KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 15. July 2019 - 147 klik

Andeer Tambah Tiga Ekor Rusa

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juli 2019)_Setelah Jonggi dan Nauli, sepasang rusa sambar (Rusa unicolor) yang didatangkan Februari 2019 lalu, Minggu (7/7/2019) Andeer (Aek Nauli Deer) mendapatkan tambahan tiga ekor rusa sambar baru. Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mendatangkan rusa tersebut dari penangkaran PT. Pratama Agro Sawit (PAS), Kab. Batanghari, Provinsi Jambi. 

Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si menyampaikan bahwa kedatangan tiga ekor rusa tersebut diharapkan akan semakin mendukung pelaksanaan kegiatan litbang tentang rusa.Selain itu, bertambahnya 2 rusa jantan dan 1 rusa betina tersebut bisa semakin menarik kedatangan pengunjung wisata ilmiah di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli. 

“Terima kasih kepada Kepala dan Staf BKSDA Jambi yang telah membantu dalam proses pengadaan serta pimpinan PT. PAS yang telah menyumbangkan rusanya. Tambahan tiga ekor rusa ini harus benar-benar dimanfaatkan, baik untuk penelitian maupun untuk wisata ilmiah. Sehingga nantinya bisa menjadi model percontohan bagi masyarakat yang tertarik mengembangkan penangkaran rusa dalam skala yang lebih luas,” kata Pratiara. 

Pada kesempatan lain, Peneliti BP2LHK Aek Nauli, Wanda Kuswanda S.Hut, M.Sc, yang menginisiasi penambahan koleksi rusa sambar di Andeer mengemukakan bahwa selama ini BP2LHK Aek Nauli cukup kesulitan mendatangkan bibit rusa sambar yang diperkirakan memiliki genetik yang masih murni, terutama pada generasi F2 atau F3 di Sumatera Utara,  sehingga dicoba mencari dari luar provinsi, seperti Aceh dan Jambi. 

Lebih lanjut Wanda menyampaikan bahwa saat ini tiga ekor rusa tersebut masih dalam tahap adaptasi karena proses pengangkutan yang cukup jauh dan juga perubahan lingkungan. 

“Untuk menghindari stres karena pengangkutan, kemarin beberapa hari kandang kita beri penutup. Sekarang sudah kita buka karena rusanya sudah mulai beradaptasi. Tapi karena asalnya dari lokasi yang cuacanya panas kemudian dibawa ke tempat kita yang dingin, kita masih tetap selalu kontrol, supaya rusanya tetap sehat. 

Asep Sukmana, SP, M.Sc, Peneliti BP2LHK Aek Nauli lain yang juga membantu penelitian rusa menyampaikan bahwa nantinya akan ada beberapa kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan di Andeer tersebut, yaitu palatabilitas pakan, tingkat konsumsi pakan, aktivitas harian, perlakuan untuk meningkatkan peluang reproduksi, dan pengembangan rekayasa pakan buatan (suplemen). 

“Jadi lima ekor rusa di Andeer ini sudah mencukupi untuk dijadikan sebagai sampel penelitian, sehingga data yang akan diambil nantinya bisa lebih valid dan akurat,” pungkas Asep. 

Sebagai informasi, Andeer merupakan kegiatan penelitian dan pengembangan (plot litbang) sebagai sarana penelitian konservasi satwa liar terutama rusa sambar untuk meningkatkan populasi serta dipadukan dengan kegiatan wisata. Andeer dibangun pada tahun 2018 dan menempati area seluas 0.25 hektar areal arboretum atau areal koleksi pohon-pohon hutan dataran tinggi yang luasnya 50 hektar.***MB