sumberdaya manusia akan menjadi faktor yang menentukan daya saing sektor kehutanan.

Penelitian dan pengembangan (litbang) kehutanan memegang peran penting untuk menghasilkan iptek yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memenuhi kebutuhan industri, menghasikan produk yang bermanfaat untuk publik dan mengatasi permasalahan yang ada. Peran peneliti sangat diharapkan untuk menghasilkan iptek tersebut.

Agar berhasil guna dan berdaya guna, hasil-hasil penelitian kehutanan perlu dideseminasikan pada masyarakat dengan bahasa yang lebih lugas dan implementatif. Disinilah peran penyuluh kehutanan sebagai ujung tombak pembangunan kehutanan untuk membantu mendiseminasikan hasil litbang tersebut.

Gelar Teknologi Litbang Kehutanan 2012 ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Litbang Kehutanan dalam rangka meningkatkan penyebarluasan informasi dan promosi iptek kehutanan. Tujuannya untuk mendekatkan dan mentransformasikan iptek yang dihasilkan kepada para pengguna, khususnya penyuluh kehutanan.

Harapannya, iptek kehutanan yang dihasilkan dapat disampaikan kepada masyarakat luas serta memperoleh umpan balik (masukan) dari pengguna untuk meningkatkan kualitas dan daya guna hasil-hasil litbang kehutanan di masa yang akan datang. Dengan demikian iptek kehutanan dapat menjadi basis solusi permasalahan aktual kehutanan untuk mendorong akselerasi pencapaian tujuan pembangunan kehutanan.

Baca Selanjutnya »

Kemenhut Bersama UN REDD Programme Indonesia Kembangkan Strategi Komunikasi REDD+ Indonesia Melalui Radio

29-09-2012 | 175 Klik

Kementrian Kehutanan dan UN-REDD Programme Indonesia bekerjasama dengan Green Radio akan mensosialisasikan REDD+ melalui kegiatan talkshow, filler, spot iklan, mini feature di Radio yang akan mulai disiarkan selama satu minggu mulai tanggal 25 September 2012 di 5 (lima)  radio yaitu  Galasika, Nebula, Mahardika, RRI Palu dan Green radio KBR68H, Jakarta.

Baca Selanjutnya »

Presiden SBY Terima Penghargaan Lingkungan di New York

29-09-2012 | 184 Klik

Presiden SBY menerima penghargaan “Valuing Nature Award” dari tiga organisasi lingkungan dan konservasi terkemuka yaitu The Nature Conservancy (TNC), World Resources Institute (WRI) dan World Wildlife Fund (WWF), dalam sebuah jamuan makan malam pada tanggal 24 September 2012 di New York.

Baca Selanjutnya »

Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Terbit Perdana

28-09-2012 | 688 Klik

BPKMs (Makassar, 28/09/2012)_ Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea yang merupakan media publikasi hasil penelitian kehutanan di Indonesia Tengah-Timur terbit perdana Agustus lalu.

Baca Selanjutnya »

Lomba Karya Tulis Ilmiah Untuk Pelestarian Kawasan TNGL

27-09-2012 | 299 Klik

Dalam rangka peringatan Hari Konservasi Nasional (HKN) dan Hari Cinta Puspa dan Satwa 5 November 2012, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser akan mengadakan kegiatan "Lomba Karya Tulis Konservasi TNGL".

Baca Selanjutnya »

Draft Rencana Investasi Kehutanan Indonesia

27-09-2012 | 184 Klik

Indonesia merupakan salah satu dari 8 (delapan) negara percontohan (pilot country) yang berpartisipasi dalam Forest Investment Programme (FIP) dan telah mendapatkan komitmen pendanaan dengan alokasi pendanaan FIP hibah sebesar 37,5 juta US$ (53.6%) dan pinjaman lunak sebesar 32,5 juta US$ (46,6%).

Baca Selanjutnya »

Peraturan Menteri Perdagangan tentang Barang Dilarang Ekspor

26-09-2012 | 1148 Klik

Guna peningkatan daya saing produk nasional, pengendalian ekspoitasi sumber daya alam, pelaksanaan konvensi internasional terkait kesehatan, keamanan, keselamatan, lingkungan dan moral bangsa, serta untuk menjaga ketersediaan bahan baku untuk kebutuhan pasar di dalam negeri, Menteri Perdagangan telah menetapkan peraturan tentang Barang Dilarang Ekspor.

Baca Selanjutnya »

Surat Direktur BIKPHH Perihal Pelaksanaan Pembekalan Pengukuran dan Pengenalan Jenis Kayu dari Hutan Hak

25-09-2012 | 172 Klik

Surat sehubungan dengan pelaksanaan pembekalan pengukuran dan pengenalan  jenis kayu dari hutan hak bagi penerbit SKAU sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P.30/Menhut-II/2012 tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang Berasal dari Hutan Hak.

Baca Selanjutnya »

Menyelamatkan Orangutan, Hutan dan Bumi Kita

24-09-2012 | 596 Klik

orangutanBalitek KSDA (Samboja, 19/09/12)_Hutan memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Keberadaan orangutan di ekosistem hutan berperan sebagai penjaga dinamika keseimbangan ekosistem hutan. Oleh karena itu, menyelamatkan orangutan berarti secara langsung dan tidak langsung menyelamatkan hutan, bumi dan hidup kita sendiri

Sebagai hewan frugifora (pemakan buah), orangutan adalah agen penyebar biji yang efektif sehingga regenerasi hutan dapat terjamin. “Orangutan yang memakan lebih dari 60% buah hutan, akan menyebarkan biji-bijian yang dikonsumsinya,” kata Dr. Ishak Yassir, peneliti dari Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) Samboja.

Selain itu, lanjut Ishak, saat orangutan bergerak atau membuat sarang di pohon, orangutan akan membuka ruang bagi cahaya masuk kelantai hutan karena banyak dahan atau ranting yang patah/digunakan. Kondisi tersebut membuka ruang untuk tumbuh dan berkembangnya biji-bijian di lantai hutan, sehingga proses suksesi alami berjalan lebih cepat.

Saat ini orangutan menghadapi masalah yang cukup berat, ditandai dengan kecenderungan penurunan jumlah yang drastis. “Sekarang diperkirakan jumlah orangutan di alam Kalimantan tinggal sekitar 45.000-69.000 individu dan di Pulau Sumatera tinggal sekitar 7.300 individu saja, kata Dr. Nur Sumedi, Kepala Balitek KSDA Samboja baru-baru ini. 

Lebih lanjut Nur Sumedi mengungkapkan, perubahan tata guna lahan yang sangat masif karena degradasi hutan, intensifnya pertambangan dan ekspansi perkebunan kelapa sawit secara sistematis telah memfragementasikan habitat asli orangutan. 

Baca Selanjutnya »