KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Dyah Puspasari - 07. May 2019 - 368 klik

Edutainment, Strategi Wisata Ilmiah di Hutan Aek Nauli Toba

BLI (Aek Nauli, Mei 2019)_Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, kini bukan sekedar hutan penelitian. Dengan konsep edutainment, KHDTK Aek Nauli yang berada di gerbang wisata Danau Toba Sumatera Utara ini, mampu menyajikan atraksi wisata ilmiah sebagai proses edukasi yang menyenangkan. Ini merupakan salah satu strategi diseminasi hasil Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK yang dilakukan untuk lebih menarik minat masyarakat untuk mempelajari dan memanfaatkan hasil-hasil litbang dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. 

“Bahwa hasil litbang adalah sesuatu yang membosankan, adalah suatu konsep yang harus diubah menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dipelajari,” ungkap Dr. Sylvana Ratina, Sekretaris BLI saat menyampaikan sambutan dalam acara Media Visit Wisata Ilmiah KHDTK Aek Nauli Toba, Kamis (2/5) di Aek Nauli. 

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 4 media cetak dan TV nasional serta 8 media lokal ini,  Sylvana menyampaikan bahwa dibutuhkan kerjasama dengan berbagai media untuk membantu mempopulerkan hasil-hasil litbang sehingga terbentuk opini publik yang baik. Dengan demikian terjadi perubahan cara pandang atas hasil litbang, yang diharapkan dapat meningkatkan kemanfaatan hasil litbang. 

“Saya berharap ini akan menjadi model wisata ilmiah kawasan hutan, terutama untuk 34 KHDTK lainnya,” ungkap Dr. Dwi Sudharto, Kepala Puslitbang Hasil Hutan, mewakili Kepala BLI saat membacakan sambutan pada kegiatan media visit tersebut. 

Peran media jurnalistik sangat penting dalam pengembangan model wisata ilmiah ini.  Media jurnalistik adalah pemain sentral, dengan karakter  bahasa dan cara atraktif dan provokatif yang dimilikinya. “Saya berharap melalui media jurnalistik ini, promosi-promosi hasil litbang menjadi masif dan mengangkat citra BLI,” jelasnya. 

Arus pembangunan wisata ilmiah ini, lanjut Dwi, adalah untuk: 1) membangun kepedulian, kecintaan alam dan tanah air terutama pada generasi muda, 2) transfer IPTEK, membentuk cara pikir pro-lingkungan/ekologi, 3) membangun platform kerja bisnis wisata ilmiah, kemandirian kelola, serta menjadi rujukan para pihak 4) berkontribusi membangun kapasitas masyarakat lokal serta 5) meningkatkan kapasitas sumber daya manusia BLI. 

Dalam kegiatan media visit ini, hadir seluruh kepala unit kerja lingkup BLI dalam rangka pembelajaran untuk mengelola KHDTK.  Ini dilakukan karena KHDTK merupakan tempat utama untuk melakukan kegiatan litbang, oleh karenanya juga sebagai tempat eksploitasi besar-besaran untuk mendiseminasikan seluruh hasil litbang. 

Satu Lokasi Beragam Sensasi, Hanya di KHDTK Aek Nauli 

KHDTK Aek Nauli, kawasan dengan tipe ekosistem hutan hujan dataran tinggi ini berada pada salah satu pintu masuk utama menuju Danau Toba, kawasan strategis pembangunan pariwisata nasional. Kawasan seluas 1.900 ha ini terletak di Aek Nauli, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. 

Dikelola oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, obyek-obyek ilmiah di KHDTK Aek Nauli sangat menjanjikan untuk menjadi tujuan wisata selain Danau Toba. Disini, selain dapat menikmati keindahan hamparan tegakan hutan pinus, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi hasil-hasil litbang. 

Dengan tema “Menjelajah Lansekap Hutan Wisata Ilmiah  Aek Nauli Toba”, beberapa obyek hasil litbang yang dikunjungi dalam kegiatan media visit ini adalah atraksi panen madu lebah, panen getah pinus, penyadapan dan panen getah kemenyan, konservasi gajah jinak dan atraksi memanggil siamang. Tidak hanya menyaksikan, pengunjung juga dapat praktek langsung  memanen madu, getah pinus dan kemenyan, serta berinteraksi dengan gajah.  

  1. Edutainment Panen Lebah Madu (Aeknauli Beecosystem

Aeknauli Beecosystem merupakan suatu kesatuan sistem yang terdiri dari sumberdaya manusia yang ahli dalam budidaya lebah madu, sumber pakan lebah berupa taman nektar dan tanaman hutan termasuk galeri lebah serta teknologi budidaya dan pemanenan lebah madu terkini yang handal dan efisien. 

Di galeri lebah terdapat berbagai macam peralatan pemanenan lebah madu dan berbagai produk lebah madu. Pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi pemanenan madu lebah melainkan juga terlibat langsung dalam kegiatan pemanenan madu serta mencicip madu hasil panen. 

Baca juga: Stypro (Styrax Propolis), Inovasi dari Aeknauli Beecosystem

 

  1. Edutainment Panen Getah Pinus 

Terdapat 3 strain Pinus merkusii yang terdapat di KHDTK Aek Nauli yaitu Pinus merkusii strain Aceh, strain Tapanuli dan strain Kerinci.  Selain menghasilkan kayu dan jasa lingkungan, pinus juga merupakan produsen resin gondorukem dan terpentin, hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Pengunjung akan diajak praktek langsung cara memanen getah pinus dan melihat produk gondorukem, terpentin dan minyak atsiri. Selain itu juga terdapat jalur tracking menuju Pinus merkusii terbesar di Dunia di lokasi KHDTK Aek Nauli, dengan waktu tempuh + 1 jam.  Pinus terbesar tersebut memiliki diameter 1,5 meter, tinggi lebih dari 50 meter dengan perkiraan usia 150 tahun. 

Baca juga: Pinus di Aek Nauli, Bukan Sekedar Pohon 

 

  1. Edutainment Panen Getah Kemenyan 

Pohon kemenyan menghasilkan getah yang mengandung senyawa benzoin dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri, penambah aroma rokok, obat-obatan, bahan kosmetika, penolak serangga (insektisida alami), farmasi, dan pengawet makanan dan minuman.  Selain itu, kayu kemenyan juga dapat dipergunakan untuk bahan bangunan dan untuk jembatan, karena memiliki mutu baik yakni termasuk kelas kuat II-III dengan berat jenis 0,56-0,81. 

Di KHDTK Aek Nauli terdapat kebun kemenyan dari jenis kemenyan jenis Styrax sumatrana dan Styrax benzoin.  Di kawasan ini, selain dapat melihat dari dekat pohon kemenyan, pengunjung juga akan mendapatkan informasi mengenai karakteristik botani, teknik silvikultur dan praktek (demonstrasi) pemanenan getah kemenyan. 

Baca juga: Parfum Kemenyan Tobarium, dari Mistis Menjadi Eksotis

 

  1. Edutainment Memanggil Siamang 

Siamang (Symphalangus syndactylus Raffles, 1821) merupakan salah satu jenis satwaliar dari kelompok primata yang merupakan satwa endemik Pulau Sumatera. Habitat utama siamang adalah hutan tropis pegunungan.  Penelitian siamang yang dilakukan BP2LHK Aek Nauli antara lain adalah inventarisasi populasi dan sebaran, serta penelitian habitat dan pakan siamang. 

Memanggil siamang merupakan salah satu atraksi wisata yang menarik. Dengan bahasa tertentu yang terekam dalam memori, siamang dapat dipanggil untuk datang, menyapa dan berinteraksi dengan pengunjung. Siamang dapat dipanggil dengan cara meniup terompet yang terbuat dari tanduk kerbau. Bila sudah mendengar suara terompet, siamang akan langsung menuju ke arah pawang dengan bergayut dari dahan ke dahan. 

Baca juga: Sensasi Memanggil Siamang, Kera Hitam di KHDTK Aek Nauli 

 

  1. Edutainment Konservasi Gajah di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)

Keberadaan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) di KHDTK Aek Nauli bertujuan untuk mengembangkan konservasi gajah secara  ek-situ. Pembangunannya dilakukan atas kerjasama tiga pihak antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara, BP2LHK Aek Nauli dan Lembaga Vesswec. Rangkaian penelitian yang dilakukan BP2LHK Aek Nauli meliputi kajian pohon pakan alami, perilaku adaptasi gajah, kesehatan gajah, pembangunan demplot pakan tambahan rumput gajah  sampai model kelembagaan yang bisa dikembangkan dalam pengelolaan ANECC.

Di ANECC, pengunjung akan mendapatkan berbagai penjelasan tentang  ilmu pengetahuan tentang kehidupan dan perilaku gajah.  Selain itu, khusus pada hari libur, pengunjung dapat menyaksikan beragam atraksi gajah pada panggung theater, bersentuhan, berfoto, memberi makan sampai mandi bersama gajah yang didampingi oleh mahout/pelatih gajah. Pengunjung dapat juga ikut ‘ngangon’ gajah di dalam hutan KHDTK Aek Nauli bersama para mahout. 

Baca juga: ANECC, Magnet Baru Destinasi Wisata Danau Toba

Selain 5 obyek wisata ilmiah di atas, KHDTK Aek Nauli juga memiliki areal camping ground yang dapat menampung hingga 2.000 peserta. Ada juga obyek penangkaran rusa, atraksi penyulingan minyak atsiri dari berbagai jenis potensial di KHDTK Aek Nauli serta beberapa hasil litbang lainnya yang sangat menarik dan dapat memperkaya ilmu pengetahuan.  Hal ini menunjukkan potensi wisata ilmiah KHDTK Aek Nauli yang besar, sehingga sangat mendukung pengembangan wisata Danau Toba. 

Menyumbang PNBP

Selain berkontribusi pada diseminasi hasil litbang, pengelolaan KHDTK Aek Nauli dengan konsep edutainment ini juga telah berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).  PNBP yang disumbang dari pengelolaan KHDTK Aek Nauli semakin meningkat.

Akhir Desember 2018, setoran PNBP BP2LHK Aek Nauli dari wisata ilmiah khususnya dari Camping Ground mencapai 5 juta, hampir tiga kali lipat dari tahun 2017.  “Sampai April 2019, sudah mencapai 6 juta, artinya terjadi peningkatan yang luar biasa,” jelas Pratiara, S.Hut., M.Si. Dengan angka ini, maka diproyeksikan pada akhir 2019 dapat diperoleh PNBP sebesar 18 juta, yang artinya meningkat 9 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

Jumlah pengunjung ke KHDTK Aek Nauli terus meningkat, sehingga berdampak pada kenaikan PNBP. Keberadaan kegiatan media visit ini tentunya diharapkan dapat semakin meningkatkan ketertarikan wisatawan untuk melakukan wisata ilmiah di KHDTK Aek Nauli. 

Masuk Prioritas Nasional

Pada 2019 ini, KHDTK Aek Nauli menjadi lokasi pelaksanaan proyek Prioritas Nasional "Penerapan IPTEK Pengembangan Ekowisata Kawasan Hutan Aek Nauli dan Kawasan Danau Toba". Kegiatan ini merupakan upaya BLI untuk mendukung Prioritas Nasional ke-3, yaitu Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi melalui Pertanian, Industri dan Jasa Produktif.

Kegiatan ini juga secara langsung mendukung percepatan pengembangan tujuh kawasan pariwisata, dan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Oleh karena itu, salah satu tujuan kegiatan media visit ini adalah untuk percepatan dan optimalisasi pelaksanaan prioritas nasional di kawasan tersebut.

Selain dihadiri oleh belasan media nasional dan lokal dan seluruh kepala unit kerja lingkup BLI, kegiatan media visit ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri KLHK bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pramuka, Sekretaris Umum Pimpinan Saka Kalpataru dan Saka wanabhakti Tingkat Nasional, Kepala Bidang Konservasi Wilayah II BBKSDAE Sumatera Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Simalungun, pengusaha wisata, perhotelan dan travel Danau Toba serta Camat dan Kapolsek sekitar lokasi.  Turut hadir puluhan siswa dan mahasiswa dari Pematang Siantar yang berasal dari SMA Sultan Agung, SMAN 5, Pesantren Al Barokah dan Universiras Simalungun. Total peserta media visit mencapai 200 orang.*(DP)

 

Informasi lebih lanjut, reservasi atau pemesanan produk:
Koperasi Pengawai Negeri (KPN) Sylva - BP2LHK Aek Nauli
Jln. Raya Parapat Km. 10,5, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 21174
Kontak person an. Ruth (HP 0813-9785-0441) atau Komala/Yessi (HP 0811-6194-222)