KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 16. July 2019 - 254 klik

Wakili Indonesia, BLI KLHK Hadiri 22nd AWG FPD - ASOF Meeting di Manila

P3HH (Bogor, Juli 2019) _Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hadir sebagai delegasi Indonesia pada the 22nd ASEAN Working Group on Forest Products Development (AWG-FPD) Meeting yang diselenggarakan ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) di Manila, 15 - 19 Juli 2019.

Selaku National Focal Point AWG Forest Product Development ASOF, Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si, Kepala Puslitbang Hasil Hutan (P3HH) hadir memimpin delegasi Indonesia. Ratih Damayanti, PhD, Peneliti P3HH dan Khuswantoro Akhadi, MAP, Kepala Sub Bidang Program dan Anggaran P3HH turut mendampingi. 

Tujuh poin penting yang disampaikan delegasi Indonesia dalam pertemuan AWG-FPD ini adalah:

  1. Country progress reports: ASEAN Criteria and Indicators (C&I) for legality of timber, forest management certification and the implementation of timber certification and legality assurance systems and ASEAN Chain of Custody (CoC) Guidelines;
  2. Country progress report on Herbal and Medicinal Plants: Research and Development, production and marketing, private sector, and conservation initiative onEurycoma longifolia (Pasak Bumi/Tongkat Ali);
  3. Development and trade of Macadamia integrifolianut in Indonesia; diusulkan dalam pertemuan untuk dipelajari dan dibudidayakan bersama;
  4. Update on the Establishment of Networking among ASEAN Research and Trade Promotion Institutions to Facilitate Exchange of Information, Transfer of Technology, and Sharing of Expertise in Forest Products Development and Trade; Indonesia sebagai super admin website ARKN-FPD (ASEAN Regional Knowledge Network on Forest Product Development);
  5. Update on the FLEGT VPA negotiation; Indonesia sebagai lead country;
  6. Development of National Standards among others through the Adoption or Modification of ISO Standard and Exchange of Information on the Latest Edition of ISO and IEC Standards for Harmonisation/Alignment; Indonesia sebagai lead country;
  7. Capacity building Needs: Proposal on ‘Training on wood and plant identification using Near Infra-red Spectroscopy and computer vision’; usulan dari Indonesia dan Filipina.

Selain tujuh poin tersebut, pada kesempatan ini, Indonesia juga mengusulkan joint research dan kompilasi penelitian jati cepat tumbuh dan meranti di wilayah ASEAN.

Sebagai informasi, selain AWG-FPD yang dilaksanakan pada 15-16 Juli 2019 ini, acara ASOF lainnya yang serangkaian dengan itu adalah ASEAN International Seminar on Current International Issues Affecting Forestry and Forest Product ke-20 diadakan pada 17 Juli 2019, dan ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) pada 18-19 Juli 2019. Seminar dan ASOF Meeting ini turut dihadiri peserta lainnya dari KLHK.

Bertempat di Makati Residence, negara-negara anggota ASEAN menyampaikan country progress report pada masing-masing agenda. Setidaknya ada 12 agenda yang dibahas pada AWG-FPD di hari pertama dan kedua ini. Pertemuan ini dihadiri sembilan negara anggota ASEAN, kecuali Singapura.

ASOF merupakan organisasi di bawah ASEAN yang membidangi pertanian, kehutanan, dan pangan yang dikoordinir oleh kementerian yang mengurusi pertanian dan kehutanan (AMAF) dan didukung oleh Senior Official Meeting (SOM).

ASOF mendiskusikan progress implementasi dari kerangka kebijakan kehutanan yang ada di ASEAN. ASOF memiliki ahli-ahli dan gugus tugas yang berbeda untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan tertentu. ASEAN Working Group on Forest Management (AWG-FM), AWG on Cites and Wildlife Enforcement, AWG on Forest Product Development (AWG-FPD), AWG on Social Forestry (AWG-SF), dan AWG on Forest and Climate Change (AWG-FCC) adalah bidang-bidang kegiatan ASOF.

Setiap tahun semua anggota ASOF bertemu untuk merumuskan kegiatan dan kerjasama antar negara anggota. Sesuai dengan protokol ASEAN, pertemuan AWG-FPD tahun ini dipimpin oleh Ketua yaitu Filipina sebagai tuan rumah, dan Wakil Ketua yaitu Thailand sebagai tuan rumah pelaksanaan pertemuan tahun depan.***