KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 07. May 2019 - 180 klik

BLI Bahas Pembangunan Branding dan Keunikan Hasil Litbang Masing-Masing Satker

BP2LHK Aek Nauli (Parapat, Mei 2019)_Serangkaian dengan kegiatan Media Visit di KHDTK Aek Nauli, Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi (BLI) mengadakan pertemuan lingkup BLI membahas “Pembangunan Branding dan Keunikan Litbang Lingkup BLI”. Ini dilakukan menindaklanjuti arahan Kepala BLI, Dr. Agus Justianto agar hasil-hasil penelitian tersebut dikemas melalui digital marketing

Menurut arahan Kepala BLI, ini penting untuk menjangkau generasi milenial mengingat generasi yang dikenal sangat dekat dengan teknologi dan internet ini, saat ini memiliki peran yang dominan di kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi BLI untuk mendiseminasikan hasil-hasil litbang sampai ke masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si ketika menjadi moderator dalam pembahasan yang diadakan di Hotel Niagara Parapat, Kamis (2/5/2019) malam. 

”Hasil-hasil penelitian yang ‘membosankan’ harus dikemas dalam bentuk digital marketing  agar bisa mudah sampai dan diterima masyarakat,” kata Sylvana. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PT. Satu Kolektif Abadi, yaitu Wahyu Mahendra, Yudi, dan Kenan. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang digital marketing

Digital marketing adalah media pemasaran dimana media sosial sebagai wadahnya,” papar Kenan. "Pemasaran produk dilakukan melalui influencer, yaitu seseorang yang hobinya posting di sosial media,” tambah Kenan. 

Menurut Kenan, tujuan menggunakan influencer adalah untuk efisiensi budget pemasaran. Influencer ini memiliki pengaruh yang besar di media sosial karena followers nya banyak. Followers ini sangat meyakini bahwa apa yang dilakukan dan direkomendasikan oleh influencer di sosial media adalah sesuatu yang bagus dan menarik. 

Pada kesempatan yang sama, Dr. Endang, selaku koordinator kegiatan penelitian Prioritas Nasional (Prinas) di KHDTK Aek Nauli memaparkan hasil yang akan dicapai dari setiap kegiatan penelitian. Hal ini dilakukan agar tim digital marketing mendapat gambaran tentang hasil-hasil litbang yang akan dikemas. Diharapkan wisata di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dikemas dalam bentuk wisata ilmiah, yaitu pendidikan dengan cara menyenangkan (edutainment). 

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sharing informasi oleh setiap kepala pusat dan kepala balai satuan kerja (satker) BLI. Masing-masing pimpinan unit kerja menyampaikan keunikan/eksotikme hasil litbang yang nantinya akan dikemas dalam bentuk digital marketing

Sebagai informasi, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli saat ini mempunyai beberapa potensi hasil litbang yang sudah siap dibranding, yaitu wisata ilmiah panen madu, panen getah pinus, panen kemenyan, memanggil siamang, dan konservasi gajah jinak. Kedepannya juga akan disiapkan wisata ilmiah rusa sambar, teh taxus, dan teh pirdot.***NNN