KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 07. February 2019 - 29 klik

BP2TSTH Bersama KPHP Model Minas-Tahura Bangun Demplot Jabon Merah di Kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim

BP2TSTH (Kuok, Februari 2019)_Bekerjasama dengan KPHP Model Minas-Tahura, Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok membangun demplot jabon merah di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim. Kegiatan yang berdasarkan Perjanjian Kerjasama tentang Kolaborasi Pengelolaan Tahura Sultan Syarif Hasyim pada wilayah KPHP Model Minas-Tahura ini dilakukan di areal seluas ± 2 ha.

“Kami dari pihak KPHP Model Minas-Tahura menyambut baik kerjasama penelitian dan pengembangan dengan BP2TSTH Kuok. Selain dapat menanami kembali 2 ha lahan terbuka dari 9.254,13 ha total luasan lahan terbuka, walaupun persentase tumbuh rendah, setidaknya dengan usaha rehabilitasi lahan ini dapat mengurangi kebakaran yang sering terjadi,” kata Simamora, Koordinator KPHP Model Minas-Tahura Sultan Syarif Hasyim.

Sebagai informasi, penanaman jabon merah telah dilakukan sejak September 2017 oleh tim peneliti dari kelti Silvikultur BP2TSTH Kuok dengan mengaplikasikan jarak tanam 4 x 4 meter. Setelah satu tahun tanam, diketahui persentase hidup jabon merah adalah sekitar 35% dengan pertumbuhan tinggi rata-rata dan diameter pangkal rata-rata mencapai 160 cm dan 2,5 cm.

Setelah diteliti, diketahui penyebab persentase hidup yang rendah adalah kondisi lahan yang tandus dan kering. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan di laboratorium, tanah di areal demplot dikategorikan lahan miskin hara, pH rendah dan bertekstur lempung berpasir.

Terkait itu, peneliti BP2TSTH Kuok, Syofia Rahmayanti berharap, adanya jabon merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Miq.), tanaman hutan penghasil serat di demplot kerjasama tersebut dapat menyumbangkan serasah dan menyimpan air hujan sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah di areal tersebut.

“Tanaman ini dipilih karena dapat tumbuh baik pada ketinggian 0-1000 m dpl dan merupakan jenis tanaman fast growing yang intoleran terhadap naungan.  Kelebihan lainnya dari jenis tanaman ini adalah mudah beradaptasi pada kondisi lahan marginal dan termasuk jenis tanaman pioneer,” kata Syofia.

Syofia menambahkan bahwa nantinya hasil yang dapat diperoleh dari jenis tanaman jabon merah ini dapat digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas, bahan baku venir, kayu lapis, meubel, mainan anak-anak, korek api, dan papan. Keuntungan dari segi lingkungan yang diperoleh nantinya adalah dapat menyumbangkan serasah dan menyimpan air hujan sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah di areal tersebut.***SR/SW

 

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok

Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294, Telp. 0762 - 7000121, Fax.  0762 - 7000122

url : http://kuok.riau.litbang.menlhk.go.id

atau  http://www.balithut-kuok.org