KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Muhamad Sahri Chair - 02:02 pm, 29. September 2018 - 164 klik

Presiden Terkesan dengan AIKO BLI di Stand Pameran PUSAKA Tahun 2018

P3HH (Yogyakarta, September 2018)_Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) yang ditampilkan Badan Litbang dan Inovasi (BLI) pada pameran usaha kehutanan (PUSAKA) tahun 2018, memberikan kesan yang baik dan mendapatkan apresiasi dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat melakukan sesi kunjungan ke stand BLI, Hutan Pinus Mangunan, Yogyakarta, 28 September 2018.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Siti Nurbaya yang mendampingi Presiden Joko Widodo menjelaskan mengenai inovasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO). Pada kesempatan kunjungan Presiden tersebut, Dr. Esa Prakasa (peneliti Pusat Penelitian Informatika (P2I) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia /LIPI) dan Dr. Ratih Damayanti (Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) - KLHK) mendapat kesempatan untuk memperagakan cara mengidentifikasi kayu dengan AIKO generasi kedua. Presiden tampak terkesan dengan penemuan baru ini.

Dalam laporannya, Menteri LHK menyampaikan bahwa tadi pagi telah meluncurkan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO). “Dengan alat ini (AIKO) maka identifikasi kayu yang semula 1-2 minggu menjadi hanya dalam hitungan detik dan ini penting untuk penentuan konfirmasi jenis kayu komersial dan termasuk keperluan untuk penegakan hukum” kata Siti.

Siti menambahkan, AIKO adalah alat identifikasi kayu otomatis berbasis computer vision merupakan hasil sinergi P3HH- BLI-KLHK dengan P2I-LIPI melalui dukungan program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sejak tahun 2017.

Perangkat AIKO berkembang dalam dua generasi. Generasi pertama (2017) diberi nama WoodID, yang merupakan aplikasi identifikasi kayu otomatis menggunakan desktop dan Dino-Lite (digital mikroskop). Cara kerja alat ini adalah dengan meletakkan sampel kayu pada mikroskop digital Dino-Lite yang terhubung dengan komputer. Selanjutkan komputer akan merekam dan mengidentifikasi citra permukaan sampel kayu tersebut dan mencocokkannya dengan pangkalan data citra jenis kayu. AIKO generasi kedua (2018) merupakan mobileApp yang menggunakan perangkat smartphone (HP) dengan tambahan lensa. Hasil identifikasi yang disajikan yaitu berupa informasi nama spesies, nama latin, berat jenis, kelas kuat, kelas awet, klasifikasi perdagangan dan rekomendasi penggunaan.

Tampak hadir pula mendampingi Presiden, antara lain Kepala BLI, Dr. Agus Justianto, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Dr. Hilman Nugroho dan Kepala P3HH, Dr. Dwi Sudharto.

Pameran yang diadakan selama 2 hari (28-29 September 2018) ini merupakan rangkaian dari kegiatan agenda sinergi nasional KPH, dunia usaha, masyarakat dengan dukungan teknologi untuk hutan yang mensejahterahkan.

Pameran ini menampilkan berbagai teknologi usaha kehutanan seperti: Reduce Impact Logging (RIL), Silvikultur Intensif (SILIN), Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (SIPHPL) Online, Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) Online, Sistem Informasi Spasial dan Dokumentasi (SINPASDOK) KPH, hingga Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) dan Xylarium Bogoriense.***