KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 10. October 2018 - 106 klik

Belajar Pengelolaan Gambut, Peserta Cross Country Visit dari AFoCO-BIPS Project Kunjungi KHDTK Tumbang Nusa

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, Oktober 2018)_18 orang peserta AFoCO dari 5 negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Filipina, Singapura dan Korea berkunjung ke KHDTK Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (26/9/2018). Acara bertajuk Cross Country Visit (CCV) dari Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO)-BIPS Project ini didasari oleh kondisi lahan gambut di negara-negara Asia Tenggara yang semakin kritis yang berdampak pada kehidupan manusia.

“Areal ini tahun 2015 terbakar dan jenis tanaman yang kita lewati merupakan tanaman dari Program Repeat (Rehabilitasi of Peatland) yang diinisiasi oleh Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru,” kata Ir. Agustinus Tampubolon, MSc, Project Coordinator AFoCO dari Pusat Litbang Hutan (P3H) yang mendampingi rombongan CCV dari AFoCO-BIPS Project.

Sambil memasuki areal KHDTK Tumbang Nusa, Agustinus menjelaskan kepada peserta kondisi dan vegetasi yang ada di areal KHDTK Tumbang Nusa yang merupakan lahan gambut.

BP2LHK Banjarbaru sebagai tuan rumah, memfasilitasi narasumber untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan pengelolaan hutan rawa gambut, pemilihan lokasi restorasi, hasil-hasil dan tantangannya. Selanjutnya dilakukan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang dipandu oleh Triwira Yuwati, S.Hut, M.Sc dari BP2LHK Banjarbaru.

Acara kunjungan ini dirangkai dengan launching rehab Daerah Aliran Sungai (DAS) dan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), didahului dengan pengalungan bunga kepada perwakilan peserta CCV dan pejabat yang hadir. Mewakili Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Prof. Riset Pratiwi, peneliti P3H menyampaikan sambutannya.

“Pertama, saya mengucapkan selamat datang pada peserta CCV dari AFoCO-BIPS Project dan  mohon maaf karena bapak Kepala Badan (BLI) tidak dapat hadir dalam acara ini,” sambut Pratiwi.

“Kami sangat mendukung kegiatan AFoCO-BIPS Project. Saatnya kita bekerja merestorasi lahan gambut tanpa melupakan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Prof. Riset Pratiwi.

Setelah acara pembukaan, peserta mengunjungi plot demonstrasi AFoCO-BIPS yang telah dibangun oleh AFoCO bekerjasama dengan BP2LHK Banjarbaru di KHDTK Tumbang Nusa. Para peserta selanjutnya menanam  memorial trees bersama para pejabat yang hadir.

Setelah istirahat siang di camp KHDTK Tumbang Nusa, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film profil KHDTK Tumbang Nusa, kemudian mengunjungi  Taman Jelutung serta plot regenerasi alam di areal yang tidak terbakar untuk melihat suksesi dan keanekaragaman hayati yang ada di KHDTK.

Peserta sangat antusias mengikuti kunjungan ini. Hal ini terbukti  dari testimoni yang diberikan terkait kegiatan yang dilakukan di KHDTK Tumbang Nusa. “Saya sangat terkesan proyek lahan gambut AFoCO di Indonesia dilaksanakan dengan baik,” kata Sung Ho choi, Program Officer AFoCO.  “Its amazing to see what 20 years of hard work can do for a forest. Keep up the good work,” tulis peserta lainnya dari Singapura.

Sebagai informasi, di Asia Tenggara diperkirakan terdapat sekitar 25 juta hektar lahan gambut yang merupakan 60% dari lahan gambut tropis dunia. 70% dari lahan gambut di Asia Tenggara terdapat di Indonesia, sisanya terdapat di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar dan Singapura. Proyek AFoCO-BIPS ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan, khususnya masyarakat lokal dalam merestorasi lahan gambut. CCV kali ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada para peserta yang berjumlah masing-masing 5 orang dari Brunei, Filipina, dan Singapura terutama dalam mengelola hutan rawa gambut di Indonesia.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, acara CCV dari AFoCO-BIPS Project bertema: ”Capacity building on the application of landscape approach to support the sustainable natural resources management in Brunei Darusslam, Indonesia, Philippines and Singapore” ini juga dirangkai dengan launching pembuatan tanaman RHL serta rehab DAS yang dilaksanakan di KHDTK Tumbang Nusa.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BP2LHK Banjarbaru dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kahayan. Hadir dalam acara launching RHL dan Rehab DAS tersebut Direktur Konservasi Tanah dan Air, Dr. Ir. Muhammad Firman, M.For.Sc yang mewakili Dirjen PDASHL.***