KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Tuti - 16. August 2016 - 1217 klik

Balitek DAS Berhasil Menemukan 47 Jenis Pohon untuk Mengurangi Resiko Longsor

Balitek DAS (Solo, 16/08/2016)_“Saat ini, Tim Peneliti Balai Litbang Teknologi Kehutanan Pengelolaan (Balitek) DAS yang dipimpin oleh Ir Heru Dwi Riyanto telah berhasil menemukan 47 jenis pohon untuk mengurangi risiko longsor,”kata Dr. Nur Sumedi, Kepala Balitek DAS saat membuka konferensi pers “Rekayasa Vegetatif untuk Mengurangi Risiko Longsor” di kantor Balitek DAS Solo, Selasa, (16/08).

Hal tersebut dibenarkan oleh Koordinator penelitinya atau Heru. Heru menyatakan bahwa 47 jenis pohon tersebut dikategorikan menjadi 5 kelompok berdasarkan zona ketinggian, yaitu zona C (0-500 mdpl), zona B1 (500-1000 mdpl), zona B2 (1000-1500 mdpl), zona B3 (1500-2000 mdpl), dan zona A (>2000 mdpl).

Sedangkan beberapa jenis pohon tersebut antara lain: sukun, mimba dan jati untuk zona C, damar untuk zona B1, kayu manis dan waru gunung untuk zona B2, Aren, Kayu Manis, Cengkeh dan alpukat untuk zona B3, sedangkan pinus dan alpukat untuk zona A.

Heru menyadari bahwa pengendalian longsor secara vegetatif belum banyak yang menerapkan. Selama ini, pengendalianya lebih dilakukan secara mekanis. Diantaranya adalah memasang bronjong pada dinding tebing/lereng, memperbaiki saluran/drainase, mengurangi pemotongan lereng secara tegak, membuat saluran rembesan (sulingan) air dan membuat terasering yang dikombinasikan dengan vegetatif.

Heru menambahkan bahwa pengendalian longsor secara vegetatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis tanaman mulai dari rumput, semak/perdu hingga tanaman keras/pepohonan.

“Pengendalian longsor secara vegetatif lebih difokuskan pada tanaman tingkat pepohonan dengan tiga tipologinya yaitu tajuk, evapotranspirasi dan perakaran,”kata Heru.

Heru manambahkan bahwa ketiga tipologi tersebut mempunyai peranan penting dalam mencegah atau mengeliminir kejadian longsor dangkal.

“Dengan memperhatikan tipologi tanaman tersebut, perlu kiranya dilakukan pemilihan jenis tanaman,”tegas Heru.

Menurutnya, pemilihan jenis tanaman (the right tree on the right place) merupakan kunci penting dalam keberhasilan pencegahan longsor secara vegetatif. Dalam pemilihan tanaman, Heru menyarankan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: a). Tanaman endemik; 2). Dikenal masyarakat; c). Mempunyai nilai ekonomi; d). Kesesuaian tempat tumbuh atasu aspek ketinggian dari permukaan laut.

Dalam konferensi pers tersebut dihadiri oleh 11 awak media cetak maupun elektronik meliputi Koran Sindo, Kedaulatan Rakyat, Galamedia News, Detikcom, Kompas, Media Indonesia, Suara Merdeka, Joglosemar, Wawasan, TATV, dan Jawa Pos.***NE

 

Artikel Terkait:

Rekayasa Vegetatif untuk Mengurangi Resiko Longsor

 

Informasi Lebih Lanjut:

Balai Litbang Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS

url : http://bpk-solo.litbang.dephut.go.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp.  0271 - 716709, Fax.   0271 - 716959