KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Master Administrator - 02:32 pm, 18. December 2018 - 184 klik

Hampir Sempurna, Capaian Indikator PUI B2P2BPTH Raih Nilai 9,9

B2P2BPTH (Yogyakarta, Desember 2018)_Nilai capaian indikator Pusat Unggulan Iptek (PUI) Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta tahun 2018, mencapai nilai hampir sempurna, yakni 9,9 dari skala 10. Pencapaian itu diketahui melalui situs web PUI, saat sedang berlangsungnya acara penganugrahan Apresiasi Lembaga Litbang 2018 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang, Jum’at (14/12/2018).

“Nilai capaian indikator PUI Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis (PTHT) B2P2BPTH Yogyakarta tahun 2018 terus meningkat. Pada tahun 2016 sebesar 9,2 kemudian menjadi 9,7 dan pada tahun 2017 dan 2018 meningkat kembali menjadi 9,9,” ujar Priyo Kusumedi, S.Hut.,MP., Koordinator PUI B2P2BPTH, Senin (17/12/2018) di kantornya.

Menurut Priyo, capaian ini merupakan nilai yang sangat memuaskan dan memberikan gambaran maturitas kelembagaan PUI B2P2BPTH Yogyakarta. “Dari 3 (tiga) indikator PUI yaitu Sourcing Absorptive Capacitty (SAC), Research and Development Capacity (RND), dan Disseminating Capacity (DC) hanya nilai pada indikator RND yang belum mendapatkan nilai penuh 100% yaitu hanya mendapatkan nilai 9,6 (288/300), total dari 27 indikator PUI yang harus tercapai setiap tahunnya,” jelas Priyo lebih lanjut.

Capaian yang memuaskan ini tidak terlepas dari kerjasama yang solid dari Team Work PUI Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis B2P2BPTH. Kerjasama tersebut baik dari pihak manajemen maupun fungsional peneliti serta staf di B2P2BPTH.

“Kerja tim ini dimulai dari awal tahun, diawali dengan merencanakan kegiatan, target capaian 27 indkator, pengumpulan data dukung, pengolahan data dukung, monev kegiatan secara periodik dan yang tidak kalah pentingnya adalah membentuk kelompok kerja (pokja) yang handal untuk operasional kegiatan PUI,” ungkap Priyo.

Nilai capaian PUI ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi Tim Pakar, yakni Prof Naim dan Prof Suratman dari UGM serta Tim Kemenristekdikti. Mereka berperan memberikan saran dan masukan pada saat dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan PUI yang dilakukan secara bertahap. Masukan dari tim pakar yakni memberikan dorongan kepada Tim PUI B2P2BPTH agar dapat menghasilkan nilai yang terbaik pada tahun 2018.

Dari semua indikator penilaian, nilai yang kurang maksimal hanya pada indikator RND point ke-8, yaitu lulusan S3 sesuai tema riset unggulan lembaga yang tidak tercapai. Pada indikator ini hanya tercapai 1 lulusan S3 dari UGM pada pertengahan tahun 2018, dari target yang seharusnya dicapai sebanyak 2 lulusan S3. Sedangkan untuk pendukung lainnya, yaitu menjadi pembimbing S3 di Perguruan Tinggi sampai dengan tahun 2018, SDM peneliti B2P2BPTH tidak ada yang menjadi pembimbing utama/pendamping sehingga nilai capaian indikator RND 8 tidak bisa tercapai penuh.

Apresiasi yang tinggi diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian nilai PUI yang sangat memuaskan ini. Kedepan, B2P2BPTH berharap bisa menjadi mencapai target PUI yang baik lagi. “Harapan lainnya yaitu, B2P2BPTH bisa mendapatkan PUI lagi dari Kemenristekdikti untuk tema yang lain, sesuai dengan fokus riset unggulan B2P2BPTH,” harap Priyo mengakhiri perbincangan.(mna)