KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by priyo - 19. May 2016 - 1004 klik

Sengon Toleran Karat Tumor, Solusi Masalah Hutan Rakyat di Jawa

B2P2BPTH (Jakarta, 17/05/2016)_Sampai saat ini pengembangan hutan rakyat sengon (Falcataria moluccana) terkendala dengan adanya penyakit karat tumor yang menyerang tanaman hampir di seluruh Pulau Jawa yang menyebabkan terhambatnya pengembangan hutan rakyat (HR) dan meruginya petani karena tanaman sengon banyak yang mati dan tidak tumbuh dengan normal. Oleh karena itu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta berinovasi dengan pemuliaan tanaman sengon yang toleran terhadap karat tumor untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Penyakit karat tumor disebabkan oleh jamur Uromycladium tepperianum yang menyebabkan kerusakan parah pada seluruh tahap perkembangan tanaman mulai persemaian sampai tanaman dewasa di lapangan,“kata Dr. Liliana Baskorowati, S.Hut, MP, peneliti Pemuliaan Tanaman Hutan di B2P2BPTH Yogyakarta pada hari kedua Geltek BLI tahun 2016 di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (12/05/2016).

Upaya pengendalian penyakit karat tumor yang dilakukan oleh B2P2BPTH adalah melalui seleksi genetik individu toleran. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah mendapatkan benih unggul tanaman sengon toleran karat tumor.

“Seleksi sengon tahan karat tumor di lapangan telah dilakukan dengan membangun beberapa uji pertanaman seperti uji resistensi serangan karat tumor, uji keturunan, dan uji provenan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Beberapa uji menghasilkan 43 famili toleran terhadap karat tumor sebagai materi genetik pembangunan Kebun Benih Semai (KBS) di Bali Barat, Sukabumi, dan Bengkulu, hasil individu toleran dari lapangan akan diuji kembali di tingkat persemaian,”ungkap Liliana

“Hasil penelitian intensitas serangan penyakit karat tumor di tingkat persemaian menunjukkan bibit yang berasal beberapa Pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dari Papua,”jelas Liliana.

Lebih lanjut Liliana mengatakan bahwa benih unggul hasil KBS F1 Sengon akan didapat setelah seleksi terakhir pada tahun 2016 dan diharapkan peluncuran benih unggul pada tahun 2017.

Dengan dihasilkannya sengon toleran karat tumor ini diharapkan bisa menyelesaikan salah satu permalahan pengembangan hutan rakyat sengon Jawa karena tanaman ini sangat disukai masyarakat karena mudah beradaptasi, daya jual tinggi, cepat tumbuh, dan mudah pemasarannya.

Selaras dengan hal tersebut, Ir. Tri Joko Mulyono, MM, Sekbadan BLI sebagai moderator menyambut baik beberapa benih unggul yang telah dihasilkan oleh B2P2BPTH Yogyakarta. Benih unggul Sengon Toleran Karat Tumor merupakan salah satu solusi permasalahan Hutan Rakyat di Jawa pada khususnya dan Hutan Tanaman Industri pada umumnya. ***LH