KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 19. July 2019 - 164 klik

Kiprah Peneliti Balitbang LHK Banjarbaru dalam Restorasi Rawa Gambut

Balitbang LHK Banjarbaru (Banjarbaru, Juli 2019)_Balitbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Banjarbaru terus menunjukkan kiprahnya. Beberapa waktu lalu, dua orang peneliti mudanya bertolak ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk mengikuti berbagai kegiatan terkait restorasi rawa gambut.

Dr. Dony Rachmanadi, Peneliti bidang Silvikultur, yang tahun lalu sukses menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Gadjah Mada ditunjuk sebagai salah satu narasumber dalam diskusi bertema “Pengembangan Show Window Pembelajaran dan Tantangan Restorasi Berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut”, Selasa (18/6/2019) lalu.

Acara ini diselenggarakan oleh UPT Laboratorium Lahan Gambut - CIMTROP Universitas Palangka Raya sebagai tindak lanjut kunjungan show window  Deputi IV Penelitian dan Pengembangan - Badan Restorasi Gambut (BRG) ke Kalimantan Tengah sebelumnya.

Dalam diskusi tersebut, Dony membawa agenda diskusi berjudul “Restorasi Gambut Teintegrasi di KHDTK Tumbang Nusa (show window)”. Diskusi yang dilaksanakan di camp KHDTK Tumbang Nusa ini diikuti oleh para mahasiswa Pascasarjana Universitas Palangka Raya.

Peneliti yang telah lama bergelut dengan pengelolaan lahan gambut ini menerangkan arti penting ekosistem gambut, kondisinya saat ini, usaha perbaikan terkait penelitian yang dilakukan oleh Balitbang LHK Banjarbaru, konstribusi hasil penelitian dalam restorasi gambut, dan komitmen untuk kesinambungan restorasi gambut, khususnya di Kalimantan Tengah.

“Di sana saya menyampaikan konstribusi Balitbang LHK Banjarbaru dalam upaya restorasi hutan rawa gambut,” ujar Dony saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dony menerangkan, bentuk konstribusi hasil litbang dalam upaya restorasi hutan rawa gambut meliputi enam hal. Pertama, revitalisasi paludikultur; kedua, analisis dan antisipasi kebakaran hutan gambut; ketiga, hidrologi tanah gambut; keempat, revegetasi dan regenerasi alam, dan kelima, edukasi dalam bentuk Program RePeat, serta keenam, bioindikator restorasi yang tidak hanya ditinjau dari perkembangan tanaman rehabilitasi tetapi juga dari mikroba tanah, makrofauna, semut, burung, dan herpetofauna.

Pada waktu yang sama, Purwanto Budi Santosa, S. Hut, M. Sc, peneliti yang juga cukup lama berkecimpung dalam pengelolaan hutan rawa gambut diminta menjadi salah satu pemateri pelatihan “Training of Facilitator Survey Restorasi Lahan Gambut dengan Memanfaatkan Hasil Riset”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BRG bekerjasama dengan Finland University dan Pusat Diklat SDM LHK.

Pelatihan yang berlangsung pada 17 hingga 21 Juni 2019 di Hotel Neo Palma, Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini, dimaksudkan untuk membekali pejabat teknis di Indonesia yang menangani bidang lingkungan hidup dan kehutanan serta perwakilan perusahaan yang berada di wilayah lahan konsesi dengan peningkatan kapasitas untuk mengelola dan memantau restorasi lahan gambut di tujuh provinsi yang menjadi fokus BRG.

Kepada peserta, pengelola KHDTK Tumbang Nusa ini memaparkan seluk beluk suksesi hutan sekunder yang ada di KHDTK Tumbang Nusa dan berbagai program Balitbang LHK Banjarbaru dalam upaya pemulihan hutan rawa gambut pasca kebakaran tahun 2015 silam, khususnya Program RePeat yang saat ini menjadi program unggulan dan populer di KHDTK Tumbang Nusa.

“Selain memberikan materi tentang suksesi hutan sekunder yang ada di KHDTK Tumbang Nusa, kami juga diminta memaparkan tentang pemilihan jenis dan pembuatan tanaman yang digunakan untuk revegetasi di Program Repeat,” kata Purwanto saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskannya, RePeat (Rehabilitation of Peatland) merupakan kegiatan penanaman secara sukarela di lahan gambut terdegradasi. Program ini dimulai sejak tahun 2016 dengan melakukan penanaman kembali jenis tanaman rawa gambut di areal yang telah ditentukan.

“Berbagai kalangan civitas akademika, komunitas, TNI, dan lembaga-lembaga internasional telah berpartisipasi dalam program ini. Hingga bulan April 2019 telah dilakukan penanaman pada lahan seluas 21,5 Ha dengan +_21.500 tanaman oleh 1680 sukarelawan RePeat,” kata Purwanto waktu itu.

Pada kesempatan tersebut para peserta pelatihan diajak mengamati pertumbuhan tanaman yang ada di areal RePeat dan beberapa plot penelitian yang ada di belakang camp KHDTK Tumbang Nusa.

Selain tenaga pengajar dari Balitbang LHK Banjarbaru, pelatihan ini juga diisi oleh pemateri dari Widya Iswara Pusdiklat LHK, Deputi 3-BRG, Kepala Pokja Edukasi dan Sosialisasi BRG, Kepala Pokja Wil. Sumatera BRG, dan Kepala Pokja Wil. Kalimantan.

Pelatihan ini diikuti 31 orang peserta dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Peserta terbanyak, 13 orang berasal dari perusahaan pemegang konsesi perkebunan di lahan gambut. 10 orang peserta berasal dari Dinas Provinsi yang menangani lingkungan hidup dan kehutanan dari berbagai daerah. BRG mengirimkan 6 orang peserta dan Pusat Diklat SDM LHK Bogor mengirimkan satu orang peserta. Selain itu, pelatihan ini juga dikuti 2 orang peserta dari Balai Taman Nasional Sebangau dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah.***DA