SEMUA BERITA

Peraturan LIPI Nomor: 20/E/2005

06-07-2009 | 252 Klik

Tentang

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNSIONAL PENELITI

Baca Selanjutnya »

PP RI. Nomor 41 Tahun 2006

06-07-2009 | 258 Klik

Tentang

PERIZINAN MELAKUKAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BAGI PERGURUAN TINGGI ASING, LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ASING, BADAN USAHA ASING, DAN ORANG ASING

Baca Selanjutnya »

PP RI NOMOR: 20 TAHUN 2005

06-07-2009 | 277 Klik

TENTANG

ALIH TEKNOLOGI KEKAYAAN INTELEKTUAL SERTA HASIL KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN OLEH PERGURUAN TINGGI DAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

 

Baca Selanjutnya »

PERUBAHAN IKLIM

02-07-2009 | 274 Klik

 

Upaya untuk memerangi dampak perubahan iklim secara global telah dimulai sejak diadakannya KTT Bumi di Rio De Janeiro tahun 1992. Pertemuan tersebut menyepakati dibentuknya United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Indonesia menandatangani UNFCCC pada tanggal 5 Juni 1992, dan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 6 tahun 1994 tentang Pengesahan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. Sebagai negara berkembang yang tidak termasuk dalam negara Anex I UNFCCC, Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan mandat Konvensi berdasarkan prinsip "common but differentiated responsibilities". Indonesia sangat mendukung tujuan dari UNFCCC yaitu mencegah peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer agar tidak membahayakan kehidupan manusia di bumi.

Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi di negara berkembang (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries/REDD) menjadi salah satu isu dominan dalam berbagai forum yang menyangkut kehutanan terutama setelah masuknya isu ini ke dalam Agenda COP-UNFCCC. Deforestasi yang berdasarkan berbagai sumber berkontribusi antara 17-18 persen emisi GHGs global (jauh lebih kecil dari kontribusi emisi dari penggunaan bahan bakar minyak) menjadi perhatian masyarakat internasional karena berbagai sebab antara lain karakteristik hutan dan kehutanan di banyak negara berkembang.

Bagi sektor kehutanan, upaya mempraktekkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari (SFM) dihadapkan pada banyak kendala antara lain : insentif sering tidak setara dengan biaya yang diperlukan untuk konservasi dan SFM, banyak penyebab deforestasi baik langsung maupun tidak langsung berasal dari sektor lain misal kebijakan pertanian dan pasar, dan keterbatasan kapasitas dari aspek regulasi dan institusi serta sumberdaya untuk operasionalisasi kebijakan. Emisi dari deforestasi dan degradasi adalah isu internasional, yang memerlukan aksi nyata di tingkat nasional-lokal. Oleh karenanya, pemecahan masalah deforestasi dan degradasi hutan di tingkat nasional tidak dapat dipisahkan dari pemecahan masalah pembangunan nasional secara keseluruhan. Disamping itu, sektor kehutanan adalah unik di semua negara berkembang pemilik hutan, banyak instrumen kebijakan dan program yang tidak didesain untuk menangani isu perubahan iklim tetapi secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi terhadap upaya pengurangan dampak negatif perubahan iklim. Hanya saja banyak kendala dalam implementasinya, oleh karenanya kebijakan/program tentang REDD semestinya menjadi bagian integral dari kebijakan/program sektor dan nasional, dengan demikian pemanfaatan skema REDD adalah untuk mendukung kebijakan/program tersebut.

 

 

Baca Selanjutnya »

Directory of Researcher

01-07-2009 | 255 Klik

No

Bidang Spesialisasi /Kepakaran

Jenjang Fungsional

Jumlah

Peneliti Utama

Peneliti Madya

 Peneliti Muda

Peneliti Pertama

1

Silvikultur

5

27

30

32

94

2

Pemuliaan tanaman/pohon

 

11

5

14

30

3

Botani umum

 

2

 

 

2

4

Anatomi tumbuhan

 

1

 

2

3

5

Biologi konservasi

1

 

2

 

3

6

Biologi reproduksi

 

 

 

1

1

7

Ekologi umum/hutan

 

 

2

1

3

8

Mikrobiologi umum/hutan

 

 

 

1

1

9

Kultur sel jaringan dan organ

 

 

1

1

2

10

Genetika molekuler

 

2

 

2

4

11

Biometrika hutan

 

5

2

2

9

12

Penginderaan jarak jauh

 

 

 

1

1

13

Konservasi sumber daya hutan/alam

3

9

9

24

45

14

Perlindungan hutan pengelolaan lingkungan

 

5

1

6

12

15

Agroklimat dan pencemaran lingkungan

 

1

 

 

1

16

Hidrologi dan konservasi tanah

3

4

5

4

16

17

Hidrologi

 

1

4

2

7

18

Kesuburan tanah dan biologi tanah

 

1

1

1

3

19

Biologi dan pengawetan hasil hutan

 

 

 

1

1

20

Entomologi

1

2

 

1

4

21

Mikologi

 

2

1

 

3

22

bakteriologi

 

 

1

 

1

23

Agroforestry dan hutan kemasyarakatan

 

6

1

 

7

24

Ekonomi kehutanan / SDH

2

7

12

21

42

25

Sosial kehutanan

 

 

 

1

1

26

Ekonomi manajemen hutan

 

5

2

 

7

27

Ekowisata

 

 

1

 

1

28

Sosiologi kehutanan

 

4

10

14

28

29

Pengelolaan sumber daya hutan

 

1

 

 

1

30

Hasil Hutan bukan kayu

1

3

 

3

7

31

Pengolah hasil hutan

15

12

8

6

41

32

Keteknikan dan pemanenan hutan

3

3

1

1

8

33

Hasil hutan

1

1

2

1

5

34

Pemanfaatan hasil dan sosial ekonomi

 

 

1

 

1

 

 

Baca Selanjutnya »

PERMENHUT NOMOR: P.75/MENHUT-II/2006

01-07-2009 | 247 Klik

Tentang:

PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH RISET (RESEARCH SCHOOL) BAGI PENELITI LINGKUP BADAN PENELITIANDAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN

Baca Selanjutnya »

PERMENHUT NOMOR: P.50/Menhut-II/2008

01-07-2009 | 247 Klik

Tentang:

PERUBAHAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR P.45/MENHUT-II/2005 TENTENG PEDOMAN TUGAS BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL LINGKUP DEPARTEMEN KEHUTANAN

Baca Selanjutnya »

PERMENHUT NOMOR: P.45/Menhut-II/2005

01-07-2009 | 260 Klik

Tentang:

PEDOMAN TUGAS BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL LINGKUP DEPARTEMEN KEHUTANAN

 

Baca Selanjutnya »

ANATOMI TUMBUHAN

01-07-2009 | 235 Klik

PENELITI  ANATOMI TUMBUHAN

BADAN LITBANG KEHUTANAN

s/d JUNI 2009

 

No

Nama

Jabatan

Unit Kerja

 

1

2

3

Dra. Sri Ruliaty Sutardi, MSc

Andianto, S.Hut

Ratih Damayanti, S.Hut

Peneliti Madya

Peneliti Pertama

 

 

Baca Selanjutnya »

BOTANI UMUM

01-07-2009 | 200 Klik

PENELITI  BOTANI UMUM

BADAN LITBANG KEHUTANAN

s/d JUNI 2009

 

 

No

Nama

Jabatan

Unit Kerja

 

1

2

Dra. Titi Kalima, MSi

Ir. Marfuah Whardani, MSi

Peneliti Madya

Peneliti Madya

P3H & KA

 

 

Baca Selanjutnya »