Dientry oleh Master Administrator - 11 February, 2019 - 1499 klik
Koordinasi Pengembangan Monkey Forest Sibaganding

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Pebruari 2019)_Untuk mengembangkan obyek wisata Monkey Forest Sibaganding, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) berkoordinasi dengan Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Jum’at (8/2).

Monkey Forest Sibaganding, adalah salah satu objek wisata alam di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Di sana kita bisa melihat flora dan faunanya yang beragam, termasuk dapat berinteraksi langsung dengan kawanan monyet liar.

Obyek wisata ini berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli yang berada di bawah pengelolaan BP2LHK Aek Nauli. Sebagai obyek wisata, Monkey Forest belum optimal. Ini terlihat dari minimnya wisatawan yang berkunjung dan banyaknya monyet yang berkeliaran di jalan karena berkurangnya pakan di kawasan hutan.

Baca juga: KHDTK Aek Nauli Menuju Pusat Ekowisata Edukatif

Tata Syafaat Ridwanullah, Direktur Destinasi Pariwisata BPODT menyampaikan bahwa upaya revitalisasi perlu segera dilakukan agar wisata Monkey Forest ini dapat berkembang kembali. Salah satunya dengan menggali potensi alam lain yang ada di kawasan, agar muncul ikon baru wisata di KHDTK Aek Nauli sebagai bagian dari KSPN Danau Toba.

“Selama ini wisatawan datang hanya sekedar melihat Danau Toba, setelah itu pulang karena tidak ada pilihan wisata yang lain yang ada di sekitarnya. Lama-lama orang menjadi bosan dan tidak mau lagi berkunjung. Kami melihat Monkey Forest ini sebagai suatu peluang wisata yang menarik, yang nantinya jika dikembangkan akan menjadi lokasi wisata baru untuk mendukung Danau Toba,” tutur Tata.

“Karena itu kami datang ke Aek Nauli untuk koordinasi, kira-kira apa yang bisa kami bantu dan apa yang bisa kita kerjakan bersama untuk mengembangkan Monkey Forest ini,” tambah Tata.

Merespon tawaran dari BPODT, Pratiara, S.Hut, M.Si, Kepala BP2LHK Aek Nauli, menjelaskan bahwa pada tahun 2019, di KHDTK Aek Nauli akan dilaksanakan kegiatan Prioritas Nasional (Prinas). Topik penelitiannya antara lain litbang gajah, taman bunga dan lebah madu, ulat sutera, bambu anti kanker, agroforestry, dll. Kawasan Monkey Forest juga menjadi salah satu fokus yang akan ditata dan dikembangkan menjadi lebih baik, sehingga bisa menambah destinasi wisata ilmiah dan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca juga: KHDTK Aek Nauli akan Dikembangkan dengan Konsep Edutainment

“Tahun 2019 ini, di kawasan Monkey Forest selain ada kegiatan litbang populasi, habitat, dan pakan monyet, kami juga akan membangun dan menata halaman parkir, pos jaga, gudang pakan, shelter, dan toilet. Kami juga sudah menempatkan petugas untuk menjaga dan mengurusnya,” jelas Pratiara. “Cuma memang desain penataan lokasinya belum selesai kami buat, karena masih banyak yang perlu disempurnakan,” tambah Pratiara.

Menanggapi hal tersebut, Tata menyampaikan bahwa sebelumnya pihak BPODT sudah mencoba membuat desain penataanya. Di dalamnya sudah tercakup sarana prasarana yang akan mendukung pengelolaan kawasan tersebut sebagai tempat wisata. Jadi tinggal dipelajari dan diperbaiki sesuai dengan harapan dan rencana yang diinginkan oleh BP2LHK Aek Nauli.

Pratiara menyambut baik dukungan dari BPODT tersebut. Sebagai lembaga yang berkecimpung dibidang pariwisata, Pratiara yakin BPODT sudah membuat desain yang bagus, sehingga BP2LHK Aek Nauli tinggal melaksanakan pembangunannya saja. Namun sebagai koreksi, Pratiara menekankan bahwa dalam perencanaannya walaupun ada pembangunan sarana prasarana, kealamian kawasan haruslah tetap terjaga dan tidak terjadi kerusakan lahan, sehingga tidak akan mengganggu keberadaan dan aktivitas monyet yang ada disana.

“Harapannya kealamian kawasan hutan tidak banyak berubah dan sedikit saja bangunan, sehingga pengunjung bisa langsung fokus melihat monyetnya. Saya yakin nantinya dengan pengelolaan yang baik dan juga support tanaman pakan yang kita sediakan, monyet-monyet yang selama ini berkeliaran di pinggir jalan mencari makanan, akan kembali masuk dan beraktivitas di kawasan hutan, sehingga pengunjung bisa nyaman melihatnya,” pungkas Pratiara.***MB


Informasi lebih lanjut:
Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) AEK NAULI
http://aeknauli.org
Jl. Raya Parapat Km. 10,5 Sibaganding, Parapat , Sumatera Utara 21174, Telp. 0625 - 41659, Fax. 0625 – 41659
Email: bpk.aeknauli@gmail.com