KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 12. August 2019 - 59 klik

Asesmen Awal di BP2LHK Aek Nauli Menuju Akreditasi KNAPPP

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Agustus 2019) _Dalam rangka menata sistem kelitbangan agar mencapai hasil yang maksimal dan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pusat Unggulan Iptek (PUI), Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aek Nauli berupaya untuk mendapatkan pengakuan formal sebagai lembaga litbang yang berkualitas dari Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP). Salah satu tahapan untuk mendapatkan pengakuan tersebut adalah dengan dilakukannya asesmen awal oleh Tim KNAPPP ke Balitbang LHK Aek Nauli pada 1 hingga 2 Agutus 2019.

Kegiatan asesmen tersebut dilakukan oleh empat orang tim KNAPPP dari Kemenristekdikti, yaitu Budi Priyono selaku Ketua, Gayuh Rahayu selaku anggota, Galuh Endah Palupi selaku observer, dan Andri Sandrani selaku pendamping. Dari Balitbang LHK Aek Nauli, hadir mengikuti asesmen tersebut yaitu tim yang ditunjuk sebagai manager mutu, manager teknis, manager operasional, penangggung jawab dokumen, serta para peneliti.

Dalam pengantarnya, Budi selaku ketua tim menyampaikan bahwa dalam Akreditasi KNAPPP ini yang akan dinilai adalah kemampuan pranata litbang dalam melaksanakan litbang sesuai dengan tugas dan fungsi, visi dan misi, mutu keluaran hasil litbang, dan efisiensi kinerjanya dalam memenuhi persyaratan umum yang telah ditentukan.

“Asesmen ini akan dilaksanakan 2 hari. Ada tiga ruang lingkup yang akan kami nilai, hal ini terkait dengan bidang penelitian yang ada di BP2LHK Aek Nauli, yaitu Forest Conservation and Influence, Silviculture, dan Environmental Sociology. Saya yakin dokumen dan data pendukungnya sudah disiapkan,” kata Budi.

Senada dengan hal tersebut, Galuh juga menambahkan bahwa jika pedoman KNAPPP 02 : 2007, yang merupakan panduan cara pengisian borang dan dokumen penunjang yang diperlukan sudah diterapkan, maka asesmen akan mudah dilakukan.

Selanjutnya, Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama, Ismed Syahbani, S.Hut mewakili Kepala Balai memaparkan secara singkat profil BP2LHK Aek Nauli, yaitu terkait tupoksi balai, wilayah kerja, SDM, sarana prasarana, kerjasama, hingga capaian litbang.

“SDM kami sangat terbatas terutama penelitinya. Dari 10 peneliti, yang ada cuma 7 orang, karena 3 nya masih sekolah. Namun itu tidak mengurangi semangat kami untuk mencapai hasil maksimal. Alhamdulillah mulai 2019 kami bisa masuk pembinaan PUI, sehingga akreditasi KNAPPP ini memang sangat perlu untuk kami raih untuk lebih meningkatkan kualitas,” ungkap Ismed.   

Selama dua hari asesmen, dilakukan pemeriksaan berbagai dokumen mulai dari persyaratan organisasi, persyaratan SMM, persyaratan manajemen litbang, penilaian kinerja dan verifikasi matrik KNAPPP, klarifikasi hasil temuan ketidaksesuaian terhadap seluruh elemen persyaratan, dan juga pengecekan ke lapangan terkait sarana prasarana. Dari hasil tersebut dilakukan penilaian dan kemudian dilakukan pemberian rekomendasi perbaikan. Perbaikan untuk penetapan akreditasi KNAPPP baik temuan mayor maupun minor harus diselesaikan paling lambat dua bulan.***MB