KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 01. February 2019 - 25 klik

KLHK Berupaya Tingkatkan Populasi demi Kelestarian Anoa

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 1 Februari 2019. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung pelestarian Anoa (Buballus sp.). Salah satunya melalui peningkatan populasi satwa endemik Sulawesi ini yang dilakukan di Anoa Breeding Centre (ABC) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado.
 
“Pelestarian satwa langka, apalagi anoa yang bersifat endemik, adalah tanggung jawab semua pihak. Kami dari Badan Litbang dan Inovasi, mencoba berkontribusi menambah populasi anoa secara exsitu, melalui ilmu pengetahuan dan teknologi di Anoa Breeding Center. Untuk proses pelepasliarannya, tentunya butuh kolaborasi dan penanganan teknis oleh direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati,” jelas Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi, KLHK Sylvana Ratina.
 
Saat ini, dari 10 ekor anoa di ABC Manado, enam ekor diantaranya, yaitu dua jantan dan empat betina, telah masuk kategori dewasa kelamin, dan siap untuk dikawinkan salah satunya yaitu Rocky. Perkembangan biologis Rocky ini, diharapkan dapat berperan meningkatkan populasi anoa di ABC Manado, dimana peran tersebut saat ini masih bergantung pada Rambo, anoa pejantan dewasa pertama di sana.
 
Peneliti sekaligus Manager ABC Manado Rahma Suryaningsih, menyampaikan bahwa saat ini Tim ABC Manado tengah melakukan penanganan satwa pada Rocky. Metode pembiusan diterapkan untuk mengurangi pergerakan saat dilakukan beberapa tindakan yang membutuhkan waktu yang lama.
 
“Hal ini juga dilakukan untuk menghindari resiko terluka, baik pada anoa itu sendiri, maupun Tim ABC Manado yang menanganinya,” kata Rahma.
 
Harapannya, setelah proses penanganan satwa ini, Rocky sudah siap menjadi pejantan baru di ABC Manado. Keberadaannya dapat mendukung peran Rambo yang telah menjadi pejantan bagi anoa betina dewasa di ABC Manado, seperti Denok, Manis serta Ana yang telah dapat melahirkan 3 individu baru di ABC Manado.
 
Sementara itu, calon pasangan Rocky adalah Rita, anoa betina yang juga berada ABC Manado. Umur keduanya hampir sama, berkisar ± 6,5 tahun . Persamaan umur tersebut diperkirakan akan memudahkan proses perkawinan.
 
Peneliti anoa BP2LHK Manado, Diah Irawati Dwi Arini, menjelaskan penanganan satwa yang dilakukan pada Rocky adalah pengukuran morfologi, pemasangan transponder (microchip), dan pemasangan tecnovit pada tanduknya. Pengukuran morfologi meliputi pengukuran panjang badan, berat badan, dan bagian-bagian tubuh penting lainnya seperti panjang tanduk, diameter tanduk dan panjang ekor. Data morfologi tersebut akan memberikan informasi perkembangan dalam setiap fase pertumbuhannya.
 
“Pemasangan transponder, dilakukan dengan cara disuntikkan pada bagian kulitnya. Pemasangan transponder ini sangat berguna untuk memudahkan identifikasi anoa di ABC Manado jika kedepannya ABC Manado kembali berhasil menambah populasi anoa. Hal ini karena transponder memuat informasi dan data dengan kode nomor atau id tersendiri,” papar Arin.
 
Selain pada Rocky, transponder juga akan dipasang pada beberapa anoa di ABC Manado yang belum memilikinya. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh Tim ABC beserta dokter hewan ABC Manado, yaitu drh. Adven T.A.J Simamora. 
 
Selanjutnya adalah pemasangan tecnovit pada tanduk anoa Rocky. Tecnovit dipasang untuk melapisi ujung tanduk yang tajam. Hal ini akan dilakukan pada semua tanduk anoa, terutama anoa dewasa.
 
Lebih lanjut, Arin menjelaskan bahwa tujuan pemasangan tecnovit ini adalah untuk meminimalkan resiko terluka, baik pada saat proses perkawinan anoa itu sendiri, penanganan anoa oleh Tim ABC Manado, serta menjaga keamanan Keeper yang setiap hari berinteraksi langsung dengan anoa saat melakukan pembersihan kandang.
 
Pengukuran morfologi anoa merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan Tim ABC Manado. Pengukuran ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kisaran ukuran dari satwa anoa dalam setiap fase pertumbuhannya. Dengan demikian dapat diketahui dan dipahami secara jelas dan tepat tentang anoa. Misalnya, informasi berat anoa pada setiap fase pertumbuhan, dapat dimanfaatkan oleh Tim ABC Manado sebagai acuan untuk mengetahui berapa bobot pakan yang dibutuhkan anoa setiap harinya.