KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Dyah Puspasari - 16. May 2019 - 217 klik

Sinergi PUI Menuju Hilirisasi Industri Pulp dan Kertas Berkualitas

B2P2BPTH (Yogyakarta, Mei 2019)_ Sinergi Pusat Unggulan Iptek (PUI) menuju hilirisasi industri pulp dan kertas berkualitas merupakan proses yang  melibatkan beragam teknologi dan inovasi dari beberapa lembaga riset. Penerapan teknologi penyediaan bahan baku unggul hasil pemuliaan tanaman (varietas unggul) adalah langkah awal. Selanjutnya adalah teknologi pengujian sifat-sifat kayu, dan teknologi pengolahan bahan baku kayu (manufacturing process) pada tahap akhir. 

“Hilirisasi industri ini pada tahap awal akan melibatkan sinergi tiga PUI dari dua Kementerian,” ungkap Dr. Arif Nirsatmanto, peneliti sekaligus Ketua Tim Sinergi PUI Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta, baru-baru ini saat ditemui di ruang kerjanya. 

Baca juga: BBPPBPTH Yogyakarta Raih PUI Pertama di KLHK

Lebih lanjut Arif menjelaskan bahwa 2 PUI berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan 1 PUI dari Kementerian Perindustrian. Teknologi penyediaan bahan baku unggul akan dihasilkan dari PUI Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta. Sementara teknologi pengujian sifat-sifat kayu akan dihasilkan dari PUI Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis di Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) Bogor. Selanjutnya bahan baku unggul tersebut diolah menjadi pulp dan kertas berkualitas dengan teknologi industri yang dihasilkan dari PUI Industri Selulosa di Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Bandung. 

Baca juga: P3HH Raih PUI Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis

Ruang lingkup inovasi yang dihasilkan dari sinergi ini, menurut Arif terdiri atas 3 bagian. Pertama, inovasi pemuliaan tanaman jenis akasia dan ekaliptus untuk mendapatkan varietas tanaman yang unggul.  Keunggulan terutama pada produktivitas riap yang tinggi hingga mempercepat waktu panen, maupun potensi kandungan selulosa dan hasil pulp yang lebih tinggi. Kedua, inovasi dalam input teknologi kayu untuk mendukung strategi pemuliaan tanaman berbasis industri. Ketiga, inovasi dalam input proses pengolahan bahan baku kayu/manufacturing di tingkat industri.  Selain itu, juga dibangun dan diperluas jejaring mitra usaha pulp dan kertas untuk skala produksi. 

“Target awal yang diharapkan dari hasil sinergi ini adalah dapat dikembangkannya prototipe laik industri pulp dan kertas dari hulu sampai hilir,” jelas peneliti pemuliaan tanaman di BBPPBPTH Yogyakarta tersebut. Untuk verifikasi produk pulp dan kertas, saat ini sedang dilakukan sinergi riset antar 3 lembaga pelaksana PUI tersebut. 

“Hasil sementara menunjukkan bahwa kayu dari varietas-varietas ini mampu menghasilkan produk kertas yang memenuhi SNI. Proses perbanyakan massal varietas ini melalui kultur jaringan juga sedang dilakukan sinergi dengan SEAMO-BIOTROP Bogor,” terangnya.  Ketua Tim Sinergi PUI BBPPBPTH ini berharap dengan adanya sinergi riset berbasis varietas unggul hasil pemuliaan tanaman ini akan menghasilkan prototipe laik industri dalam mendukung hilirisasi  industri pulp dan kertas yang  produktifdan berkualitas di Indonesia. 

Melalui sinergi antar kepakaran dan antar lembaga riset dalam proses hilirisasi ini, diharapkan akan mampu menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi untuk meningkatkan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) di atas 7, nilai tambah industri, produktivitas, daya saing dan inovasi industri pulp dan kertas nasional. 

Penyokong Utama Ekspor Produk Kehutanan 

Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-6 sebagai negara produsen kertas dan peringkat ke-9 sebagai produsen pulp terbesar di dunia. Data kinerja ekspor nasional delapan tahun terakhir memperlihatkan bahwa industri kertas menduduki peringkat pertama dan industri pulp menduduki peringkat ketiga tertinggi untuk ekspor produk kehutanan. 

“Memperhatikan perkembangan di atas, industri pulp dan kertas merupakan salah satu industri utama di hilir yang akan menjadi sasaran kegiatan penelitian pemuliaan dan pengembangan jenis-jenis tanaman akasia dan ekaliptus dalam upaya penyediaan bahan baku yang produktif dan berkualitas,” lanjut Arif. 

Jalan Panjang Pemuliaan Tanaman 

B2P2BPTH sejak tahum 1994 telah melakukan pemuliaan tanaman jenis akasia dan ekaliptus. Kegiatan ini dikemas dalam suatu strategi pemuliaan yang komprehensif untuk menghasilkan benih unggul dalam mendorong peningkatan produktivitas industri berbasis serat seperti pulp, kertas dan rayon. Penelitian pemuliaan tanaman akasia dan ekaliptus ini juga dilaksanakan dengan membangun jejaring kerjasama melibatkan beberapa mitra usaha pelaku pembangunan HTI di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. 

Dalam kurun waktu 25 tahun, B2P2BPTH telah menghasilkan benih unggul Acacia mangium dan Eucalyptus pellita melalui tiga siklus generasi pemuliaan tanaman, yaitu generasi pertama (F-1), F-2 dan F-3. Benih-benih unggul ini  sudah dilepas oleh Menteri Kehutanan  pada tahun 2004, 2013 dan 2015. Produktivitas benih unggul selalu meningkat mencapai riap > 40 m3/ha/th untuk A. mangium dan 35 m3/ha/th untuk E. pellita. Produk benih unggul ini sudah banyak dimanfaatkan oleh pelaku pembangunan HTI.  

Pada tahun 2018 B2P2BPTH sudah berhasil merakit empat  varietas baru Acacia dan Eucalyptus dan sudah Terdaftar di  di Pusat Perijinan dan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dengan nama: Purwo Bersinar Ep006, Purwo Bersinar Ep007, Purwo Bersinar Ep014, dan Purwo Sri Ah044. 

Baca juga: PVT, Penghargaan Tertinggi Bagi Pemulia Tanaman

Upaya pemuliaan tanaman ini tidak hanya  ditujukan untuk meningkatkan produktivitas volume bahan baku kayu. Kegiatan ini juga dilakukan dengan tujuan meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan akan kebutuhan bahan bahan kimia dalam proses manufaktur industri di tingkat pengolahan baku kayu menjadi pulp dan kertas. Semuanya itu dalam rangka mendukung perkembangan industri pulp dan kertas yang berwawasan lingkungan (green industry). *** PK

Informasi lebih lanjut:
Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc. dan Dr. Sri Sunarti, S.Hut.,MP.
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan
Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 15, Purwobinangun, Yogyakarta 55582, Telp. (0274) 895954, Faks. (0274) 896080
url : http://biotifor.litbang.menlhk.go.id, atau http://www.biotifor.or.id