KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 26. October 2018 - 202 klik

SMP IT Nurul Ilmi Outing Class ke BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Oktober 2018)_SMP IT Nurul Ilmi Medan memiliki program rutin setiap tahunnya untuk siswa-siswinya kelas IX yaitu outing class. Seperti tahun sebelumnya, outing class kali ini, Rabu (24/10/2018) kembali dilaksanakan di Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli. 

Kegiatan ini merupakan materi tambahan yang diperoleh siswa-siswi di luar pelajaran yang ada di sekolah. “Anak didik diharapkan dapat mengingat pembelajaran yang diberikan karena praktik langsung di lapangan,” kata Aprida Wastuti Daulay, S.Pd, Kepala Sekolah SMP IT Nurul Ilmi Medan dalam sambutannya. 

”Kalau tahun lalu hanya sempat melihat gajah, maka tahun ini kami tambahkan untuk belajar tanaman hutan dan lebah madu, biar lebih banyak ilmu yang didapat oleh siswa siswi,” tambah Aprida.

Outing class yang bertujuan untuk menambah wawasan langsung di lapangan ini diikuti oleh 22 orang siswa-siswi dan didampingi oleh 4 orang tenaga pengajar. Outing class di BP2LHK Aek Nauli dilaksanakan dalam bentuk wisata ilmiah berupa pengenalan jenis dan cara perbanyakan tanaman hutan, pengenalan singkat lebah madu, serta edukasi tentang konservasi gajah jinak. 

Dalam kegiatan pengenalan jenis dan cara perbanyakan tanaman hutan, siswa siswi diberikan materi mengenai berbagai jenis tanaman yang sedang diteliti dan dikembangkan BP2LHK Aek Nauli, serta cara perbanyakannya. Materi disampaikan oleh Teknisi Litkayasa BP2LHK Aek Nauli, Selamat Lumban Tobing dan Edi Kuwato. 

Selain itu siswa siswi juga diajak melihat contoh tanaman yang masih berupa bibit di green house (rumah kaca) dan juga pohonnya yang sudah tumbuh besar di Arboretum Aek Nauli. 

“Di green house ini terdapat beberapa bibit jenis tanaman hutan, seperti: pinus, taxus, pirdot, kemenyan, sampinur tali, sampinur bunga, damar, dll. Semua jenis tanaman tersebut memiliki manfaat. Contohnya taxus yang berkhasiat sebagai obat kanker dan pirdot yang bermanfaat dalam mengobati penyakit diabetes,” papar Tobing. 

Pada kesempatan yang sama, Edi menjelaskan tentang media tanam, cara menyemaikan, dan cara memindahkan bibit ke polybag. “Kalau bibit tanaman yang akan digunakan untuk kegiatan penghijauan, sebaiknya dibuat menggunakan media tanam yang padat. Tujuannya untuk memudahkan dalam pengangkutan dan penanaman di lapangan,” jelas Edi. 

Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi sangat antusias mengikuti dan bertanya. Salah satunya Zafran yang bertanya mengenai kegunaan sungkup pada pembibitan. “Selain berfungsi untuk menjaga kelembaban udara, sungkup juga berfungsi untuk melindungi tanaman dari hewan atau serangga pengganggu tanaman,” kata Tobing menjawab. 

Selanjutnya, kegiatan siswa-siswi dilakukan di sekitar Galeri Lebah – Aeknauli Beecosystem. Di sini siswa-siswi diberikan materi tentang jenis lebah madu, cara membudidayakan koloni, cara penanganan hama dan penyakit, hingga praktik cara memindahkan lebah madu dari glodok ke dalam stup. Pada kesempatan ini, siswa-siswi didampingi dan diajarkan oleh anggota tim Aeknauli Beecosystem, Eko Pebriyanto.

Tidak hanya siswa, para guru juga antusias mengikuti kegiatan lapangan ini. “Saya jadi mengetahui berbagai jenis dan manfaat tanaman hutan. Selain itu saya merasa senang bertambah pengetahuan dengan adanya Galeri Lebah ini,” kata M. Abdul Gani, S.Pdi, salah seorang guru pendamping. Gani berharap siswa-siswi juga dapat menikmati kegiatan ini, sehingga wawasannya jadi semakin luas.

Agar semakin menarik dan menambah semangat, setelah pemberian materi siswa-iswi kemudian diberikan kuis tentang hal yang sudah diajarkan. Siswa-siswi yang bisa  menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa souvenir. Salah satu siswa, Agil Syaifullah berhak mendapat hadiah karena mampu menjawab pertanyaan tugas utama lebah pekerja, yaitu mengumpulkan makanan berupa serbuk sari dan nektar dan memberi makan lebah ratu.

Mengakhiri kegiatan, siswa-siswi dan para guru mencicipi minuman madu yang dicampur lemon yang telah disediakan khusus oleh tim Aeknauli Beecosystem. Selanjutnya siswa siswi mengunjungi areal konservasi gajah jinak (ANECC) yang berada di KHDTK Aek Nauli.***NNN