KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 01. December 2018 - 537 klik

Masuk 5 Besar, Peneliti KLHK Menuju 3 Besar PNS Inspiratif 2018

BLI (Jakarta, November 2018)_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) patut berbangga karena salah seorang penelitinya, Hunggul Yudono Setiohadi Nugroho terpilih menjadi 5 besar nominasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspiratif 2018. Hunggul terpilih dari 4.200 usulan ASN inspiratif yang masuk ke panitia anugerah ASN Inspiratif 2018 tingkat nasional di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). 

Hunggul ditetapkan menjadi 5 besar nominasi PNS Inspiratif 2018 setelah melalui berbagai tahapan seleksi. Mulai dari 4.200 usulan dikerucutkan menjadi 2.000 orang, kemudian 150 dan 52 besar. Dari 52 besar ditetapkan 15 besar. Terhadap ke 15 besar kandidat dilakukan verifikasi berkas dan verifikasi lapangan. Selanjutnya nominasi 15 besar diundang untuk menjalani seleksi wawancara pada di Jakarta, 28 - 29 November 2018 lalu. 

Setelah 15 besar diuji oleh dewan juri yang diketuai Helmi Yahya selaku Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI, pengumuman penetapan 5 besar dilakukan di Studio 5 TVRI Jakarta, Kamis (29/11/2018) malam dan dilanjutkan dengan wawancara menuju 3 besar. Pengumuman 3 besar sekaligus malam puncak acara Anugerah ASN Inspiratif 2018 Tingkat Nasional akan dilaksanakan di Jakarta, Selasa (11/12/2018) mendatang. Acara tersebut akan disiarkan secara langsung di TVRI. 

Menuju 3 besar, Hunggul akan bersaing dengan 4 nominasi lainnya, yaitu Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat - Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Cris Kuntadi (Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan), Akhmad Basori (Auditor Madya di Kedeputian Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dan Endang Yuli Purwanti, seorang guru agama di SMAN 4 Bandung. 

Sebagai informasi, Hunggul adalah PNS Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang masuk tahun 1993, ditempatkan di Balai Teknologi Pengelolaan DAS Ujung Pandang dengan jabatan awal sebagai teknisi litkayasa dan pada tahun 1995 beralih ke jenjang peneliti. Saat ini Hunggul adalah peneliti dengan jabatan terakhir sebagai Peneliti Madya bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar, salah satu unit kerja BLI KLHK.  

Saat ini, Hunggul sedang dalam tahap akhir penyusunan disertasi program S3 di Faculty of Geo-information, Science and Earth Observation, Twente University, The Netherlands dengan judul: “Engaging with Adat people in Sustainable Forest Management”. 

Karya inovasi Hunggul yang mendapat penghargaan antara lain ATHUS (Alat Takar Hujan Sederhana). Pada tahun 2003, karena kegalauan akan keterbatasan alat penelitian di bidang hidrologi dan konservasi tanah yang dimiliki kantor, khususnya untuk pengukuran data hujan, Hunggul menciptakan ATHUS. 

ATHUS dan konsep pemanfaatannya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2010 sebagai salah satu dari ”102 Inovasi Paling Prospektif di Indonesia Tahun 2010”. Berbagai instansi di Kementerian KLHK telah menafaatkan ATHUS untuk pengukuran curah hujan. ATHUS juga menjadi alat yang direkomendasikan dalam Perdirjen PHKA P.07/IV-SET/2014 tentang Pedoman Inventarisasi Sumber Daya Air di Kawasan Konservasi, ATHUS sebagai alat untuk pengamatan curah hujan. 

Pada tahun 2004, ketika proses inovasi ATHUS masih berjalan, dengan latar belakang kegelisahan yang hampir sama, Hunggul mulai menggeluti penelitian mengenai mikrohidro. Dengan dukungan penuh dari manajemen kantor, pada pertengahan tahun 2004 dimulailah kegiatan rekayasa alat mikrohidro sekaligus aplikasinya di masyarakat dengan uji coba pertama di Tana Toraja.  Mulai tahun 2008 sampai saat ini, Hunggul beserta tim mendapatkan kepercayaan untuk membantu instansi kehutanan di berbagai daerah seperti Dinas Kehutanan, BKSDA, BTN untuk merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) berbasis pemberdayaan masyarakat menjaga dan melestarikan hutan. Hal ini menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan.

Pada tahun 2012, dengan judul “Lestari Hutanku, Terang Desaku”, konsep pemberdayaan masyarakat dengan mikrohidro dari BPK Makassar masuk dalam “104 Inovasi Paling Prospektif di Indonesia Tahun 2012” dan mendapatkan piagam penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi.  

Pada tahun 2015, untuk lebih menyebarkan hasil litbang mikrohidro kepada masyarakat luas, Hunggul membuat buku tentang PLTMH yang diterbitkan oleh penerbit nasional dengan judul “PLTMH, Panduan Lengkap Membuat Sumber Energi Terbarukan Secara Swadaya”.  Selain dibagikan ke berbagai instansi, buku ini juga dijual umum di toko buku Gramedia untuk memperluas spektrum pembaca. 

Sampai dengan saat ini Hunggul dan tim telah dan sedang merancang dan membangun unit mikrohidro di berbagai wilayah baik melalui kegiatan penelitian maupun kerjasama dengan instansi lain antara lain yaitu: 9 unit di Sulawesi Selatan, 5 unit di Sulawesi Tengah, 3 Unit di Sulawesi Tenggara, 3 Unit di Sulawesi Utara dan 1 Unit di Kalimantan Barat, 1 unit di Gorontalo, 2 unit di Sumba Timur, dan 1 unit di Maluku. Masyarakat di pelosok desa di pinggir hutan yang selama ini berada dalam kegelapan, mendapatkan terang dengan adanya PLTMH ini. 

Konsep mikrohidro yang ditawarkan pun berkembang, tidak hanya untuk penerangan, mikrohidro juga dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa di sekitar kawasan hutan melalui pengembangan PUE (Productive use of Energy). Beberapa peralatan tepat guna telah diciptakan Hunggul untuk meningkatkan nilai tambah mikrohidro, yaitu KOMBI (kompor biomassa) yang mengkombinasikan biomassa dan listrik mikrohidro, dan pondok pengering hybrid (matahari dan oven mikrohidro) untuk pengeringan hasil-hasil pertanian masyarakat sekitar hutan. 

Selain dua penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi, pada tahun 2011 Hunggul juga menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan sebagai “Peneliti berprestasi lingkup Kementerian Kehutanan Tahun 2011”. Motto yang dipegang  Hunggul dalam bekerja dan melaksanakan tugas sebagai ASN pada umumnya dan peneliti pada khususnya antara lain: “Don’t be pushed by your problem, be led by your dream, Some dream come true, some don’t, but keep on dreaming”; danHidup harus bermanfaat”.***RH

 

Artikel terkait:

Bappenas: PLTMH Berbasis Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Salah Satu Inovasi Litbang KLHK yang Membanggakan

Pemda Bulukumba akan Mereplikasi PLTMH Berbasis Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Inovasi Litbang KLHK

Membangun dari Pinggiran, Mikrohidro BP2LHK Makassar Dukung Nawacita

Giatkan Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Mikrohidro BP2LHK Makassar Dukung Pencapaian Nawacita

Tertarik dengan Mikrohidro Berbasis Pelestarian Hutan, BKSDA Sulawesi Tenggara Studi Banding ke BP2LHK Makassar

Berkunjung ke BP2LHK Makassar, Kepala Balai TN Matalawa Lihat Proses Pembuatan Mikrohidro untuk Sumba Timur