KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Risda Hutagalung - 29. March 2019 - 74 klik

Berperan Aktif di UNEA-4, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Berbagi Cerita di Pojok Iklim

P3SEKPI (Jakarta, Maret 2019)_Tak hanya sukses meloloskan sejumlah resolusi pada Sidang Majelis Lingkungan PBB ke-4 (4th the UN Environment Assembly/UNEA-4) di Nairobi, Kenya yang resmi ditutup oleh Presiden UNEA-4, Menteri Siim Kiisler, Jumat (15/3/2019) lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama delegasi RI lainnya juga berperan aktif dalam acara dua tahunan itu.

Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, mendapat kepercayaan menjadi co-facilitator pada pembahasan resolusi cluster-4 waktu itu. Dalam tugasnya, Agus bertanggung-jawab untuk memfasilitasi negara-negaraalam proses finalisasi resolusi.

Baca juga: Lima Resolusi Indonesia Lolos di UNEA-4, Salah Satunya Pengelolaan Gambut Berkelanjutan yang Diapresiasi Dunia

Berbagi cerita saat menjadi pembicara Pojok Iklim, Rabu (27/3/2019) di Manggala Wanabakti, Jakarta, Agus Justianto mengatakan bahwa pada awalnya ia merasa dilematis. Di satu sisi ia sebagai delegasi RI yang memiliki tugas untuk memperjuangkan 5 resolusi yang diajukan Indonesia, di sisi lain sebagai co-facilitator ia harus mampu mengakomodir kepentingan negara peserta.

“Saya sempat kewalahan juga karena dalam satu event saya harus bermain dalam dua posisi. Pertama sebagai delegasi yang memperjuangkan gagasan, kedua sebagai fasilitator yang punya amanah mensukseskan kepentingan banyak pihak,” kata Agus.

Kendati demikian, ia merasa bersyukur dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus ikut berperan menempatkan Indonesia sebagai pemain yang diperhitungkan dalam tataran global. Kepada para undangan yang hadir, Agus menyampaikan bahwa delegasi RI yang solid merupakan kunci keberhasilan Indonesia dalam UNEA-4.

“Saya bersyukur dapat menjalaninya dengan baik. Tentunya hasil itu tidak didapat begitu saja namun dengan adanya dukungan dari delegasi yang lain. Tim yang solid adalah kunci,” tegas Agus.

Baca juga: Kepala BLI Paparkan Arah Litbang Indonesia dalam Forum Iptek PBB

Selain Agus Justianto, Ida Bagus Putera Parthama, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK juga dipercaya menjadi rapporteur (pelapor) untuk Committee of the Whole (COW) UNEA. COW adalah komite yang diberi tanggung jawab mengajukan rancangan resolusi untuk disepakati dalam sidang paripurna, yang merupakan instrumen sangat penting dalam UNEA.

Tak hanya di UNEA-4, Indonesia juga berhasil memastikan mengambil peran yang lebih besar dalam UNEA berikutnya, dua tahun yang akan datang. Dalam pemilihan biro untuk UNEA-5, Laksmi Dhewanti, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden UNEA-5. Bersama Bahrain, Indonesia terpilih dari kawasan Asia Pasifik.

“Perjuangan yang kita lakukan di sana sejatinya adalah bentuk komitmen Indonesia dalam isu lingkungan,” kata Laksmi yang turut menjadi narasumber dalam acara Pojok Iklim tersebut.***FF