Dientry oleh Risda Hutagalung - 11 July, 2019 - 164 klik
Berpartisipasi di Soropadan Agro Expo 2019, Balitek DAS Pamerkan Hasil Riset Terkait Pertanian

Balitek DAS (Solo, Juli 2019)_Satu stan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prov. Jawa Tengah, Perhutani dan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian LHK Regional Jawa Tengah, Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo mendiseminasikan beberapa produk hasil risetnya di Soropadan Agro Expo 2019 di Temanggung, Jawa Tengah baru-baru ini. 

Menurut Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama Balitek DAS, Ir. Salamah Retnowati, M.Si, produk riset yang ditampilkan pada kesempatan ini dipilih sesuai dengan tema Soropadan Agro Expo (SAE) 2019 yaitu "Korporasi Petani dan Integrasi Teknologi Informasi Menuju Petani Semakin Sejahtera". 

“Harapannya, dengan adanya informasi yang tepat, petani dapat mengelola lahan secara efisien dan efektif, dengan memperhatikan teknik konservasi tanah dan air sehingga hasil yang diperoleh melimpah,” kata Salamah. 

Produk riset Balitek DAS yang ditampilkan dalam pameran yang dilaksanakan selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Juli 2019 ini dikemas dalam bentuk poster, mug, cd digital publikasi tahun 1988-2015, gantungan kunci, dan publikasi. Poster yang ditampilkan berjudul “Peningkatan Ketahanan Pangan Wilayah melalui Pengelolaan DAS Terpadu”, serta “Agrosilvikultur Karet dan Rotan Jernang”. 

Beberapa publikasi yang ditampilkan dan dibagikan kepada pengunjung, diantaranya berjudul Cemara Laut Mengubah Lahan Marginal Menjadi Potensial; Silvikultur Rehabilitasi Pantai Berpasir Kebumen; Sertifikasi Ekolabel Hutan Rakyat; Pengendali Erosi Jurang; Teknik Mitigasi Banjir dan Longsor; 15 Jenis Tanaman Pelindung Mata Air; dan Sistem Pengelolaan DTA Waduk, serta majalah CerDAS Volume 4 Nomor 1 dan 2 Tahun 2018.  

Harapan Salamah tersebut selaras dengan pernyataan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya. Ganjar mengajak para petani Jawa Tengah untuk meningkatkan hilirisasi produk yang dihasilkan dengan berdagang lintas negara atau ekspor. 

"Ayo ekspor, SAE merupakan meeting point, tempat petani dan pembeli potensial bertemu untuk saling berbagi, dan berdagang. Tidak hanya di hilir saja, namun pada bagian hulu, Pemprov Jateng (Jawa Tengah) juga berupaya memberikan pelatihan untuk memaksimalkan hasil pertanian," kata Ganjar. 

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga mengungkapkan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas gebrakannya dalam meningkatkan neraca perdagangan dengan memacu ekspor pangan. Gebrakan tersebut, antara lain penggunaan teknologi digital dari hulu hingga hilir, peningkatan sumberdaya petani, pengembangan pangan lokal dan kemudahan pelayanan penerbitan izin ekspor. 

Menanggapi hal tersebut, Suwandi, Dirjen Hortikultura Kementan, mewakili Menteri Pertanian dalam sambutannya mengatakan bahwa kebijakan daerah atau Provinsi Jateng telah selaras dengan kebijakan pusat atau Kementan yaitu menggelorakan ekspor pertanian lokal. Kementan telah berupaya mempercepat proses perizinan ekspor untuk komoditas hortikultura dan perkebunan, dan digitalisasi.

"Pangan lokal Indonesia dipercaya memiliki keunggulan dan manfaat lebih baik dibandingkan pangan impor. Hal ini dikarenakan pangan lokal dibudidayakan dengan benih lokal yang bagus dan ditanam di wilayah bentang khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari," kata Suwandi.

Selama kegiatan pameran, stand Dinas LHK juga membagikan bibit gratis kepada para pengunjung dengan kupon. Bibit gratis tersebut disediakan oleh BPDASHL Solo yang merupakan hasil persemaian di Jumantono kerjasama dengan Balitek DAS Solo.***

 

Informasi Lebih Lanjut:

Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS)

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp.  0271 - 716709, Fax.   0271 – 716959