KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 30. January 2019 - 33 klik

Bangkitnya Industri Kayu Nasional dari Jawa Tengah untuk Indonesia

Kendal, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 29 Januari 2019. Menegaskan pentingnya peran hutan tanaman dan hutan rakyat dalam mendukung pasokan bahan baku bagi industri perkayuan nasional, Menteri LHK, Siti Nurbaya, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sepakat untuk mencanangkan Kebangkitan Industri Perkayuan Nasional untuk Kesejahteraan Masyarakat.
 
"Ini merupakan perintah Presiden Jokowi, dan akan kita tekadkan bersama, bersama pak Gubernur, kita akan mengawali kebangkitan ini dari Jateng untuk Indonesia," ujar Menteri Siti saat pencanangan tersebut di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, (29/01).
 
Menyadari industri kayu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan di tahun 70 hingga 90an, Menteri Siti mengakui bahwa saat ini perkembangan hutan rakyat di jawa sudah begitu hebat dan bangkit. "Maka inilah saatnya industri nasional bangkit bersama hutan rakyat," tegasnya, yang langsung disambut riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir.
 
Dalam empat tahun terakhir, suplai bahan baku kayu untuk industri perkayuan yang berasal dari hutan alam semakin menurun, yang ditunjukan oleh data pada tahun 2015 sebesar 8,3 juta m3, sedangkan pada tahun 2018 sebesar 5,7 juta. Sementara itu suplai bahan baku kayu dari hutan tanaman dan hutan rakyat semakin meningkat dari sebesar 37,3 juta m3 pada tahun 2015 meningkat menjadi sebesar 46,6 juta m3 pada tahun 2018. Secara khusus pasokan bahan baku dari hutan rakyat meningkat dari 4,8 juta m3 pada tahun 2015 meningkat menjadi sebesar 6,2 juta m3 pada tahun 2018. 
 
Menteri Siti juga mengingatkan agar industri kayu nasional tidak hanya harus kuat dalam arti pasokan bahan baku, tetapi juga dalam peningkatan nilai tambah produk, dengan didukung penyiapan desain pemasaran oleh perusahaan, dan terutama keberlanjutannya.
 
"Industri kayu nasional ini harus bangkit, dan tadi kita sudah sepakat bahwa kebangkitan itu bersama antara bisnis dunia usaha dan bisnis rakyat. Itulah keberpihakan kepada rakyat yang diberikan oleh bapak Presiden dalam sektor kehutanan," tutur Menteri Siti.
 
Optimisme akan kebangkitan industri kayu nasional ini juga disampaikan oleh Ganjar Pranowo. "Kita mengerahkan segala daya upaya termasuk dari riset dan development. Kalau pak Jokowi bicara tidak pernah membuat sulit, kita mempermudah untuk kita sendiri, masa kita mau menyerah?," ujarnya.
 
Dirinya mengapresiasi langkah KLHK untuk mengawali momentum kebangkitan ini, dan menyebutkan hal tersebut sudah sangat pas untuk dilakukan. "Saya kira teorinya sudah pas, karena akademisinya sudah jalan, dan bisnisnya terlindungi karena mengelola kekayaan kita sendiri, tinggal satu tinjauan lagi, yaitu regulasi atau penegakan hukum," lanjutnya.
 
Menandai momentum ini dan disaksikan Gubernur Jawa Tengah, Menteri LHK melakukan penandatanganan prasasti Kebangkitan Industri Perkayuan Nasional untuk Kesejahteraan Masyarakat.
 
"Sekali lagi kita bangkitkan industri kayu nasional untuk kesejahteraan rakyat bersama-sama antara dunia usaha dan hutan rakyat," pungkas Menteri Siti penuh semangat.
 
Pada acara tersebut juga disampaikan paparan dari Pakar Kehutanan Prof. Moh. Na’iem terkait peran Silvikultur Intensif (SILIN), dalam mendukung kebangkitan industri kayu nasional, serta dilakukan penyerahan sertifikat SVLK kepada 3 UMKM, bantuan alat kerajinan kayu, dan 30 ekor kambing. 
 
Turut hadir Sekretaris Jenderal KLHK, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Pejabat Tinggi Pratama KLHK, perwakilan Bupati Kendal, Direktur Perhutani, Komisaris PT. Kayu Lapis Indonesia, Kepala OPD Provinsi Jawa Tengah, Komisaris dan Direksi IUPHHK, perwakilan APHI, APKINDO, ASMINDO, APKI, ISWA, HIMKI, Asosiasi Petani Hutan Rakyat, dan UMKM, serta 2.000 orang lebih masyarakat Kendal.(*)