KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 03:02 pm, 11. March 2019 - 39 klik

Ikuti Diskusi dan Konsolidasi Gambut, Balai Litbang LHK Banjarbaru Paparkan Hasil Litbang Paludikultur

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru_Maret 2019)_Diwakili penelitinya, Tri Wira Yuwati, Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru turut aktif dalam Diskusi dan Konsolidasi “Perluasan Pasar dan Peningkatan Manfaat Lingkungan dalam Praktik Paludikultur Berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut”, Kamis hingga Jumat, 14-15 Februari 2019 lalu.

Pada acara yang berlangsung di Hotel Pangeran, Pekanbaru ini, Tri Wira Yuwati menyampaikan hasil litbang paludikultur BP2LHK Banjarbaru berjudul “Usaha Paludikultur, Jelutung dan Belangeran: Teknik, Peluang Ekonomi dan Strategi Keberlanjutan Bisnis dan Lingkungan”.

“Jenis tanaman asli rawa gambut yang potensial untuk dikembangkan adalah jelutung dan belangeran. Teknik budidaya mulai dari perbenihan hingga pemanenan telah dikuasai, sehingga sangat bisa untuk dikembangkan,” papar Tri wira Yuwati.

Selain memaparkan teknik budidaya kedua jenis tersebut, dalam presentasinya Peneliti Madya ini juga memaparkan tentang pemasaran produk dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan kedua jenis ini.

Salah satu strategi yang dilakukan BP2LHK Banjarbaru yang dipaparkan pada kesempatan tersebut, yaitu pembangunan Camp Repeat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa sebagai wadah belajar bagi para siswa dan mahasiswa mendapat apresiasi dari pejabat Badan Restorasi Gambut (BRG).

“Pemasaran produk dari lahan gambut perlu dikembangkan ke arah ekowisata, bukan hanya pasar konvensional. Apa yang telah dilakukan oleh BP2LHK Banjarbaru merupakan satu langkah positif ke arah pengembangan ekowisata di lahan gambut,” kata Dr. Haris Gunawan, Deputi IV – Penelitian dan Pengembangan BRG.

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) bekerjasama dengan Winrock International dan Pemerintah Kabupaten Siak ini merupakan tindak lanjut dari acara pertemuan Kick of Meeting Konsorsium Paludikultur BRG dan Winrock International pada 13-15 Februari 2018 lalu.

Pada diskusi dan konsolidasi ini, tujuh institusi yang bekerjasama dengan BRG melakukan riset paludikultur memaparkan hasilnya. Tujuh institusi tersebut yaitu BP2LHK Banjarbaru, BP2LHK Palembang, Pusat Litbang Hutan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Jambi, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain institusi-institusi tersebut, juga terdapat paparan dari Pemda Siak, BRG, Winrock International, dan pelaku pasar.

Rencananya, seluruh hasil penelitian dan kajian terkait paludikultur di Indonesia tersebut akan dikumpulkan dalam satu buku “Konsorsium Paludikultur: Status Paludikultur Indonesia”. Dalam buku tersebut juga akan dimuat review analisis komoditas dan ekonomi lingkungan serta topik-topik umum lain yang terkait.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan pengetahuan tentang praktik paludikultur semakin meluas sehingga bisa memberikan manfaat perbaikan pengelolaan kesatuan hidrologis gambut, pengembangan pasar dan terkonsolidasinya jejaring kerja peneliti, praktisi dan pemerintah dalam upaya pengembangan alternatif budidaya komoditi ramah gambut.***JND