KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 04. July 2019 - 147 klik

Bahas Hilirisasi di B2P2BPTH, Penasehat Senior Menteri LHK Sampaikan Beberapa Pesan

B2P2BPTH (Yogyakarta, Juni 2019)_”Mindset Shift for Organization Transformation meliputi  puspose, network, empowering, experimentation, and transparency,” tutur Dr. Ir. Efransjah, M.Sc, Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) saat memberikan masukan dan pandangan pada acara Hilirisasi Hasil Litbang Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Jumat (28/6/2019).

Menurut Efransjah, kalau hilirisasi B2P2BPTH mau eksis harus relevan dan saling terkoneksi dengan keadaan sekarang. Proses hilirisasi di B2P2BPTH ideal dalam konteks skala operasional yang terjangkau.

Penasehat Senior Menteri KLHK ini juga membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses hilirisasi antara lain tata kelola yang dapat diaudit, simple namun auditable, transparan dan perlu mempersiapkan instrumen yang tidak berbenturan dengan aturan.

Efransjah juga menambahkan bahwa proses hilirisasi juga membutuhkan entitas sehingga memunculkan benefit sharing internal. Selain itu, hilirisasi merupakan proses yang harus menjangkau end user sehingga proses ini harus jelas aturan mainnya serta transparan.

Sebelumnya, Dr. Nur Sumedi, S.Pi, MP, Kepala B2P2BPTH menyampaikan bahwa peningkatan kerja sama kelembagaan merupakan landasan utama dalam mendukung proses hilirisasi, yang telah dilakukan di B2P2BPTH. Disamping itu, inovasi dari produk yang dihasilkan akan menimbulkan potensi usaha produksi.

”Potensi dampak luas pemanfaatan produk adalah untuk melihat sukses atau tidaknya proses hilirisasi,” kata Nur pada pertemuan itu.

Adapun prasyarat hilirisasi, yaitu harus dikelompokkan atas jenis produknya (sosial, semi komersil dan komersil), unggul dan murah (dibandingkan kompetitornya), tersedia dan terdistribusi secara geografis, serta dipromosikan kepada publik secara massif dan berkelanjutan.

Peneliti senior B2P2BPTH yaitu Dr. Arif Nirsatmanto sebagai calon Direktur Biotifor Mart yang merupakan salah satu media hilirisasi hasil litbang B2P2BPTH menyampaikan bahwa perlunya formasi yang baik agar rencana hilirisasi B2P2BPTH dapat berperan optimal, memberikan apresiasi yang baik bagi peneliti terkait tanpa bertentangan dengan aturan yang ada.

Menambahkan apa yang disampaikan Dr. Arif, Nur menyampaikan bahwa proses hilirisasi yang dilakukan oleh B2P2BPTH adalah melalui 3 tahapan, yaitu pendekatan terhadap proses, mitra kerja dan penetrasi pasar sebagai sarana promosi.

”Saat ini sudah ada 5 macam produk benih unggul yang siap dihilirisasi, antara lain : Acacia mangium (F1, F2, F3), Eucalyptus pellita (F1, F2), Tectona grandis (Jati Purwo), Melaleuca cajuputi (F1, F2), Acacia auriculiformis (Akor) (F1, F2),” kata Nur.***UQ

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

E-Journal          : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index