KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 06. May 2019 - 190 klik

Dukung Destinasi Prioritas Danau Toba, BLI Promosikan Wisata Ilmiah KHDTK Aek Nauli Melalui Media Visit

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2019)_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) bekerjasama dengan Biro Humas Kementerian LHK, pada 2 - 3 Mei 2019 mengadakan Media Visit di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli. Mengundang berbagai media cetak dan televisi nasional dan lokal, media visit kali ini meliput potensi penelitian dan pengembangan yang ada di kawasan penyangga Danau Toba ini. 

Wisata ilmiah ini diharapkan dapat mendukung Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas nasional. Sebagaimana diketahui, November 2017 lalu, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Danau Toba sebagai satu dari empat destinasi wisata prioritas atau yang disebutnya sebagai ‘Bali Baru’.

Kepala BLI yang diwakili oleh Kapuslitbang Hasil Hutan, Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si, menyampaikan bahwa KHDTK Aek Nauli lokasinya berada pada cincin destinasi prioritas wisata dan gerbang masuk Geopark Kaldera Toba yang menawarkan atraksi biodiversitas, geoatraksi dan atraksi kultur batak. Ini diharapkan menjadi model wisata ilmiah kawasan hutan, terutama untuk 33 KHDTK yang lain. 

“Arah pembangunan wisata ilmiah ini adalah untuk membangun kepedulian, kecintaan alam dan tanah air terutama pada generasi muda, transfer iptek membentuk cara pikir yang pro lingkungan atau ekologi, membangun platform kerja bisnis wisata ilmiah, kemandirian pola, serta menjadi rujukan para media, berkontribusi membangun kapasitas masyarakat lokal, dan meningkatkan kapasitas BLI,” papar Dwi. 

Pada kegiatan bertema “Menjelajah Lansekap Hutan Wisata Ilmiah KHDTK Aek Nauli – Danau Toba” ini, Sekretaris BLI, Dr. Sylvana Ratina dalam sambutannya menyampaikan bahwa KHDTK Aek Nauli ini adalah salah satu model dari 34 KHDTK yang ada, yang dapat dijadikan salah satu contoh dalam pengelolaan KHDTK. 

“KHDTK dulunya belum bisa terekspose dengan baik, sehingga KHDTK Aek Nauli ini diharapkan dapat mengentertaint seluruh hasil-hasil litbang dengan cara menyenangkan dengan bahasa yang baik,” kata Sylvana. 

“Media visit ini adalah strategi untuk mendiseminasikan dan mempublikasikan melalui tangan-tangan media. Media diharapkan mampu menyampaikan pemberitaan yang baik mengenai wisata ilmiah KHDTK Aek Nauli dengan memunculkan perpaduan IPTEK yang terdapat di dalamnya,” tambah Sylvana.

 

5 Spot wisata ilmiah yang dikunjungi

Acara yang dihadiri perangkat daerah dan perwakilan seluruh satuan kerja BLI ini diliput oleh 17 media, baik nasional dan lokal, diantaranya Trans7, SCTV, Kompas TV, Sumut TV, Efarina TV, Media Indonesia, Simadanews.com, hetanews.com, Harian SIB, Analisadaily, Antara Sumut. 

Para awak media diajak mengunjungi dan meliput lima spot wisata ilmiah yang ada di KHDTK yang dikelola Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli ini, yaitu panen madu, panen getah pinus, panen kemenyan, memanggil siamang, dan konservasi gajah jinak. 

Pada spot panen madu, dipandu oleh Dr. Aswandi dan Aam Hasanudin, S.Hut, para awak media ditunjukkan bagaimana proses pemanenan madu trigona dan propolis mentahnya hingga sampai membuat produk turunannya, yaitu Stypro yang merupakan olahan dari propolis kemenyan. 

Berikutnya pada spot panen getah pinus, ditunjukkan bagaimana cara memanen getahnya mulai dari peralatan yang digunakan hingga cara membuat koakan yang benar dan tidak merusak batang. Kepada awak media juga ditunjukkan produk dari pinus, seperti minyak atsiri serasah pinus dan gondorukem. Pada spot ini kegiatan dipandu oleh Dr. Ahmad Dany Sunandar dan Kosasi. 

Pada spot panen kemenyan, Cut Rizlani Kholibrina, M.Si dan Selamat Lumban Tobing menunjukan bagaimana proses pemanenan kemenyan, penyulingan, hingga menghasilkan produk turunannya seperti Parfum Tobarium

“Parfumnya wangi, mirip sekali dengan wangi parfum Chanel Coco Paris yang harganya mencapai 3 jutaan, sedangkan ini Parfum Tobarium dijual murah sekali, ini luar biasa,” ungkap Kapuslitbang Hutan, Dr. Krisfianti L. Ginoga yang ikut mendampingi. 

Selanjutnya pada spot memanggil siamang, awak media dipandu oleh Sriyanti Puspita Barus, MP dan Rahman Manik ditunjukkan bagaimana cara memanggil siamang dengan teriakan dan tiupan terompet yang khas dari tanduk kerbau. Sambil mendengarkan penjelasan dari Sri tentang litbang apa saja yang sudah dilakukan, para awak media bisa melihat dan memberi makan langsung icon dari spot ini yaitu siamang bernama Neli yang sedang menggendong anaknya. Di sekitar terlihat juga beberapa monyet ekor panjang yang ikut datang mendekat. 

Terakhir pada spot konservasi gajah jinak di dalam kawasan ANECC, Wanda Kuswanda, M.Si dan Erwin Manik menjelaskan tentang apa saja kegiatan litbang gajah yang dilakukan, hingga perkembangan hasilnya sampai sekarang baik perkembangan gajahnya maupun peningkatan jumlah pengunjung. Dengan bantuan mahout, kepada para awak media juga ditunjukkan sekilas atraksi edukasi oleh 4 ekor gajah yang ada, seperti pengalungan bunga, menendang bola, berhitung, dll. 

“Ini bagus dan menarik sekali, kami senang bisa melihat dan meliputnya, semoga nantinya dengan berita yang kami buat semakin banyak masyarakat yang tahu dan mengunjungi wisata ilmiah Aek Nauli ini,” kata Heryanto, salah seorang awak media lokal yang hadir. 

”Sedikit saran, mungkin lain kali agar kami bisa lebih fokus dan jelas meliput, para tamu undangan lain agar jangan dulu ikut mendekat, sehingga kami lebih jelas mendengarkan dan mengambil gambarnya,” tambahnya. 

Sebagai informasi, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, M.Si mengatakan, selama 3 tahun ini telah terjadi peningkatan PNBP yang diperoleh BP2LHK Aek Nauli dari wisata ilmiah ini. Pada tahun 2017 sebesar Rp. 2 juta, tahun 2018 sebesar 5 juta, dan hingga akhir April 2019 ini PNBP yang diterima sudah 6 juta. Ke depannya diharapkan PNBP yang diterima dari wisata imiah ini minimal adalah Rp. 50 juta. 

Sebagai penyempurna acara media visit ini, pada malamnya diadakan acara diskusi mengenai branding keunikan masing-masing satker BLI, materi digital marketing, dan short brief Prinas wisata Aek Nauli. Besoknya dilaksanakan filed trip ke Tomok, Samosir.***DCP & MB