KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 08:51 am, 15. March 2019 - 101 klik

Dharma Wanita Persatuan BP2TA Antusias Ikuti Sosialisasi Bank Sampah

BP2TA (Ciamis, Maret 2019)_Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Litbang Teknologi Agroforestry (BP2TA) Ciamis bekerjasama dengan DWP Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian LHK serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis mengadakan Sosialisasi Bank Sampah. 

Kegiatan yang diadakan Kamis (7/3/2019) di Aula BP2TA Ciamis ini disambut antusias oleh anggota DWP BP2TA Ciamis. Ini terlihat dari semangat mereka membawa sampah-sampah an organik berupa kertas, kardus, botol plastik, botol kaca dari rumah dan ruang kerjanya untuk disetorkan ke bank sampah. 

Tak kalah antusias, Kepala BP2TA, Bagus Novianto, S. Hut., MP. Bagus menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para narasumber serta ibu-ibu anggota DWP yang berkenan hadir meskipun di tengah hari libur nasional. 

“Saya mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kehadiran Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan BLI di kantor kami. Kunjungan Ibu ke kantor kami ini sangat cocok dan relevan dengan salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian LHK yakni pengelolaan sampah,” sambut Bagus sekaligus membuka acara. 

Dalam sambutannya, Ketua DWP BLI, Nelly Agus Justianto menyatakan bahwa Kegiatan Sosialisasi Bank Sampah ini merupakan salah satu program kerja DWP BLI yang sudah diinisiasi sejak awal Januari 2018 sampai pada launching Bank Sampah Unit Cendana  pada 20 April 2018 lalu. 

“Kami mengharapkan terbentuknya bank sampah di BP2TA untuk memperluas jaringan pengelolaan sampah serta kepedulian terhadap lingkungan. Semangat dari kegiatan di DWP adalah agar bermanfaat. Kegiatan bank sampah DWP BLI dapat berkembang ke berbagai kegiatan lainnya seperti pembuatan pupuk organik, pembuatan kebun organik, pengembangan keterampilan/kerajinan berbahan sampah, serta wisata ilmiah,” kata Nelly. 

“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan juga bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab pribadi dan sosial, dan kepedulian yang besar terhadap pengelolaan sampah berarti kita turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik, bersih dan sehat,“ kata Nelly. 

Ada tiga orang narasumber yang hadir pada sosialisasi ini. Memulai materi, narasumber pertama, Giyatno S.IP., M.Si., Kepala Seksi Pengembangan Persampahan Dinas PRKPLH Kabupaten Ciamis mengajak semua peserta untuk menonton film dokumenter tentang pengelolaan sampah berbasis Black Soldier Fly (BSF) dan Bank Sampah di Kabupaten Ciamis. 

Setelah pemutaran film, Giyatno menyampaikan bahwa bank sampah di Kabupaten Ciamis baru ada dalam kurun waktu satu tahun terakhir. “Ini diawali dari terbentuknya Bank Sampah Masyarakat Gotong Royong (Magot) di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan dan diikuti bank-bank sampah di beberapa tempat lainnya di Ciamis yang saat ini sudah berjumlah ratusan,” kata Giyatno. 

Dijelaskan bahwa bank-bank sampah unit di Ciamis menginduk ke Bank Sampah Induk Paguyuban Sapu Nyere yang terletak di Handapherang, Ciamis. Giyatno berharap agar di kantor BP2TA dibentuk bank sampah unit sehingga para pegawai dan ibu-ibu anggota DWP di BP2TA mulai memilah sampah dari rumah serta menjadi nasabah bank sampah. 

“Dengan demikian kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terutama terkait pengelolaan sampah semakin meningkat karena sampah dapat memberikan tambahan pendapatan serta Ciamis menjadi lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Giyatno. 

Narasumber kedua dari DWP BLI selaku Direktur Bank Sampah Unit Cendana BLI, Neni Satria Astana juga berbagi pengalamannya mengelola bank sampah yang didukung sosialisasi sebanyak 8 kali di tempat yang berbeda. 

“Hasil dari sosialisasi tersebut adalah terbentuknya 5 Sub Unit Bank Sampah Cendana yaitu Bank Sampah Unit Cendana BLI, Bank Sampah Sub Unit IPB 1, Bank Sampah Sub Unit Taman Cimanggu, Bank Sampah Sub Unit SMP Rimba Madya, dan Bank Sampah Sub Unit Nur Al Baru Bogor Baru,” kata Neni. 

“Sampai saat ini jumlah nasabah kami sebanyak 150 dengan rincian 97 yang aktif. Selama kurun waktu April 2018-Februari 2019, jumlah sampah yang terkumpul adalah hampir 9 ton yang jika diuangkan dengan dua belas juta empat ratus tiga puluh satu ribu rupiah,” ujar Neni.

Narasumber terakhir, Direktur Bank Sampah Magot, Ani juga berbagi pengalaman dalam mengelola sampah di wilayahnya yang berbasiskan 3R (Reduce Reuce Recycle) sehingga mereka mempunyai motto “Di Balik Sampah Ada Mutiara Berkah”. 

“Kegiatan Tim Pengelola Sampah Magot terdiri dari 3 jenis, pertama pengelolaan sampah an organik melalui bank sampah; kedua, pengelolaan sampah organik yaitu makanan sisa dari  rumah tangga; ketiga, budidaya lalat hitam atau maggot yang memiliki kadar protein tinggi yaitu sekitar 43% jika dalam keadaan utuh dan antara 30-40% jika dijadikan pelet yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan,” jelas Ani. 

Setelah pemaparan materi, Ketua DWP BP2TA, Sukadaryati Bagus Novianto menyatakan bahwa  sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, pada tahun 2019 akan dibentuk Bank Sampah Unit BP2TA oleh DWP BP2TA yang akan dibina langsung Pak Giyatno dari Dinas PRKPLH Ciamis. 

“Saya mengajak ibu-ibu DWP BP2TA agar mendukung kegiatan tersebut dengan aktif dalam pengelolaan sampah skala  rumah tangga agar tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan bersih,” kata Sukadaryati. 

Menutup kegiatan tersebut dilakukan penanaman di areal plot agroforestri yang terletak di arboretum BP2TA. Seluruh peserta yang hadir baik dari DWP BP2TA maupun DWP BLI ikut menanam sejumlah bibit pohon berkayu, tanaman hortikultura pepaya california, tanaman pangan kacang tanah serta tanaman obat jahe. 

Kegiatan Sosialisasi Bank Sampah ini diikuti sekitar 70 orang yang terdiri dari seluruh pejabat struktural BP2TA, anggota DWP BP2TA, perwakilan dari DWP BLI, perwakilan dari Dinas PRKPLH Kabupaten Ciamis serta Tim Pengelola Sampah Magot Ciamis. Dalam  kegiatan ini juga ditampilkan kreasi pengrajin dari lokasi penelitian BP2TA berupa kerajinan bambu dan ketak.***