15-09-2012 | 678 Klik

Perkuat Jejaring Kerja Pengembangan Hasil Hutan di ASEAN, Indonesia Bangun Situs Web ARKN-FPD


logo-ARKN

 

Pustekolah (Bandung, 12/09/12)_ Indonesia melalui Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan (Pustekolah) – Badan Litbang Kehutanan menginisiasi pembangunan situs web www.arkn-fpd.org.

ASEAN Regional Knowledge Network on Forest Product Development (ARKN-FPD) merupakan jejaring kerja yang dibentuk berdasarkan kesepakatan ASEAN Experts Group on Forest Product Development (AEG-FPD) saat sidang ke-2 di Manila (2010). Sidang ini juga memutuskan Indonesia sebagai koordinator (lead country) ARKN-FPD.

ARKN-FPD diharapkan dapat menjadi sumber datan dan informasi, media harmonisasi standar dan regulasi hasil hutan, termasuk membangun kerjasama penelitian dan publikasi dalam bidang pengembangan hasil hutan. Kehadiran jejaring kerja ini juga diharapkan dapat memperkuat ASEAN sebagai satu komunitas dalam konstelasi perdagangan hasil hutan dunia.

“Indonesia sebagai lead country berinisiatif membangun situs web www.arkn-fpd.org sebagai langkah awal menuju network yang sesungguhnya,” kata Dr. Putera Parthama, Kepala Pustekolah di Bandung, Rabu (12/9). Situs web ini, lanjut Putera, dimaksudkan untuk memfasilitasi komunikasi, pertukaran data dan informasi serta promosi kerjasama dibidang pengembangan hasil hutan antar negara anggota ASEAN (ASEAN Member States/AMS).

Situs web ini mencakup informasi mengenai produk hasil hutan, regulasi, publikasi, standar, pengembangan kapasitas, berita dan kegiatan. Selain itu, tersedia menu forum untuk diskusi terkait hal-hal pengembangan hasil hutan, termasuk pengembangan situs web ini.

 

Technical Meeting/Workshop on Regional Websites for ASEAN Forestry Cooperation

Dalam rangka sosialisasi dan meningkatkan kapasitas AMS dalam mengelola situs web tersebut, Kementerian Kehutanan yang diwakili oleh Pustekolah bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN menyelenggarakan Technical Meeting/Workshop on Regional Websites for ASEAN Forestry Cooperation. di Bandung, 12-14 September 2012.

Workshop ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan penjelasan teknis pengelolaan dua situs web, yaitu ARKN-FPD dan ASEAN Social Forestry Network (ASFN). Tujuan utamanya agar situs web dapat berjalan dengan baik dengan data yang selalu terbarui. 

Target workshop agar admin setiap AMS dapat memahami struktur, isi, dan teknis pengelolaan web, serta memberikan masukan atau ide untuk perbaikan di masa depan.“Situs web ini dirancang dinamis dan multi web-admin, sehingga memungkinkan setiap AMS mengelola data dan informasi secara mandiri pada halaman web negara masing-masing,” kata Putera dalam presentasinya.

Lebih lanjut Putera mengharapkan, setiap AMS diharapkan berkomiten untuk mulai mengakses dan bertanggung jawab untuk memelihara /memperbarui setiap informasi pada semua menu  dari situs web tersebut. Hal ini penting karena keberlanjutan dari pengelolaan website ini sangat bergantung kepada keaktifan dari setiap AMS. Hal ini pulalah yang menjadi alasan admin setiap Negara dilibatkan untuk memberikan pertimbangan dan masukan agar setiap AMS mempunyai rasa memiliki terhadap website ini.

 

Peluncuran Situs Web

“Situs web ARKN ini akan diluncurkan pada AMAF 2012 di Vientiane kira-kira akhir September ini, sehingga setiap menu masing-masing AMS harus sudah terisi, “tegas Putera diakhir presentasinya.Karena tanpa data dan informasi yang selalu diperbarui, situs ARKN-FPD tidak akan memberi manfaat apa-apa.

Berkaitan dengan hal itu, dalam workshop ini diundang para pihak dari Indonesia yang akan menjadi kontributor/sumber data utama bagi website ini. APHI, APKINDO (produk kayu), Pustanling (Standar), BUK (data hasil hutan dan regulasi), IPB (publikasi hasil hutan) dan para peneliti bidang hasil hutan adalah para pihak yang turut hadir dan diharapkan dapat berbagi data dan informasi secara kontinyu untuk website ini.

Delapan AMS hadir dalam workshop ini yakni Cambodia, Malaysia, Phlippines, Thailand, Indonesia, Laos Myanmar dan Vietnam. Turut hadir sebagai pembicara dalam acara ini adalah Ir. Sugeng Marsudiarto, M.Sc., Kepala Sub Direktorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan, Ditjen BPDASPS, Kemenhut dan Sagita Arhidani, Ketua Sekretariat ASFN.

Kontribusi dan komitmen dari AMS serta para pihak terkait dari Indonesia untuk mewujudkan situs web ini sebagai sumber informasi, diharapkan dapat mendorong network yang produktif antar AMS dalam memajukan pengembangan hasil hutan di ASEAN.(DP)***

 


Artikel Terkait



- Tidak ada artikel yang terkait -