KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 12. March 2019 - 44 klik

Tinjau HP Oelsonbai, Kepala BP2LHK Kupang yang Baru Instruksikan Beberapa Hal

BP2LHK Kupang (Kupang, Maret 2019)_Pasca dilantik beberapa waktu lalu, Kepala Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kupang yang baru, Sumitra Gunawan meninjau kondisi Hutan Penelitian Oelsonbai, Selasa (5/3/2019). Didampingi beberapa peneliti terkait penelitian satwa dan flora serta Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian (DISP) dan staf, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pembinaan petugas lapangan.

Baca juga: Diskusikan Konservasi Satwa Liar, Tim Komodo Survival Program Kunjungi BP2LHK Kupang

Setelah memperkenalkan diri, Sumitra menyampaikan harapannya agar para petugas lapangan saling bekerjasama melakukan patroli batas kawasan secara rutin dan bergilir.

“Apabila ada pal batas yang rusak atau hilang segera dilaporkan ke Seksi DISP untuk segera ditindaklanjuti. Selain itu perlu penggalian potensi HP Oelsonbai untuk menjadi salah satu laboratorium alam di Kota Kupang,” kata Sumitra dalam arahannya.

Baca juga: SP Oilsonbai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Ilmiah di Kupang

Selanjutnya Kepala BP2LHK Kupang tersebut meninjau plot penelitian kura-kura leher ular rote dan burung bayan. Ada juga beberapa burung yang merupakan titipan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Kepala Balai menyarankan peneliti yang menangani penelitian kura-kura agar merujuk pada aturan pemerintah mengenai ijin melakukan penelitian terhadap kura-kura leher ular rote tersebut.  

“Mengenai burung titipan BBKSDA, harus dilakukan pengecekan administrasi mengenai status keberadaan burung tersebut untuk memperjelas status pengelolaan satwa tersebut,” kata Sumitra.

Selanjutnya, Kepala Balai melakukan pengecekan batas kawasan hutan penelitian yang berbatasan langsung dengan kebun masyarakat. Kemudian dilanjutkan penelusuran ke dalam hutan yang didominasi oleh jenis flora akasia, jati dan kesambi. “Pal batas yang jelas merupakan satu hal yang penting untuk menghindari konflik dengan masyarakat sekitar,” tegas Sumitra.

Baca juga: Peringati Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional, Balai Litbang LHK Kupang Libatkan Duta Wisata Indonesia

Saat meninjau penangkaran rusa timor, Kepala Balai menyarankan agar melakukan perbaikan terhadap beberapa fasilitas kandang rusa seperti pembuatan kolam untuk minum dan tempat berkubang serta pengayaan jenis-jenis pakan di sekitar kandang.

Kegiatan diakhiri dengan meninjau kondisi dan kegiatan green house serta persemaian. Saat ini terdapat beberapa anakan yang ada di persemaian diantaranya cendana, tanjung, injuwatu dan mahoni. Sumitra berharap, pemeliharaan anakan terus dilakukan dengan baik sehingga bila waktunya penanaman, bibit benar-benar sudah siap.

Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana Lakukan Koasistensi di Stasiun Penelitian BP2LHK Kupang

Menutup kunjungannya di lokasi plot cendana seluas 1 Ha, Kepala Balai berpesan kepada para petugas agar selalu memberikan pelayanan yang memadai kepada para tamu ataupun mahasiswa yang akan melakukan praktek di Hutan Penelitian Oelsonbai.***DISP