KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 10. March 2019 - 718 klik

Ingin Konservasi Tanaman Langka Indonesia, Djarum Foundation Gandeng Babes Litbang BPTH

B2P2BPTH Yogyakarta (Yogyakarta, Maret 2019)_Owner (pemilik) PT. Djarum Foundation mempunyai keinginan untuk mengkonservasi tanaman langka yang ada di Indonesia. Itulah sepenggal keinginan sederhana yang disampaikan Yunan Adhityo, perwakilan Djarum Foundation Kudus ketika berkunjung ke Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Babes Litbang BPTH), Kamis (28/2/2019) lalu.

Yunan bersyukur bahwa beberapa jenis tanaman langka yang sudah mulai ditanam oleh Djarum Foundation sudah cocok dengan kondisi alam. Hal ini ditandai dengan banyaknya muncul daun muda baru.

“Harapan ke depannya, Djarum Foundation dapat bersinergi atau bekerjasama lebih baik lagi dengan Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan untuk kelestarian lingkungan,” kata Yunan.

Yunan juga menyampaikan pesan dari pemilik Djarum yang berkeinginan untuk menghijaukan candi-candi yang terdapat di Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sejarah masa lalu.

Untuk itu, Yunan mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Djarum Foundation akan mengirimkan staf untuk melakukan magang untuk pelatihan kultur jaringan dan tata kelola penyimpanan benih dengan Dry Cold Storage (DCS).

“Selain itu akan diinisiasi kegiatan kerjasama terutama di bidang konservasi tanaman dalam rangka mendukung program penghijauan yang dilakukan oleh PT. Djarum Foundation,” jelas Yunan.

Rombongan yang dipimpin oleh Yunan ini diterima langsung oleh Kepala B2P2BPTH, Dr. Nur Sumedi. Nur menyambut baik maksud kunjungan PT. Djarum Foundation dalam rangka inisiasi kerjasama, studi banding kultur jaringan dan penyimpanan benih menggunakan fasilitias DCS yang dilakukan di BBPPBPTH.

“Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan sudah cukup lama mengkonservasi tanaman langka khas DIY seperti mentaok, timoho, gayam, nogosari dll,” jelas Nur kepada rombongan yang berjumlah 4 orang tersebut.

Nur mengatakan bahwa B2P2BPTH telah memiliki cendana unggul yang mempunyai kadar santanolo tinggi dibandingkan dengan yang ada di alam. B2P2BPTH telah memiliki 22 klon cendana unggul yang bahkan di tempat asalnya di NTT, sudah langka.

“Cendana yang kini mungkin seharusnya sudah masuk kategori endangered species yang dimiliki oleh B2P2BPTH merupakan klon unggul yang memiliki kadar santanol tinggi. Akan sangat bagus seandainya PT. Djarum Foundation dapat mendukung kegiatan untuk mengembalikan cendana ke habitat alamnya,” ungkap Nur.

“Pengembalian cendana, misalnya menanam 200 pohon cendana klon unggul, untuk cendana kalau 200 pohon itu saja sudah luar biasa,” jelas Nur.

Terkait itu, Nur menyampaikan bahwa perlu dilakukan audiensi dengan para pemangku kebijakan di NTT untuk mendapatkan dukungan penuh misalnya penyediaan lahan di KPH. “Nanti Djarum Foundation bisa mendukung entah fasilitias atau biaya, kami akan mendukung bibit unggul dan pendampingan pakar untuk pengembangan cendana,” tambah Nur.

Terkait dengan perbanyakan vegetatif dengan kultur jaringan, Nur Sumedi juga menceritakan bahwa pembudidayaan dengan skema kultur jaringan itu sangatlah menjanjikan namun, memang harus dalam skala produksi yang besar mengingat biaya untuk kegiatan tersebut tidaklah sedikit.

”Namun perlu diketahui bahwa perbanyakan dengan kuljar tidak bisa langsung, jadi paling tidak 2 tahun, misalnya tahun ini direncanakan, 2 tahun kemudian baru bisa ditanam,” jelas Nur.

Nur berharap, Djarum Foundation bisa mendukung pelestarian tanaman langka di Indonesia seperti Eboni dari Sulawesi, Merbau dari Papua, Ulin dari Kalimantan, dan beberapa tanaman langka lainnya di Indonesia. Dukungan CSR PT. Djarum Foundation dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan kerjasama.

Setelah dilakukan diskusi, rombongan Djarum Foundation melakukan kunjungan lapangan ke persemaian tanaman langka, laboratorium benih, dan laboratorium kultur jaringan. Rombongan didampingi oleh Priyo Kusumedi, S.Hut, MP selaku Kepala Bagian Umum dan Retisa Mutiaradevi, S.Kom, M.CA selaku Kabid. Data, Informasi dan Kerjasama.

Pada akhir kunjungan, PT. Djarum Foundation mengundang tim B2P2BPTH untuk mengunjungi Kantor Djarum di Kudus untuk audiensi menyampaikan hasil litbang dan kegiatan-kegiatan riset maupun fasilitas riset yang kemungkinan dapat didukung dan dikerjasamakan dengan PT. Djarum Foundation.***Uki Maharina Pamukti