KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 08. July 2019 - 63 klik

Hak Atas Kekayaan Intelektual: Perlindungan Hak Hasil Penelitian

BP2LHK Makassar (Makassar, Juli 2019)_Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) adalah hak-hak yang lahir atas perwujudan kreasi intelektual manusia yang mencakup rasa, karsa dan cipta manusia. Pada intinya HAKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan, Mohammad Yani pada Bimbingan Teknis HAKI di ruang rapat Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar, Jumat (5/7/2019).

“Mengapa perlindungan kekayaan intelektual itu penting? dikarenakan untuk melindungi hak asasi manusia dan meningkatkan kesejahteraan pencipta, inventor, pemilik kekayaan intelektual; memacu masyarakat untuk berkarya dan berinovasi; memajukan Iptek pada sebuah negara serta menarik investor untuk berinvestasi sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” kata Mohammad Yani.

Dalam paparannya, Yani menjelaskan, secara garis besar kekayaan intelektual terbagi menjadi dua bagian yaitu Hak Cipta berupa sastra, seni dan ilmu pengetahuan; dan Hak Kekayaan Industri berupa paten, merek, desain industri, rahasia dagang, perlindungan varietas tanaman dan desain tata letak sirkuit terpadu.

“Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Yani dalam paparannya.

Menurut Yani, ide, gagasan, pemikiran yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata atau masih dalam angan-angan bukan termasuk dalam lingkup hak cipta.

“Perlindungan hak cipta berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Jika pemegang hak cipta adalah badan hukum, jangka waktu perlindungan berlaku 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman,” jelas Yani.

Sedangkan hak paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

“Paten mencakup invensi di bidang teknologi, baik proses, atau pengembangan dan penyempurnaan produk atau proses, dan dapat diterapkan dalam industri. Jangka waktu perlindungan 20 tahun untuk paten biasa dan 10 tahun untuk paten sederhana,” jelas Moh. Yani.

Selanjutnya terkait merek, dijelaskan oleh Feny Feliana, Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual. Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, susunan warna dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi, suara, hologram atau kombinasi keduanya untuk membedakan barang dan jasa yang diproduksi dalam kegiatan perdagangan.

“Terdapat 2 jenis merek yaitu merek dagang untuk barang yang diperdagangkan, dan merek jasa untuk jasa yang diperdagangkan. Jangka waktu perlindungan 10 tahun dan dapat diperpanjang sampai dengan 10 tahun berikutnya,” kata Moh. Yani.

Terkait pengajuan HAKI, Moh Yani dan Feny menjelaskan beberapa hal yaitu: tidak melakukan plagiarisme; mencantumkan sumber referensi (footnote/catatan kaki) dalam membuat suatu karya; tidak menggunakan merek/paten/desain industri terdaftar milik orang lain tanpa izin/perjanjian lisensi dari pemilik merek/paten/desain industri yang bersangkutan; dan segera melakukan pendaftaran kekayaan intelektual begitu karya selesai dibuat; serta tidak melakukan pendaftaran kekayaan intelektual dengan iktikad buruk.

Bimbingan teknis yang dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan kegiatan dukungan administrasi terkait pengajuan dan perlindungan hak hasil penelitian ini dihadiri oleh Kepala Balai, para Kepala Seksi dan para peneliti lingkup BP2LHK Makassar serta undangan dari UPT lingkup KLHK di Sulawesi Selatan.***IKI