KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 10. May 2019 - 154 klik

Potensial, Wisata Ilmiah Tematik di KHDTK Aek Nauli Terus Dikembangkan

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2019)_Mendukung upaya peningkatan wisatawan ke Danau Toba, Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli yang lokasi hutannya berada di salah satu gerbang masuk Danau Toba, menawarkan objek wisata baru berupa wisata ilmiah atau edutainment. Dari potensi yang ada, wisata ilmiah ini terus dikembangkan dan dikemas menjadi wisata ilmiah tematik. 

Wisata Tematik merupakan salah satu cara penyajian atraksi wisata melalui pemilihan tema-tema sesuai  minat para wisatawan dan waktu yang tepat. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli merupakan sarana wisata ilmiah yang berpotensi menyajikan beragam fenomena menarik. Untuk itu, kajian potensi wisata tematik di KHDTK Aek Nauli terus dilakukan. 

Beberapa potensi wisata tematik di KHDTK Aek Nauli untuk wisata ilmiah antara lain, yaitu wisata ilmiah buah-buah tanaman hutan; wisata ilmiah eksplorasi jamur di bawah tegakan hutan; wisata ilmiah eksplorasi jenis burung dan satwa di hutan Aek Nauli; dan wisata ilmiah musim bunga pohon-pohon hutan. 

Menurut M. Hadi Saputra, peneliti BP2LHK Aek Nauli, dalam mendukung penilaian potensi wisata ilmiah tematik tersebut, perlu dilakukan kajian terhadap beberapa aspek penting pada objek wisata. 

“Pengamatan masa-masa pembungaan dan pembuahan berbagai jenis pohon di KHDTK Aek Nauli merupakan salah satu yang dapat diteliti,” kata Hadi. 

Aktivitas harian dan perilaku serangga sebagai pollinator alami, burung dan satwa lainnya juga penting untuk dianalisa. Selain itu perlu diamati kondisi iklim mikro yang terdapat di dalam kawasan hutan dan iklim makro yang mencakup keseluruhan areal Danau Toba. Informasi curah hujan, kelembapan, intensitas cahaya, kecepatan dan arah angin serta variabel lain yang mempengaruhi fisiologis pohon menjadi informasi yang sangat penting. 

“Disamping itu, pengamatan waktu musim hujan dan kemarau perlu untuk ditinjau dalam menganalisa kondisi yang cocok untuk penyebaran jamur di bawah tegakan pohon,” tambah Hadi. 

Seluruh informasi yang telah dikumpulkan tersebut akan menjadi bahan untuk mengelola event dan tema khusus untuk wisata ilmiah di KHDTK Aek Nauli. Penyajian kalender waktu pembungaan, pembuahan, aktivitas harian satwa, serta distribusi jamur akan menjadi informasi bagi wisatawan dalam merencanakan kegiatan wisata.

“Hal ini akan mengoptimalkan kinerja KHDTK Aek Nauli dalam mengelola dan menyajikan kalender jadwal wisata ilmiah. Sehingga diharapkan perencanaan kegiatan wisata ilmiah tematik akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik wisata di kawasan pariwisata Danau Toba. 

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011, Danau Toba telah ditunjuk sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional yang termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN). Lebih lanjut pengembangan Kawasan Wisata Nasional Danau Toba tercantum pada Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2014 tentang RTR Kawasan Danau Toba dan sekitarnya. 

Percepatan pengembangan Danau Toba sebagai salah satu KSPN juga tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Berdasarkan peraturan tersebut, pemerintah berusaha untuk dapat meningkatkan daya tarik wisata di areal Danau Toba.***