08-04-2013 | 581 Klik

Pelantikan: Fokus, Prioritas dan Kaderisasi


FORDA (Jakarta, 05/04/13)_Promosi dan mutasi adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi. Hal tersebut merupakan proses untuk penguatan dan kemajuan organisasi itu sendiri. Demikian closing statement Dr. Hadi Daryanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan saat memberikan sambutan pada pelatikan pejabat eselon III dan IV tahun 2013 di Manggala Wanabakti, Jakarta, Jum’at (5/4) lalu. Pada pelantikan ini, sebanyak 15 staf Badan Litbang Kehutanan dilantik, satu orang sebagai pejabat eselon III dan 14 sebagai pejabat eselon IV.

Dalam arahannya, Bapak Sekjen menekankan 3 hal yakni fokus, prioritas dan kaderisasi. Pertama, agar pejabat yang dilantik untuk fokus kepada pekerjaan (utama) nya untuk tetap mencapai kinerja yang baik. Pejabat diminta jeli untuk menggolongkan jenis pekerjaan melalui 4 kuadran yaitu:

  1. K1 penting dan mendesak untuk dikerjakan sendiri,
  2. K2 penting dan tidak mendesak, didelegasikan, direncanakan dan dijadwalkan dengan baik,
  3. K3 tidak penting dan mendesak, untuk didelegasikan dan diarahkan, dan
  4. K4 tidak penting dan tidak mendesak, untuk didelegasikan kepada pejabat dan staf dibawahnya. 

Kedua, dalam menjalankan pekerjaan para pejabat agar cermat dalam menetapkan prioritas dalam pekerjaaan sehingga memudahkan dalam proses pengambilan keputusan. Ketiga, kaderisasi dalam organisasi sangat penting, sehingga para pejabat yang dilantik diminta untuk mampu menilai dan mengidentifikasi staf dan bawahannya yang dikelompokkan dalam beberapa kategori:

  1. tahu dan mampu atau memiliki kapasitas,
  2. tidak tahu, tetapi mampu, artinya memiliki kemampuan dan pengalaman lapangan yang baik, diarahkan untuk studi,
  3. tahu tetapi kurang mampu, diberi kesempatan untuk berkarya dilapangan sehingga wawasan lapangan bertambah, dan
  4. tidak tahu dan tidak mampu.

Lebih lanjut Bapak Sekjen menyampaikan bahwa organisasi yang kuat tentu didukung oleh SDM yang kuat dan profesional. Hal ini juga bisa dilihat dari bagaimana instrumen kebijakan yang dihasilkan oleh suatu institusi publik tersebut.

Kebijakan dan implementasi dapat dikategorikan sebagai berikut: (a) formulasi kebijakan atau kebijakannya baik, dan implementasinya didaerah berjalan baik, (b) formulasi kebijakan atau kebijakannya baik tetapi implementasinya didaerah kurang baik, diarahkan untuk sosialisasi didaerah, (c) formulasi kebijakan kurang baik, tetapi implementasi dilapangan baik, diarahkan untuk meninjau kembali kebijakan dan melibatkan para pihak yang berkompoten, dan (d) kebijakan yang kurang baik dan implementasinya yang kurang baik pula, yang harus dihindari. Tentu, semua akan berharap agar kebijakan dirumuskan dengan baik sehingga implementasinya baik pula didaerah.

Diakhir arahannya, Bapak Sekjen menyampaikan agar para pejabat yang dilantik untuk tetap fokus melaksanakan tugas dan pekerjaannya sembari melakukan kaderisasi, karena tantangan pembangunan kehutanan saat ini dan kedepan tetap tinggi dan sangat dinamis. Prosesi pelantikan tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri, ciptaan Kusbini.(TN)***


Artikel Terkait



- Tidak ada artikel yang terkait -