KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Master Administrator - 11:59 pm, 26. February 2019 - 126 klik

BLI KLHK dan CIFOR Lanjutkan Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Hutan

BLI (Bogor, Februari 2019)_Pergeseran paradigma di sektor hutan sedang terjadi. Beralih dari manajemen berbasis kayu kepada pengakuan kontribusi dan pentingnya aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Ini menuntut peningkatan peran hasil penelitian dan pengembangan hutan dalam perumusan kebijakan kehutanan. Memasuki fase lanjut kerjasama Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK dan Center for International Forestry Research (CIFOR), dibangun paradigma baru kerjasama. Paradigma yang berfokus pada penguatan jaringan, promosi dan adopsi karya ilmiah, kontestasi sains, serta kolaborasi.

Di Kampus CIFOR, Bogor (26/02), sebuah nota kesepahaman bertema “Paradigma Baru untuk Penelitian dan Pengembangan Hutan di Panggung Dunia” telah ditandatangani. Ini merupakan pencanangan pembaruan kegiatan penelitian dan pengembangan kolaboratif antara BLI KLHK dan CIFOR dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

"Saya berharap kedua pihak (BLI KLHK dan CIFOR) dapat menggerakkan ilmu pengetahuan menjadi sebuah aksi, serta menterjemahkan gerakan-gerakan internasional sebagai langkah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," demikian disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala BLI, Dr. Agus Justianto, saat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), bersama dengan Direktur Jenderal CIFOR, Robert Nasi, di Bogor (26/02).

Sejak dimulainya kemitraan BLI KLHK dan CIFOR di tahun 1997 lalu, telah berjalan berbagai kegiatan, diantaranya yaitu pengembangan Sistem Akuntansi Karbon Nasional Indonesia (INCAS), Proyek Mata Pencaharian Berkelanjutan Bebas Asap (HFSLP), Program Adaptasi dan Mitigasi Lahan Basah Berkelanjutan (SWAMP), dan perbaikan Tata Kelola, Kebijakan dan Pengaturan Kelembagaan untuk REDD, dan Studi Komparatif Global tentang REDD+.

Kini kerjasama tersebut kembali dikuatkan dalam beberapa bidang antara lain pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management), pemanfaatan hutan berbasis pohon (forest and tree-based value chains), dan perhutanan sosial (social forestry). Lokus kerjasama ini juga meliputi beberapa wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Robert menyampaikan CIFOR dan BLI KLHK memiliki sejarah panjang dalam kolaborasi. “Nota Kesepahaman yang diperbarui ini merupakan penegasan atas komitmen bersama kami dalam pengelolaan hutan lestari di Indonesia, dan langkah penting dalam kemitraan jangka panjang kami. Saya menantikan upaya bersama kami yang berkesinambungan untuk menunjukkan peran penting hutan Indonesia dalam berkontribusi pada pencapaian tujuan nasional dan SDG’s,” ujar Robert Nasi.

BLI merupakan lembaga penelitian dan pengembangan pemerintah, di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Lembaga ini mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan termasuk penyebarluasan hasilnya kepada pengguna internal maupun eksternal KLHK. Peran BLI mencakup litbang pengelolaan hutan, meningkatkan nilai produk hutan, kualitas lingkungan serta mengelola laboratorium lingkungan, dan juga sosial ekonomi, kebijakan, dan perubahan iklim.

Sementara CIFOR adalah organisasi internasional nonprofit, yang bergerak dalam penelitian bidang kehutanan,dan merupakan bagian dari CGIAR (Consultative Group on International Agriculture Research).

Acara ini dihadiri oleh lebih dari seratus peserta dari berbagai kalangan. Duta besar Kanada dan Korea juga turut hadir bersama Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan perwakilan (PSKL), Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Biro Humas KLHK, perwakilan pemerintah daerah, lembaga penelitian, NGO lingkungan, peneliti dalam dan luar negeri serta para jurnalis.


Peresmian Kantor Interim Secretariat ITPC

Selain penandatanganan MoU, Agus dan Robert juga melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya kantor Interim Secretariat The International Tropical Peatlands Center (ITPC), yang bertempat di area kantor CIFOR, Bogor.

ITPC merupakan salah satu langkah yang digagas negara Indonesia, Kongo, dan Republik Demokratik Kongo, untuk memastikan bahwa para penyusun kebijakan, praktisi, dan komunitas atau masyarakat, memiliki akses terhadap data dan informasi yang legal, kredibel, analisis, dan berbagai alat yang diperlukan untuk merancang dan mempraktekan kegiatan konservasi dan pengelolaan berkelanjutan lahan gambut tropis.

Kantor Interim Secretariat ITPC ini didirikan sebagai sarana peningkatan jaringan dan pengaturan kerangka kerja ITPC yang akan segera diluncurkan lebih lanjut di 2019 ini. ITPC akan hadir sebagai langkah koperatif dalam mengarahkan kajian-kajian ilmiah menjadi strategi, praktek, dan kebijakan yang mendukung pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

Rekognisi BLI, Diskusi Perhutanan Sosial dan Dialog Ulat Sutera

Acara tersebut juga menjadi momen diumumkannya BLI sebagai salah satu Lembaga Induk Pembina Litbang Terbaik 2018, sehingga meraih penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Mengakhiri rangkaian kegiatan, BLI KLHK menggelar diskusi bersama dengan tema “Tantangan Selama Empat Tahun (2015 – 2018) dalam Bidang Perhutanan Sosial, dan Kepemilikan Lahan Hutan di Indonesia (Four years of challenges (2015 – 2018) social forestry and forestland tenure in Indonesia). Diskusi ini menghadirkan para ilmuwan, praktisi, dan aktivis, yang membahas berbagai tantangan, kondisi saat ini, dan langkah selanjutnya untuk pengelolaan hutan sosial di Indonesia. Selain itu juga dilakukan peluncuran ulat sutera unggul hibrid terbaru hasil karya peneliti BLI serta dialog antara Direktur Jenderal PSKL, Kepala BLI, peneliti dan petani ulat sutera.(*)


Informasi lebih lanjut:
Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi KLHK
Sylvana Ratina – (021) 57903068
http://www.forda-mof.org/