KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by priyo - 23. August 2016 - 1185 klik

KHDTK Aek Nauli Menuju Pusat Ekowisata Edukatif

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 21/08/2016)_ Menteri LHK, Dr.Siti Nurbaya berharap KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Aek Nauli dapat menjadi pusat ekowisata edukatif di Sekitar Danau Toba sebagai salah satu dari 10 tujuan destinasi wisata prioritas nasional. Hal tersebut disampaikan pada saat penanaman di KHDTK Aek Nauli, Minggu (21/08).

Beliau berpesan bahwa pengelolaan KHDTK Aek Nauli dapat lebih difokuskan untuk mendukung pengembangan destinasi Ekowisata Toba.

Disela penanaman di KHDTK Aek Nauli, Menteri LHK sempat berdiskusi ringan dengan pegawai BP2LHK Aek Nauli, dalam diskusi tersebut, Menteri LHK sangat tertarik terhadap berbagai potensi keragaman hayati dan ekosistem yg terdapat di KHDTK Aek Nauli untuk pengembangan ekowisata di sekitar Danau Toba.

KHDTK Aek Nauli yang ditunjuk sebagai KHDTK melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.39/Menhut-II/2005, tanggal 7 Pebruari 2005 dengan luasan sekitar 1.900 Ha. Secara administratif termasuk pada Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon dan Desa Dolok Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Kawasan ini merupakan daerah pegunungan pada ketinggian sekitar 1.100 – 1.750 meter dari permukaan laut.

Kawasan KHDTK Aek Nauli memiliki aksesibilitas yang mudah dilalui karena terdapat di pinggir jalan propinsi yang menuju Kawasan Danau Toba. Untuk menuju ke kawasan dapat ditempuh dengan rute yaitu dari Medan – Pematangsiantar – Parapat  dengan jalan darat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dengan lama perjalanan sekitar 4 jam atau dengan jarak lebih kurang 150 km. Dengan telah beroperasinya bandara Silangit yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, kawasan ini dapat dicapai dengan waktu kurang lebih 90 Menit melewati Parapat.

Rencana kerjasama pengelolaan gajah captive (hasil tangkapan) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Lembaga Vesswic yang locusnya di KHDTK Aek Nauli perlu segera direalisasikan  dan disinergikan dengan rencana pengembangan wisata danau toba. Untuk itu Menteri LHK berpesan agar KHDTK Aek Nauli terus membenahi sarana pendukung yang terdapat di KHDTK, Seperti gedung pusat informasi, perbaikan jalur tracking menuju panorama danau toba, fasilitas kebersihan dan sarana prasarana pendukung lainnya.