KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Dyah Puspasari - 07. May 2019 - 115 klik

ANECC, Magnet Baru Destinasi Wisata Danau Toba

BLI (Aek Nauli, Mei 2019)_Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli adalah magnet baru destinasi wisata Danau Toba. Sejak ANECC diresmikan pada Desember 2017 lalu, jumlah pengunjung KHDTK Aek Nauli terus meningkat dari 5.000 hingga saat ini total telah mencapai 75.000 orang.

“ANECC dibangun dengan 3 tujuan utama, yakni pertama untuk konservasi terutama breeding, kedua untuk litbang sebagai obyek penelitian dan ketiga untuk ekowisata,”ungkap Wanda Kuswanda, S.Hut, M.Sc, peneliti utama BP2LHK Aek Nauli, kepada para awak media dan peserta Media Visit Wisata Ilmiah KHDTK Aek Nauli Toba, Kamis (2/5) di Aek Nauli. Pembangunan ini terlaksana atas kolaborasi 3 pihak, yaitu Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BBKSDAE) Sumatera Utara, dan Lembaga Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic). 

Terdapat 4 ekor gajah di ANECC, yaitu Ester (betina, ± 36 tahun), Vini (betina, ± 30 tahun), Siti (betina, ± 37 tahun), dan Luis Vigo (jantan, ± 12 tahun).  Menuju lokasi ANECC, wisatawan disuguhi oleh hamparan tegakan pinus yang indah.  Selanjutnya, tidak hanya dapat melihat gajah dari dekat, melainkan juga menyentuh, berfoto bersama, memberi makan sampai memandikan gajah didampingi oleh mahout/pelatih gajah. Bahkan, apabila waktunya bertepatan, pengunjung dapat juga ikut ‘ngangon’ gajah di dalam hutan KHDTK Aek Nauli bersama para mahout.

ANECC juga menyediakan panggung atraksi gajah. Atraksi ini dipimpin oleh  Ilham, mahout senior di ANECC. Dalam atraksi ini, setiap gajah dipandu oleh mahaout masing-masing. Atraksi gajah tersebut biasanya hanya dilakukan pada hari libur dimana pengunjung akan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang kehidupan dan perilaku gajah dan menikmati beberapa atraksi seperti gajah berhitung, gajah mengalungkan bunga dan menendang bola.

Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat mempelajari kehidupan gajah sembari menikmati keindahan alam KHDTK Aek Nauli. Hal-hal seperti ini sangat unik, dan tidak dapat dijumpai pada tempat wisata lain yang juga menampilkan gajah sebagai obyek wisatanya.

Untuk mendukung tujuan pembangunan ANECC, telah tersedia berbagai fasilitas, yakni fasilitas berupa panggung pertunjukan, joglo, shelter, pusat informasi, rumah mahout, kandang sosialisasi, kandang tidur gajah, kolam mandi gajah, dan klinik gajah. 

Aktivitas Harian Gajah di ANECC

Keseharian gajah di ANECC dimulai dengan sarapan hingga sosialisasi dan istirahat malam. Para pengunjung dapat menyaksikan seluruh aktivitas gajah yang dilakukan hingga sore hari. Seno Pramudito, S.Hut, ME, Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematang Siantar BBKSDAE Sumut, menjelaskan sarapan pagi gajah dilakukan sampai pukul 8 pagi. Selanjutnya adalah mandi hingga pukul 9. Aktivitas mandi ini dilakukan 2 kali sehari, mandi sore dilakukan pada pukul 3-4 sore. 

Setelah mandi pagi, mulai pukul 10 gajah akan diangon di kawasan KHDTK Aek Nauli. Kegiatan utama lainnya ada aktivitas di kandang sosialisasi mulai pukul 4 sore hingga menjelang gelap. Aktivitas sosialisasi ini adalah bagian dari upaya breeding gajah. Malam harinya, selain istirahat di kandang tidur gajah, mereka juga sering berkumpul dan tidur di atas pelepah sawit atau rumput gajah (sisa pakan tambahan) yang berada di kandang sosialisasi.

Kegiatan Penelitian di ANECC

Berbagai kegiatan penelitian telah dilakukan untuk mendukung program pengembangan ANECC. Diantaranya adalah kajian pohon pakan alami, perilaku adaptasi gajah, kesehatan gajah, pembangunan demplot pakan tambahan rumput gajah sampai model kelembagaan yang bisa dikembangkan dalam pengelolaan ANECC.

Pembangunan demplot pakan sangat penting dilakukan, mengingat kebutuhan makan gajah yang meningkat seiring pertumbuhan berat badan gajah, dan terbatasnya ketersediaan pakan alami. Wanda mengungkapkan kebutuhan makan gajah sekitar 10% dari bobotnya. “Saat ini dibutuhkan sekitar 150-200 kg makanan gajah setiap harinya untuk setiap ekor gajah,” jelasnya.

Untuk mensuplai kebutuhan pakan gajah tersebut, dibangun 4 ha area pakan rumput gajah di Arboretum Aek Nauli. Dari sekitar 41 jenis tumbuhan pakan yang terdapat di area penggembalaan gajah di KHDTK Aek Nauli, jenis yang paling disukai adalah jenis rumput Ottochloa nodosa dan Rhodamnia cinereal.

Informasi di atas menunjukkan potensi wisata ilmiah yang besar di KHDTK Aek Nauli. Selain atraksi gajah, wisatawan juga dapat menyaksikan beragam lainnya seperti atraksi panen madupenyadapan getah pinus dan kemenyan, memanggil siamang dan banyak lagi. Dengan konsep edutainment, pengunjung dijamin akan merasa sangat terhibur sekaligus teredukasi dengan obyek-obyek wisata ilmiah di kawasan ini.*(DP)

Informasi lebih lanjut, reservasi atau pemesanan produk:
Koperasi Pengawai Negeri (KPN) Sylva - BP2LHK Aek Nauli
Jln. Raya Parapat Km. 10,5, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 21174
Kontak person an. Ruth (HP 0813-9785-0441) atau Komala/Yessi (HP 0811-6194-222)