KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 09:23 am, 26. October 2018 - 94 klik

Menuju “Di Bawah 2 Derajat Celcius”, KLHK Dorong Semua Pihak Lakukan Aksi Nyata Pengendalian Perubahan Iklim

BLI (Jakarta, Oktober 2018)_Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) menggelar acara Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim bertema “Aksi Nyata, Satu Tujuan di Bawah 2 Derajat Celcius” di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari, 24 - 25 Oktober 2018 ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar peduli dan turut berperan aktif dalam pengendalian perubahan iklim, melalui aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Saat ini Indonesia terus berupaya untuk merealisasikan komitmen pengurangan emisi GRK sebagaimana tercantum dalam dokumen The First National Determined Contribution (NDC), yaitu pengurangan emisi GRK 29% dengan usaha sendiri atau 41% jika ada dukungan internasional,” kata Dr. Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal PPI dalam laporannya di awal acara.

Ruandha menekankan pentingnya kerjasama semua pihak untuk menghadapi dampak  dari terjadinya cuaca ekstrim sebagai akibat perubahan iklim di Indonesia.

Senada dengan itu, Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya Bakar, dalam sambutannya mengatakan, penanganan perubahan iklim merupakan upaya kolektif kita bersama, bukan semata proses negosiasi antara negara maju dan berkembang di tingkat internasional saja.

“Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menerjemahkan kesepakatan perjanjian kerjasama internasional untuk perubahan iklim menjadi aksi nyata di tingkat nasional, bahkan sampai ke tingkat tapak dengan melibatkan peran serta aktif seluruh pemangku kepentingan,” kata Menteri Siti.

Lebih lanjut Siti mengatakan, Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) sebagai panel kerjasama antar pemerintah untuk perubahan iklim, baru saja mengeluarkan laporan hasil kajian mengenai perbedaan hasil yang dapat dicapai apabila masyarakat dunia menetapkan target pengendalian laju kenaikan temperatur bumi 1,5 derajat celcius dibandingkan dengan 2 derajat celcius yang telah disepakati sebelumnya melalui Paris Agreement pada tahun 2015.

“Penguatan komitmen untuk laju kenaikan temperatur bumi di bawah 1.5 derajat celcius akan memberikan manfaat lebih kepada kita dan menurunkan resiko dampak perubahan iklim di berbagai aspek kehidupan,” tambah Menteri Siti.

Menteri Siti juga meminta agar para pakar dan ilmuwan perubahan iklim di Indonesia segera melakukan analisa ilmiah dan memberikan masukan pada pemerintah dalam menyikapi laporan IPCC tersebut dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kondisi negara kita dalam melaksanakan pembangunan rendah emisi dan berketahanan iklim di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti menyerahkan penghargaan Pembina Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada 33 lokasi yang memenuhi kriteria sebagai ProKlim Utama dan 1 lokasi ProKlim Lestari yang telah melaksanakan good practises sehingga dapat meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK di tingkat tapak. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 10 provinsi dan 41 kabupaten/kota yang telah yang mendukung pelaksanaan ProKlim di wilayahnya dengan mengeluarkan kebijakan dan peraturan di tahun 2018.

Menteri Siti berharap agar penerima penghargaan tersebut akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai perubahan iklim dan memberikan contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan di tingkat tapak.

Selain pemberian penghargaan, dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara KLHK dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tentang Pengendalian Perubahan Iklim dan Ditjen PPI dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia tentang Peningkatan Peran Perempuan dalam Pengendalian Perubahan Iklim. Pelaksanaan launching Pedoman Verifikasi Aksi Mitigasi, talkshow, seminar dan dialog interaktif juga turut memeriahkan acara tersebut.

Acara yang melibatkan kurang lebih 700 orang peserta ini, dihadiri oleh para gubernur, walikota, bupati, Penasehat Senior Menteri LHK, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri LHK, para pejabat eselon 1, perwakilan institusi K/L, lembaga non pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha dan praktisi bidang pengendalian perubahan iklim.***LG