07-07-2012 | 808 Klik

Workshop Pemanfaatan Benih Unggul dari Sumber Benih Bersertifikat


FORDA (Bogor, 6 Juli 2012)_Dalam rangka mendukung program pengembangan sumber benih di Indonesia, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Benih Unggul dari Sumber Benih Bersertifikat di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta pada 5 Juli 2012. Workshop bertujuan untuk mendapatkan masukan dalam menyusun usulan kebijakan pemanfaatan sumber benih, menginventarisasi sumber benih bersertifikat dan permasalahannya.

“Riset Pemuliaan tanaman adalah proses untuk mendapatkan bibit unggul yang akan diterapkan secara massal untuk mendapatkan hasil berkualitas dikemudian hari. Proses pemuliaan tanaman akan melalui pembangunan sumber benih untuk melakukan testing dan seleksi, tetapi pada saat yang sama sumber benih juga dapat menjadi cadangan untuk menjadi sumber materi tanaman.  Oleh karena itu Sumber benih merupakan areal strategis yang harus mendapat perhatian Badan Litbang Kehutanan, karena merupakan areal riset pemuliaan sekaligus bisa untuk sumber bahan perbanyakan tanaman.

Berdasarkan Permenhut P.72/2009 terdapat 7 tingkat sumber benih, sedangkan demplot sumber benih yang ada di badan Litbang bervariasi, mulai dari Tegakan Benih Teridentifikasi (terendah) sampai dengan Kebun Pangkas (tertinggi). Di catatan kami, pada tahun 2011 terdapat 14 sertifikat baru dan tahun 2012 bertambah 8 sertifikat baru dari 6 UPT Badan Litbang. Saya berharap bagi sumber benih yang belum bersertifikat agar segera mengikuti alur proses teknisnya untuk memenuhi persyaratan sertifikasi”, demikian arahan Kepala Badan Litbang Kehutanan yang dibacakan oleh Sekretaris Badan, Ir. Wisnu Prastowo, MF saat membuka acara tersebut.

Selain Kepala Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan, hadir narasumber lain, yaitu Direktur Bina Perbenihan Tanaman Hutan, Kepala Biro Hukum dan Oganisasi Kementerian Kehutanan, Kepala BPTH Bali – Nusa Tenggara, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), dan Johanes Kurniawan, Penyedia bibit.

Ir. Hardanto, MP dari Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan memaparkan Status dan Pemanfaatan Benih Bersertifikat. Pada tahun 2011, luas sumber benih bersertifikat secara nasional sekitar 9.300 ha yang meliputi 110 jenis, potensi produksi sekitar 14 juta kg tersebar di 29 provinsi dan 169 Kabupaten. “Berdasarkan klarifikasi sumber benih, lebih dari 78% termasuk dalam kelas terendah, yaitu Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT)”, jelasnya.

Di sesi kedua, Ketua Bidang Produksi Hutan Tanaman, APHI, Ir. Nana Suparna melalui presentasinya memaparkan permasalahan dalam pemenuhan benih. Permasalahan tersebut, antara lain terbatasnya sumber dan kesediaan benih berkualitas/bersertifikat; belum mantapnya sistem informasi perbenihan; dan masih kurangnya koordinasi dan sinergitas stakeholders perbenihan untuk mendukung pembangunan hutanan tanaman.

Di akhir workshop dirumuskan beberapa hal penting, salah satunya perlu diadakan workshop nasional pada tahun 2013 untuk merumuskan sistem perbenihan tanaman hutan secara nasional guna mengoptimalkan pemanfaatan benih bermutu/unggul dari sumber benih bersertifikat.

Workshop yang ditutup oleh Kepala Pusprohut, Dr. Bambang Trihartono, MF tersebut dihadiri peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah dan pihak swasta, seperti Badan Litbang Kehutanan sebagai penyelenggara, BPDAS di Jawa, Direktorat PTH, Dinas Kehutanan, APHI, perguruan tinggi dan UPTD perbenihan serta penyedia bibit. (RH)***

Materi yang disajikan meliputi:

  1. Pointers Kepala Badan Litbang Kehutanan;
  2. Program Pengembangan Sumber Benih di Indonesia oleh Kepala Puslitbang Peningkatan Produktifitas Hutan;
  3. Kebutuhan Benih Per-wilayah dalam Rangka RHL oleh Direktur Bina Perbenihan Tanaman Hutan;
  4. Aspek Hukum Kebijakan Pemanfaatan Benih Unggul dari Sumber Benih Bersertifikat oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi;
  5. Status dan Pemanfaatan Benih Bersertifikat oleh Kepala BPTH Bali – Nusa Tenggara;
  6. Potensi Kebutuhan dan Permasalahan Pengadaan Bibit untuk HTI oleh APHI;
  7. Rumusan Hasil Workshop

Artikel Terkait



- Tidak ada artikel yang terkait -