04-02-2013 | 745 Klik

Memberdayakan kaum perempuan untuk pengembangan gaharu di Cibaliung, Banten


gaharuPuskonser (Banten, 01/02)_Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi (Puskonser) bekerjasama dengan PT Cibaliung Sumberdaya (PT CSD) yang merupakan anak perusahaan tambang emas PT Aneka Tambang dan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (Balai TNUK) menyelenggarakan pelatihan pengembangan budidaya gaharu pada 31 Januari s/d 1 Pebruari 2013 di PT CSD, Cibaliung, Banten. 

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat di sekitar pertambangan emas agar dapat memanfaatkan lahan-lahan milik masyarakat secara lebih produktif. Pemanfaatan lahan dapat dilakukan antara lain dengan cara menanam pohon penghasil gaharu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Direktur Utama PT CSD, Kepala Balai TNUK, Kepala Puskonser, Camat Cibaliung, Kepala Desa, Kapolsek, DanDim, dan 102 peserta pelatihan. Uniknya ada 30 perempuan yang mengikuti pelatihan ini, dan ini baru pertama kali di Indonesia dalam pelatihan pengembangan gaharu yang telah dilaksanakan oleh Puskonser. Selama ini peserta pelatihan gaharu lebih didominasi oleh kaum laki-laki.

Dalam pelatihan ini, panitia menyediakan 5000 bibit pohon penghasil gaharu siap tanam. Adapun materi pelatihan yang dibawakan meliputi teknologi budidaya gaharu, hama-penyakit gaharu, jamur pembentuk gaharu dan perkembangan teknologi inokulasi gaharu di Asia, dan terakhir tentang teknologi bioinduksi gaharu.  Materi dibawakan oleh para peneliti Puskoner yakni Ir. Atok Subiakto, M.Sc., Ir. Ragil S.B. Irianto, M.Sc., Dr. Maman Turjaman, dan Dr. Erdy Santoso.  

Setelah pemberian teori dan diskusi selesai, dilanjutkan oleh  praktek budidaya gaharu dan teknologi inokulasi gaharu. Cara penanaman bibit gaharu dipandu langsung oleh Ir. Atok Subiakto, M.Sc., dan praktek inokulasi dipandu oleh teknisi dari Kelti Mikrobiologi Hutan yaitu sdr. Najmulah dan Sugeng Santosa.  Pada akhir pelatihan, peserta pelatihan gaharu menunjuk koordinator pada dua kelompok petani pengembangan gaharu yang dipimpin oleh seorang ibu dan seorang bapak.   

Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan program CSR (Corporate Social Responsibility) PT CSD yang telah  dimulai dengan program penangkaran rusa timor juga bekerja sama dengan Puskonser.  Pelatihan pengembangan gaharu selanjutnya akan dilanjutkan pada bulan Maret  2013  mengingat animo masyarakat di sekitar tambang yang sangat tinggi. Pemberian 5000 bibit gaharu akan diberikan lagi kepada para peserta pelatihan untuk ditanama di kebun dan sekitar  pekarangan.

Kedepan,  Puskonser juga memberikan masukan banyak teknologi yang berasal dari FORDA untuk masyarakat Cibaliung seperti pengembangan lebah madu, ulat sutera,  pengawetan kayu, produksi kompos, dll., sesuai dengan keinginan masyarakat di sekitar tambang PT CSD dan Balai TNUK. 

Kegiatan pengembangan gaharu tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk  sebagai substitusi membangun kegiatan “industri baru” apabila suatu saat nanti eksploitasi tambang emas habis dan ditutup, tetapi juga memberdayakan kaum ibu-ibu dapat berpartisipasi  dalam pengembangan gaharu. 

Diharapkan kaum ibu lebih telaten dalam merawat pohon penghasil gaharu, menjaga pohon dari serangan hama-penyakit,  melakukan kegiatan inokulasi gaharu, dan melakukan kegiatan pemanenan dan pengolahan diversifikasi poduk gaharu yang sangat bervariasi.  Manfaat dari kegiatan ini adalah para kaum ibu dapat berperan aktif sebagai pelaku konservasi jenis-jenis pohon penghasil gaharu dan juga dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Cibaliung.(MT)***

 

gaharu

gaharu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

gaharugaharu


Artikel Terkait



- Tidak ada artikel yang terkait -