( Prosiding )

Prosiding "Pengelolaan Satwa Liar sebagai Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam"

👤Rizda 🕔 2011-06-29 07:53:01 Cover_prosiding_satwaliar.jpg

Kegiatan seminar hasil penelitian yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam Samboja (Balitek KSDA-Samboja) adalah salah satu upaya untuk mendiseminasikan hasil kegiatan dan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, kegiatan seminar ini juga dilakukan sebagai ajang diskusi, saling bertukar informasi antara para peneliti, akademisi, pengambil kebijakan, pihak swasta dan LSM terkait pengelolaan pengelolaan satwaliar secara lestari. Berkenaan dengan hal tersebut, maka Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam menyelenggarakan Seminar Hasil-hasil Penelitian dengan tema "Pengelolaan Satwa Liar sebagai Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam" yang diadakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada tanggal 5 November 2015.

Prosiding Reklamasi Lahan Pasca Tambang: Kebijakan, Konservasi dan Teknologi

👤Rizda 🕔 2011-06-29 07:53:01 cover_prosiding_tambang-ok.JPG

Meskipun kerusakan lingkungan merupakan dampak yang tak terelakkan dari penambangan terbuka, dampak dari kerusakan tersebut sebenarnya masih dapat diperbaiki melalui kegiatan reklamasi dan revegetasi lahan paska tambang. Walaupun saat ini melalui peraturan pemerintah telah mewajibkan setiap pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) melakukan kegiatan reklamasi dan revegetasi di lahan bekas tambangnya, namun demikian masih banyak ditemukan di lapangan dari pemegang ijin yang tidak melaksanakan kegiatan tersebut seperti yang telah diisyaratkan oleh peraturan tersebut.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam menyelenggarakan Seminar Hasil-hasil Penelitian dengan tema "Reklamasi Lahan Pasca Tambang: Aspek Kebijakan, Konservasi Dan Teknologi" yang diadakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada tanggal 27 November 2013. Prosiding ini menyajikan 10 makalah utama yang dipresentasikan oleh peneliti dari Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, BPDAS Mahakam Berau, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur, Jaringan Advokasi Tambang, Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman dan PT Singlurus Pratama. Selain itu juga disajikan rumusan seminar yang merupakan sintesa dari makalah-makalah yang disampaikan dan hasil diskusi serta evaluasi dari peserta seminar. Prosiding ini juga memuat 5 makalah penunjang yang berkaitan dengan tema seminar.

Prosiding Tumbuhan Obat dari Hutan: Konservasi, Budidaya dan Pemanfaatan

👤Rizda 🕔 2011-06-29 07:53:01 cover_prosiding_seminar_obat.jpg

Berkaitan dengan usaha-usaha konservasi, budidaya dan pemanfaatan tumbuhan hutan berkhasiat obat, Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samboja (Balitek KSDA-Samboja), sejak beberapa tahun lalu juga telah melakukan serangkaian kegiatan yang tidak hanya terkait dibidang penelitian berupa teknik budidaya dan pemanfaatan saja, namun juga usaha konservasi tumbuhan hutan berkhasiat obat baik konservasi ek-situ dan in-situ. Selain itu, Balitek KSDA juga telah mengeksplorasi sebagian potensi tumbuhan hutan berkhasiat obat di dalam Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Penelitian Samboja maupun di sebagian wilayah Kalimantan.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam menyelenggarakan Seminar Hasil-hasil Penelitian dengan tema "Tumbuhan Obat dari Hutan: Konservasi, Budidaya dan Pemanfaatan" yang diadakan di Gedung Pertemuan PT. Pegadaian Balikpapan pada tanggal 3 Desember 2014. Seminar ini merupakan sarana penyebarluasan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam kepada para pengambil kebijakan, akademisi dan masyarakat pada khususnya, yang hasilnya dituangkan dalam prosiding ini.

Seminar Nasional Restorasi DAS

👤Tuti 🕔 2011-06-29 07:53:01 cover_solo.JPG

Buku Prosiding Seminar Nasional Restorasi DAS  merupakan salah satu karya Balitek DAS Solo, mengambil tema “Mencari Keterpaduan di Tengah Isu Perubahan Iklim”. Buku ini merupakan salah satu output dari kegiatan Seminar Nasional yang terselenggara atas kerjasama Balitek DAS Solo dengan Prodi Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNS Surakarta dan Fakultas Geografi UMS Surakarta pada tanggal 25 Agustus 2015 di Auditorium Gedung Pascasarjana Lt. 6 UNS Surakarta

.

Reforma Agraria untuk Mendukung Tata Kelola Kehutanan yang Baik

👤Rizda 🕔 2011-06-29 07:53:01 Cover_reformaagraria.jpg

Prosiding ini merupakan hasil seminar yang dilaksanakan di Ruang Rimbawan 2, Gedung Manggala Wanabakti Jakarta pada tanggal 7 April 2014. Tujuan dilaksanakannya seminar ini adalah: 1) Mendiseminasikan aplikasi alat ukur kinerja tata kelola kehutanan yang baik di daerah, 2) Memberikan masukan kepada pemerintah baru tentang formulasi kebijakan dalam rangka reformasi agraria kehutanan, dan 3) Memberikan masukan kebijakan dalam pengelolaan hutan. Makalah yang dipresentasikan difokuskan pada kajian tentang konflik lahan serta kriteria dan indikator tata kelola kehutanan.

Seminar Hasil-hasil Penelitian BPTKSDA “Mengelola Konservasi Berbasis Kearifan Lokal

👤budi 🕔 2011-06-29 07:53:01 sampul_PROSIDING_kearifan_lokal.jpg

 Konservasi sumberdaya hayati meliputi aspek pelestarian, pengawetan, pemanfaatan ekosistem, populasi dan jenis TSL. Aspek pemanfaatan sumberdaya alam hayati oleh masyarakat dilaksanakan/dilakukan secara bijak (wise use ) secara berkelanjutan. Konservasi terbagi menjadi 2 bagian, yaitu: preservasi dan restorasi yang memiliki dependensi inherent mutual  diantara keduanya. Untuk tujuanrestorasi akan lebih aman jika memakai konsep keadaan sebelumnya yang diketahui daripada konsep keadaan asli atau keadaan semula. Untuk tujuan preservasi lebih aman jika memakai konsep memperpanjang kesempatan hidup populasi minimum (minimum viable population) dan menjaga fungsi daya dukung daripada mempertahankan keadaan aslinya/keutuhannya. Mendorong konservasi berbasis pengetahuan tradisional dan kearifan lokal sebagai pendekatan dan komplemen bagi konservasi sumberdaya alam hayati di Indonesia. Masyarakat lokal yang terdiri dari berbagai suku bangsa merupakan konservator yang perlu mendapatkan sentuhan pembinaan sehingga dengan sendirinya dapat mengkonservasi kawasan tanpa mengabaikan kearifan lokal (local wisdom).

Berkenaan dengan hal tersebut, maka Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam menyelenggarakan Seminar Hasil-hasil Penelitian dengan tema “Mengelola Konservasi Berbasis Kearifan Lokal”  yang diadakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada tanggal 29 November 2012. Seminar ini merupakan sarana penyebarluasan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam kepada para pengambil kebijakan, akademisi dan masyarakat pada khususnya, yang hasilnya dituangkan dalam prosiding ini.

Prosiding ini menyajikan 7 makalah utama yang dipresentasikan oleh peneliti dari Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam, Kepala Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen PHKA. Selain itu juga disajikan rumusan seminar yang merupakan sintesa dari makalah-makalah yang disampaikan dan hasil diskusi serta evaluasi dari peserta seminar. Prosiding ini juga memuat 8 makalah penunjang yang berkaitan dengan tema seminar.

 

http://www.forda-mof.org atau www.litbang.dephut.go.id

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Forestry Research and Development Agency (FORDA)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Teknologi Pengelolaan DAS “Hubungan antara Luas Hutan Pinus dan Aliran Dasar di Sub DAS Kedung Bulus, Kebumen”

👤budi 🕔 2011-06-29 07:53:01 2014P_BPTKPDAS_08_Heru-Gunardjo.jpg

Daya dukung daerah aliran sungai (DAS) adalah kemampuan DAS untuk mewujudkan kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatnya kemanfaatan sumberdaya alam bagi manusia dan makhluk hidup lainnya secara berkelanjutan. Daya dukung DAS harus ditingkatkan sebagai akibat dari terjadinya penurunan daya dukung DAS yang ditandai dengan banjir, tanah longsor, erosi, sedimentasi dan kekeringan yang mengakibatkan terganggunya perekonomian dan tata kehidupan masyarakat. Daerah aliran sungai termasuk kategori dipertahankan atau dipulihkan daya dukungnya tergantung dari kondisi lahan, kualitas, kuantitas dan kontinuitas air, sosial ekonomi, investasi bangunan air, dan pemanfaatan ruang wilayah.

Permasalahan pengelolaan DAS saat ini adalah penurunan kualitas DAS di Indonesia sebagai akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan serta meningkatnya ego sektoral dan ego kewilayahan. Untuk itu maka pengelolaan DAS merupakan upaya yang sangat penting untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengelolaan DAS adalah upaya manusia dalam mengatur hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya, agar terwujud kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatnya kemanfaatan sumberdaya alam bagi manusia secara berkelanjutan. Pengelolaan DAS meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta pembinaan dan pengawasan yang diselenggarakan secara terkoordinasi dengan melibatkan Instansi Terkait pada lintas wilayah administrasi serta peran serta masyarakat. Dengan terbitnya PP Nomor 37 tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS, maka Indonesia memiliki acuan sehingga pengelolaan DAS secara terpadu dapat dilaksanakan dan daya dukung DAS dapat dipertahankan. Selain itu dukungan IPTEK di bidang pengelolaan DAS diperlukan untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut.

 

http://www.forda-mof.org atau www.litbang.dephut.go.id

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Forestry Research and Development Agency (FORDA)

Prosiding Seminar Nasional Agroforestri 2013

👤budi 🕔 2011-06-29 07:53:01 seminar_agroforestri_di_kawasan_karst.jpg

Gunungkidul is an area in Yogyakarta province that has a mountainous topography. This area has a karst region which is one segment of the Gunungsewu or Pegunungan Seribu karst region. During the dry season, the area is often hit by drought. This leads to the lake existence becomes an alternative water storage reserves. Lake used as a water source for the daily use. The problems that exist in the region is, the number of lakes that dry up during the dry season arrives. This study aims to determine the role agrofosrestri residing around the lake Gunungkidul as lake management system in the karst region. A survey method used to determine differences in the management of lake area, both lakes are able to survive in the dry season, and the lake dried up in the dry season. The results showed from 14 districts in Gunungkidul there are only 10 districts that have a lake. Management system that is able to maintain the lake's water availability is the adoption of agroforestry system by utilizing certain plants around the lake. Nonetheless, agroforestry systems as an alternative management around this lake region, also influenced by topography, around land status, as well as the influence of local wisdom that are still exist in the community, and physical activity in the lake. An appropriate technology application by using agroforestry system in the land management around the lake, turned out to demonstrate the ability of a sustainable water source.


Keywords : agroforestry, lake, karst

http://www.forda-mof.org atau www.litbang.dephut.go.id

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Forestry Research and Development Agency (FORDA)

 

Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Das Terpadu Untuk Kesejahteraan Masyarakat-Skenario Penggunaan Lahan Melalui Aplikasi Model Genriver untuk Memprediksi Kemampuan Menyangga Cadangan- Cadangan Air di DAS Kali Konto Hulu Kabupaten Malang

👤budi 🕔 2011-06-29 07:53:01 2014P_4A10_Christanti_Agustina.jpg

Alih fungsi hutan akibat deforestasi mengakibatkan menurunnya fungsi hidrologis DAS. Hutan umumnya dikaitkan dengan fungsi positif tata air dalam suatu ekosistem DAS dan semua alih guna lahan hutan dianggap akan berdampak negatif terhadap kuantitas dan kualitas air bagi masyarakat di daerah hilir. Perubahan penggunaan lahan berdampak nyata pada fungsi hidrologis DAS, terutama kemampuan DAS dalam menyediakan kebutuhan air dalam kehidupan masyarakat dalam DAS. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kemampuan DAS dalam menyimpan air dalam DAS adalah intersepsi hujan oleh vegetasi, permukaan lahan yang tidak /kurang dapat ditembus air hujan (jalan, atap rumah, lapangan parkir, batuan tersingkap, dan pemadatan tanah) dan intensitas hujan. Kedua faktor yang pertama sangat ditentukan oleh tata guna lahan dalam DAS.

Oleh karena itu, pengaturan tata guna lahan yang berorientasi pada peningkatan fungsi hidrologis DAS perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap kemampuan DAS dalam menyangga hujan maksimum; (2) pengaruh perencanaan tutupan lahan terhadap kemampuan DAS dalam menyimpan cadangan air melalui skenario penataan penggunaan lahan dengan simulasi Model GenRiver menggunakan indikator kemampuan penyangga, kemampuan penyangga relatif, kemampuan penyangga kejadian hujan maksimum, fraksi limpasan permukaan, fraksi aliran cepat dalam tanah dalam DAS dalam menjamin ketersediaan air masyarakat yang tinggal didalam DAS yang dikembangkan Van Noordwijket al. (2006). Hasil simulasi skenario tersebut diharapkan dapat menjadi rekomendasi penataan penggunaan lahan yang berorientasi pada perbaikan fungsi hidrologis di DAS Kali Konto Hulu.

 

http://www.forda-mof.org atau www.litbang.dephut.go.id

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Forestry Research and Development Agency (FORDA)

Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan DAS Terpadu Untuk Kesejahteraan Masyarakat-Skenario Perubahan Penggunaan Lahan di Das Way Betung Sebuah Simulasi Karakteristik Hidrologi Menggunakan Model SWAT

👤budi 🕔 2011-06-29 07:53:01 2014P_4A10_Christanti_Agustina.jpg

Model hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dapat dimanfaatkan untuk melakukan prediksi karakteristik hidrologi DAS yang dipengaruhi oleh perubahan penggunaan dan pengelolaan lahan. Penggunaan dan pengelolaan lahan dapat diubah dengan skenario tertentu dan dengan melalui proses simulasi dapat diprediksi karakteristik hidrologi yang ditimbulkan.

 

http://www.forda-mof.org atau www.litbang.dephut.go.id

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Forestry Research and Development Agency (FORDA)