KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 22. March 2019 - 412 klik

Lima Resolusi Indonesia Lolos di UNEA-4, Salah Satunya Pengelolaan Gambut Berkelanjutan yang Diapresiasi Dunia

BLI (Jakarta, Maret 2019)_Sidang Majelis Lingkungan PBB (United Nations Environment Assembly/UNEA) ke-4 di Nairobi, Kenya resmi ditutup oleh Presiden UNEA-4, Menteri Siim Kiisler (Estonia), Jumat (15/3/2019). Pada pertemuan yang dihadiri sekitar 4.000 peserta tersebut, Indonesia memprakarsai  5 dari 23 resolusi yang disepakati.

Baca juga: UNEP Siap Dukung Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Indonesia

Hal ini disampaikan Laksmi Dhewanti, Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat Jumpa Pers di Media Center, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/3/2019). 

“Kelima resolusi tersebut berkaitan dengan konsumsi dan produksi yang berkelanjutan (SCP), pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, pelestarian hutan bakau, perlindungan lingkungan laut, dan manajemen terumbu karang berkelanjutan. Melalui kelima resolusi tersebut, delegasi Indonesia mengajak masyarakat global untuk bekerja sama mendukung inisiatif-inisiatif Indonesia,” kata Laksmi didampingi Kepala Biro Humas KLHK.

Baca juga: Saat Tata Kelola Gambut Indonesia Jadi Rujukan Pengetahuan Dunia

Terkait pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, misalnya, resolusi sepakat mengapresiasi Indonesia atas pembentukan International Tropical Peatlands Center (ITPC) di Bogor. ITPC merupakan salah satu langkah yang digagas Indonesia bersama negara Kongo dan Republik Demokratik Kongo, untuk memastikan bahwa para penyusun kebijakan, praktisi, dan komunitas atau masyarakat, memiliki akses terhadap data dan informasi yang legal, kredibel, analisis, dan berbagai alat yang diperlukan untuk merancang dan mempraktikkan kegiatan konservasi dan pengelolaan lahan gambut tropis berkelanjutan.

Baca juga: Berkunjung ke Kampus BLI di Bogor, Menteri Lingkungan Hidup Republik Kongo dan Delegasi Republik Demokratik Kongo Apresiasi Penelitian Gambut di Indonesia

“Melalui resolusi gambut, Indonesia mendorong kerja sama internasional dalam konservasi dan restorasi lahan gambut dunia. Ini sangat strategis dan penting dilakukan, mengingat lahan gambut merupakan salah satu ekosistem terpenting di dunia,” jelas Krisdianto, Kepala Bagian Program dan Kerjasama, Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi KLHK kepada para wartawan pada kesempatan itu.

“Meskipun hanya mencakup 3% dari luas daratan dunia, namun mengandung sepertiga karbon daratan dan 10% dari sumber daya air yang tersedia di dunia,” tambah Kris, nama panggilan Krisdianto.

Baca juga: Menteri LHK Resmikan International Tropical Peatlands Center (ITPC) 

Sebagai informasi, sekitar 170 perwakilan negara dan berbagai perwakilan organisasi internasional hadir dalam pertemuan lingkungan terpenting di dunia ini. Delegasi RI telah berpartisipasi secara aktif dalam pertemuan tersebut dan memberikan kontribusi yang positif bagi penetapan agenda lingkungan dunia, khususnya melalui solusi inovatif untuk mengatasi tantangan ekosistem dan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Tidak hanya berhasil meloloskan sejumlah resolusi, Delegasi RI juga mendapat kepercayaan dari berbagai negara untuk memainkan peran kepemimpinan dalam sidang dua tahunan tersebut. Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, mendapat kepercayaan untuk menjadi co-facilitator pada pembahasan resolusi cluster-4. Sebagai Co Facilitator, Agus Justianto bertanggung jawab untuk memfasilitasi negara-negara dalam proses finalisasi resolusi.

Selain itu, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, I.B. Putera Parthama dipercaya menjadi rapporteur untuk Committee of the Whole (COW) UNEA. COW merupakan instrumen yang sangat penting dalam UNEA, yang diberi tanggung jawab untuk mengajukan rancangan resolusi untuk disepakati dalam sidang paripurna UNEA.

Baca juga: Belajar Pengelolaan Gambut, Peserta Cross Country Visit dari AFoCO-BIPS Project Kunjungi KHDTK Tumbang Nusa 

Tidak hanya menunjukkan peran kepemimpinannya pada proses UNEA-4, Indonesia juga berhasil memastikan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam UNEA berikutnya. Dalam pemilihan biro untuk UNEA-5, Laksmi Dhewanthi, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden UNEA-5. Indonesia terpilih dari kawasan Asia Pasifik, bersama wakil negara Bahrain.

”Upaya-upaya yang dilakukan oleh Indonesia dengan berbagai inisiatifnya di UNEA-4 merupakan bagian dari tanggung jawab Indonesia untuk lingkungan global yang lebih baik. Indonesia mengajak dan mendorong negara-negara di dunia untuk segera melakukan upaya tindak lanjut dalam mengimplementasikan resolusi UNEA-4," tegas Laksmi menutup paparannya.

Pada Jumpa Pers ini, turut hadir perwakilan dari Ditjen PDASHL KLHK, Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Staf Ahli Menteri KP Bidang Kemasyarakatan dan Antarlembaga, Kementerian Kelautan dan Perikanan, memaparkan resolusi lainnya yang lolos di UNEA-4 tersebut.***RH

 

Berita terkait:

Dukung BRG, BP2LHK Banjarbaru Akan Implementasikan 3R untuk Keberhasilan Restorasi Gambut di Kalsel dan Kalteng

Ahli Ekologi Gambut dan Guru Besar Van Hall Larenstein University Belanda Kunjungi BP2LHK Banjarbaru

Studi Banding, Tim Restorasi Gambut Papua Kunjungi Plot Restorasi Gambut BP2LHK Palembang

Penataan Zonasi dan Perhutanan Sosial, Strategi Pulihkan Ekosistem Gambut Bram Itam

Demplot Agroforestri BP2TA di Kalbar Diapresiasi sebagai Lokasi Alih Teknologi Restorasi Gambut

Tampil di TVRI Kalteng, Balai Litbang LHK Banjarbaru Ajak Masyarakat Olah Lahan Gambut Tanpa Bakar

Menganyam Purun, Salah Satu Upaya Melestarikan Gambut di Banjarbaru

Camp Peat : Cetak Kader Peduli Gambut

 

Download materi di sini