KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by priyo - 11:00 pm, 14. September 2014 - 2556 klik

Teknologi Penangkaran Rusa Timor

FORDA (Bogor, 15/09/2014)_Hutan Penelitian (HP) Dramaga di Bogor, Jawa Barat merupakan salah satu HP milik Badan Litbang Kehutanan. Sejak Tahun 2008, seluas ± 7,0 Ha di dalam HP ini telah dibangun dan dikembangkan Pusat Penangkaran Rusa Timor (Rusatimorensis).  Pada awalnya, populasi rusa timor berjumlah hanya 9 ekor terdiri dari 5 jantan dewasa dan empat betina yang diperoleh dari hasil penangkaran di Haurbentes, Jasinga; Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, dan Taman Safari Indonesia.

“Saat ini, rusa timor yang berhasil ditangkarkan di Hutan Penelitian Dramaga mencapai lebih dari 50 ekor. Jumlah jantan lebih banyak daripada betina,” kata Ir. Mariana Takandjandji, M.Si, Peneliti Konservasi Sumber Daya Hutan (SDH), Badan Litbang Kehutanan.

Pusat penangkaran rusa timor di HP Dramaga bertujuan untuk kegiatan penelitian yang mendukung pemerintah dalam melestarikan rusa timor. Sebagaimana diketahui bahwa penangkaran rusa timor merupakan upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan rusa timor dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya

 “Kami telah berhasil menangkarkan rusa timor sampai keturunan ke-2 (F2). Hasilnya sudah dimanfaatkan oleh PT. Cibaliung Sumber Daya di Banten, Taman Wisata Matahari di Cisarua-Bogor dan PT. Bukit Waru Wangi di Banten,” kata Mariana.

Keberhasilan penangkaran rusa timor di HP Dramaga mendorong lembaga lain untuk menerapkan teknologi penangkaran rusa timor yang dilakukan oleh Badan Litbang Kehutanan. “Teknologi ini sudah diaplikasikan pula di  Pemerintah Daerah  Kab. Sumba Timur NTT, Tahura Sultan Adam Kalimantan Selatan, dan Taman Buru Masigit Kareumbi Jawa Barat.” lanjutnya

Selain itu, keberhasilan penangkaran rusa timor ini juga telah mendorong mahasiswa, pelajar, masyarakat luas maupun peneliti dari institusi lainnya untuk datang berkunjung, baik berwisata maupun melakukan penelitian terhadap rusa timor di Pusat Penangkaran Rusa Timor Badan Litbang Kehutanan.

Mariana berharap bahwa keberhasilan penagkaran rusa timor ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disebabkan karena rusa timor ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, baik dari hasil penjualan rusa timornya maupun hasil ikutan lainnya seperti daging, ranggah, velvet (ranggah muda), testis, jeroan maupun kulitnya. Rusa timor (Rusa timorensis Blainville, 1822) memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dimana seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.  Harga jual velvet yang sudah dikeringkan dan dijadikan emping bisa mencapai US $ 120/kg. Sedangkan velvet rusa sambar di Kalimatan Timur yang dijadikan serbuk, dijual dengan harga Rp. 100.000,- per botol (isi 30 kapsul). Dagingnya pun juga lebih disukai konsumen karena mengandung protein tinggi dan rendah kolesterol,” kata Mariana.

Namun untuk mencapai hal tersebut, bukanlah suatu usaha yang mudah. Diperlukan dukungan manajemen dan masyarakat sekitar untuk mengelola Pusat penangkaran ini secara intensif. “Ke depan, saya berharap bahwa Pusat Penagkaran Rusa ini bisa menjadi show market bagi Badan Litbang Kehutanan,” Kata Mariana.

Sumber:

  1. Sintesis Penangkaran Rusa Timor
  2. Model Penangkaran Rusa Timor (Pola Kandang dan Formula Pakan)
  3. Teknik Budidaya Rusa
  4. Teknis Penangkaran Rusa Timor (Cervus timorensis) untuk Stok Perburuan
  5. Analisis Finansial Penangkaran Rusa Timor di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor
  6. Pemanfaatan Hasil Ikutan Penangkaran Rusa yang Bernilai Ekonomis Tinggi (Laporan Penelitian Program Insentif Riset)

 

Informasi lebih lanjut:

Ir. Mariana Takandjanji, MS

Peneliti Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi

rambu_merry@yahoo.co.id

 

Koleksi Foto

Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi

 

http://www.forda-mof.org/

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan