KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Master Administrator - 07. February 2019 - 2212 klik

Dalami Metode Bioakustik, Balitek KSDA Belajar dari UW-Madison

Balitek KSDA (Samboja, Februari 2019)_Bioakustik adalah bidang interdisipliner yang menjembatani ilmu biologi dan akustik, yang menggunakan teknologi suara untuk mengukur keanekaragaman hayati dan lingkungan fauna. Sebagai upaya untuk mendalami metode ini, para peneliti Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) Samboja belajar bersama Zuzana Burivalova, PhD dari University of Wisconsin Madison (UW-Madison), di Samboja, akhir Januari lalu.

Materi bioakustik yang dipelajari kali ini adalah tentang pengenalan frekuensi dan analisis dasar data suara. Materinya mencakup sebaran frekuensi data, pengenalan suara berdasarkan tipe vokal dan tinggi frekuensi, serta interpretasi frekuensi untuk melihat kualitas data.

Baca juga: Pantau Biodiversitas KHDTK Samboja, Balitek KSDA Ujicoba Alat Bioakustik

Output data frekuensi selanjutnya dapat diolah secara statistik sesuai tujuan penelitian. "Tujuan mempengaruhi pilihan analisis statistik dan juga peletakan alat bioakustik di lapangan," papar Zuzana.

Terkait peletakan alat, dapat dilakukan secara acak maupun berdasarkan kriteria yang kita tentukan. "Bisa mengikuti ketinggian tempat, tipe habitat, maupun kelerengan, sehingga tujuan penelitian kita bisa terpenuhi," jelasnya.

Suara organisme adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah ekosistem. Oleh sebab itu, mempelajari suara menjadi penting untuk mencari simpul dalam pengelolaan suatu jenis satwa maupun ekosistem secara utuh. Dengan kemajuan teknologi saat ini, vokalisasi satwa dapat direkam dan dikonversi ke dalam bentuk digital.  

Data rekaman pada dasarnya dapat diubah dari bentuk kualitatif (suara) menjadi kuantitatif (data frekuensi). Sayangnya, saat ini analisis tersebut belum bisa di lakukan di Indonesia karena membutuhkan program khusus dan perangkat komputer dengan spesifikasi tinggi. "Rekaman suara untuk satu bulan saja bisa mencapai ratusan gigabite, jika diproses menggunakan komputer akan sangat lambat," ujar Zuzana.

Dalam diskusi ini juga muncul usulan untuk melakukan kegiatan kerjasama penelitian berbasiskan Bioakustik. Untuk itu, Balitek KSDA bersama UW-Madison dengan didukung The Nature Conservancy (TNC) menjajaki peluang kerjasama untuk pengembangan metode ini.

“Balitek KSDA bisa menjadi bagian dari pusat data digital untuk studi bioakustik khususnya wilayah Kalimantan,” ujar Kepala Balitek KSDA, Ahmad Gadang Pamungkas, S.Hut., M.Si.  Secara khusus, kepala balai menggarisbawahi bahwa harus ada transfer teknologi di mana pengolahan/analisis data rekaman bisa dilakukan di Balitek KSDA.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Balitek KSDA Samboja, dan juga diikuti oleh 1 peneliti dari TNC Samarinda.***

Informasi lebih lanjut:
Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) Samboja
url : http://samboja.litbang.menlhk.go.id atau http://balitek-ksda.or.id
Jl. Sukarno Hatta Km.38, Samboja, Po. Box 578, Balikpapan 76112, Telp. 0542-7217663, Fax. 0542-7217665, email: balitek.ksda@gmail.com